# Artikel Terkait Harga

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Harga", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Dari "Jaringan Publik Raja" ke "Jaringan Publik yang Runtuh": Apa Penyebab Kebangkrutan Berachain?

**Ringkasan: Dari "Rantai Publik Raja" ke "Rantai Publik Runtuh": Apa Penyebab Keruntuhan Berachain?** Berachain, yang pernah dijuluki "rantai publik raja" di dunia kripto, mengalami penurunan drastis dalam setahun terakhir. Diluncurkan pada Februari 2025 dengan mekanisme konsensus Proof of Liquidity (PoL) yang inovatif, proyek ini awalnya sukses dengan Total Value Locked (TVL) mencapai $3,3 miliar dan lebih dari 140.000 alamat aktif. Namun, TVL kini anjlok menjadi hanya $180 juta, dengan pendapatan rantai 24 jam sebesar $84, dan harga token BERA jatuh dari puncaknya $9 menjadi sekitar $0,7—penurunan lebih dari 10 kali lipat. Penyebab utama keruntuhannya adalah model tokenomics yang bermasalah. Sebagian besar token dialokasikan untuk investor ventura (VC) sebesar 34,31%, sementara kontributor awal mendapat 16,82%. Alokasi ini menciptakan model "low流通 high FDV" yang menguntungkan VC—yang masuk pada harga $0,82 dan mendapat untung 10-15 kali—tetapi merugikan retail investor. Strategi "retail first" yang diiklankan ternyata tidak terlaksana, dengan para pengguna setia hanya menerima airdrop kecil. Pada Februari 2026, BERA akan menghadapi unlock besar sebanyak 63,75 juta token (12,16% suplai), termasuk 28,58 juta untuk investor privat, yang berpotensi menyebabkan tekanan jual lebih lanjut. Selain itu, proyek ini juga mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), kehilangan pengembang inti, dan insiden keamanan seperti jeda jaringan karena kerentanan di Balancer. Komunitas semakin kecewa, menyebut Berachain sebagai "penipuan L1 ultimate".

比推01/15 15:27

Dari "Jaringan Publik Raja" ke "Jaringan Publik yang Runtuh": Apa Penyebab Kebangkrutan Berachain?

比推01/15 15:27

活动图片