Menerima Mata Uang Virtual Senilai Puluhan Juta Yuan, Dompet Keras Disimpan di Laci Kantor! Detail Kasus Yao Qian dari Komisi Regulasi Sekuritas Terungkap
Dalam kasus korupsi yang melibatkan Yao Qian, mantan Direktur Jenderal Pengawasan Teknologi di Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok (CSRC), terungkap bahwa ia menerima suap dalam bentuk mata uang kripto Ethereum senilai puluhan juta yuan. Yao, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Institut Mata Uang Digital Bank Sentral Tiongkok, menyalahgunakan kekuasaannya untuk membantu perusahaan teknologi tertentu dalam memperluas bisnis dan pengadaan perangkat lunak. Ia menerima 2.000 Ethereum (bernilai sekitar 60 juta yuan pada puncaknya) dari seorang pengusaha sebagai imbalan atas bantuannya dalam proyek penerbitan token.
Yao menyimpan mata uang kripto tersebut dalam dompet keras (hardware wallet) yang disembunyikan di laci kantornya. Untuk menyamarkan transaksi suap, ia menggunakan akun bank atas nama orang lain dan perantara untuk menerima dan mengonversi aset virtual menjadi uang tunai. Sebanyak 1.000 yuan dari hasil penjualan 370 Ethereum digunakan untuk membayar sebagian pembelian vila mewah di Beijing.
Kasus ini berhasil diungkap melalui penyelidikan mendalam yang memanfaatkan teknologi big data dan analisis blockchain, membuktikan bahwa meskipun mata uang kripto memiliki sifat yang tersembunyi, transaksinya tetap dapat dilacak di blockchain. Yao dipecat dari jabatannya pada November 2024 dan kasusnya telah diserahkan ke kejaksaan untuk dituntut. Kasus ini menjadi contoh bagaimana korupsi bentuk baru dan tersembunyi dapat dideteksi dan ditindak melalui metode investigasi canggih.
比推01/14 18:01