# Artikel Terkait Skenario Risiko

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Skenario Risiko", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Paruh Kedua 2026, Komoditas Masuk Era 'Black Swan Berfrekuensi Tinggi'

Laporan dari Citigroup memperingatkan bahwa pasar komoditas akan memasuki era "angsa hitam berfrekuensi tinggi" pada paruh kedua 2026, di mana kejadian ekstrem yang mengganggu dapat menjadi hampir rutin. Laporan tersebut mengidentifikasi beberapa skenario risiko ekstrem dengan dampak besar. Risiko tertinggi adalah eskalasi konflik AS-Iran menjadi krisis pasokan bertahun-tahun, yang berpotensi mendorong harga minyak naik 100-200%, mencapai lebih dari $200/barel. Pembatasan baru terhadap ekspor energi Rusia dinilai dapat mengganggu pasar gas alam lebih parah daripada minyak. Perlombaan penimbunan mineral kritis oleh pemerintah, seperti tembaga, berpeluang tinggi terjadi dan dapat mendorong harga tembaga di atas $20.000/ton. Untuk emas, meski berisiko turun 15-20% dalam jangka pendek, prospek jangka panjang tetap kuat dengan potensi naik mendekati $6.000/ons. Peristiwa El Niño ekstrem dapat mendorong harga kakao kembali ke $10.000/ton dan gula di atas 20 sen/pound. Ekspansi atau gelembung AI dapat memberikan dampak beragam: memacu permintaan logam seperti tembaga dan aluminium, atau menekannya jika terjadi ledakan gelembung. Skenario lain termasuk kemungkinan penandatanganan akhir pipa gas Siberia Power 2 antara Rusia dan Cina, yang dapat membuat pasar LNG global jenuh dan menekan harga, serta penerapan ekstrem Doktrin Monroe oleh AS yang memblokir ekspor minyak Amerika, berpotensi memicu lonjakan harga minyak global dan perpecahan harga regional yang parah. Laporan ini menyoroti meningkatnya kerentanan pasar komoditas terhadap guncangan geopolitik, iklim, dan teknologi.

marsbitKemarin 08:20

Paruh Kedua 2026, Komoditas Masuk Era 'Black Swan Berfrekuensi Tinggi'

marsbitKemarin 08:20

活动图片