Kinerja Melebihi Ekspektasi + Ledakan Bisnis Cloud, Kenapa Saham Google Masih Turun?
Alphabet (Google) melaporkan kinerja kuartal II yang kuat, dengan pendapatan bersih $1036 miliar (melampaui ekspektasi) dan pertumbuhan luar biasa di Google Cloud sebesar 82%. Namun, saham turun tajam karena pasar mengkhawatirkan peningkatan signifikan dalam panduan belanja modal (capex) untuk tahun fiskal 2026 menjadi $195-205 miliar, serta arus kas bebas yang negatif sebesar $59 miliar pada kuartal ini.
Laba per saham GAAP adalah $9,11, namun termasuk keuntungan revaluasi sekali pakai dari Anthropic. Pendapatan iklan Search tumbuh 17%, memenuhi ekspektasi, sementara YouTube melampaui perkiraan. Margin operasi turun sedikit karena biaya G&A yang lebih tinggi.
Analis Bank of America (Justin Post) mempertahankan peringkat "Beli" dengan target harga $430. Mereka menekankan bahwa peningkatan belanja modal terkait langsung dengan pertumbuhan pesanan tertunda (backlog) Cloud yang mencapai $514 miliar dan konversi menjadi pendapatan. Meski capex meningkat dan arus kas bebas diperkirakan negatif hingga 2027, valuasi saham dianggap menarik dengan PER 2027 sekitar 22x, sejalan dengan rata-rata historis.
链捕手2 hari yang lalu 06:57