# Artikel Terkait Bitcoin

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Bitcoin", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Rally Tanpa Keyakinan

Latar belakang makro tetap terjebak antara pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang keras kepala. Aset digital tampak konstruktif namun selektif. Bitcoin menunjukkan ketahanan meski kondisi likuiditas ketat dan dolar AS kuat, mengindikasikan permintaan mendasar tetap utuh. Dari perspektif on-chain, metrik Relative Unrealized Loss telah turun dari puncak 25% menjadi sekitar 8%, menandai pergeseran sentimen dari ketakutan menuju ketidakpastian. Aliran modal bersih bulanan positif sebesar $2,8 miliar, namun masih jauh di bawah tingkat $10 miliar yang terlihat di awal rally siklus sebelumnya, menunjukkan kurangnya keyakinan yang kuat. Analisis biaya rata-rata (cost basis) mengidentifikasi level support terdekat di sekitar $76,9k (akumulasi 30 hari terakhir) dan resistensi di sekitar $86,9k (akumulasi periode November-Februari). Di luar rantai (off-chain), arus masuk ETF Spot Bitcoin AS kembali positif secara konsisten, memberikan angin segar. Aktivitas beli di Coinbase juga meningkat, dan posisi trader di Hyperliquid semakin cenderung long. Volatilitas tersirat (implied volatility) terus menurun, dan permintaan lindung nilai downside (skew) melunak, mencerminkan pasar yang lebih tenang. Kesimpulannya, pemulihan Bitcoin menguat dengan struktur pasar yang lebih konstruktif. Namun, karakter rally ini berbeda dengan ekspansi agresif siklus sebelumnya. Aliran modal belum sekuat dulu, dan volatilitas yang mereda mengisyaratkan kepercayaan yang dibangun bertahap, bukan euforia. Bitcoin kini memasuki zona supply penting antara $82K-$87K. Bertahan di atas zona ini memerlukan partisipasi spot dan rotasi modal yang lebih kuat. Struktur pasar membaik, namun keyakinan penuh tampaknya masih dalam proses pemulihan.

insights.glassnode06/03 13:45

Rally Tanpa Keyakinan

insights.glassnode06/03 13:45

Ingin Lindung Nilai, Beli Emas-Minyak; Ingin Naik Tajam, Beli AI. Bitcoin yang "Ketinggalan Zaman" Masuki Pasar Beruang

Penulis: Wall Street News Harga Bitcoin terus menurun, sempat mencapai USD 66,123, terendah dalam dua bulan. Penjelasan yang beredar antara lain arus keluar dana ETF, ketegangan geopolitik, dan penjualan oleh Strategy. Namun, analisis Bloomberg menunjukkan bahwa faktor-faktor ini hanyalah gejala. Masalah mendasarnya adalah Bitcoin kalah dalam persaingan aset. Bitcoin kini terjepit di "zona tengah yang canggung" dan kalah di tiga bidang: * **Lindung nilai inflasi:** Emas, saham energi, dan komoditas lebih disukai karena memiliki dukungan fisik dan logika yang jelas. * **Pertumbuhan tinggi:** Perusahaan AI dengan pendapatan dan laba riil lebih menarik karena Bitcoin tidak menghasilkan arus kas. * **Eksposur kripto:** Investor yang ingin terpapar ekosistem kripto kini memiliki pilihan lain seperti bursa, stablecoin, atau perusahaan infrastruktur dengan kinerja yang terikat pada adopsi industri. Meski ada peringatan dari Fed tentang risiko inflasi yang lebih persisten, pasar tidak lagi bereaksi dengan membeli Bitcoin sebagai lindung nilai. Narasi "emas digital" Bitcoin tergerus oleh emas fisik dan saham energi. Arus keluar ETF dan penjualan oleh Strategy mencerminkan kenyataan baru: modal memiliki lebih banyak tempat tujuan, dan investor menjadi lebih selektif. Mereka menuntut alasan yang jelas mengapa harus memilih Bitcoin dibanding aset lain. Logika bearish baru untuk Bitcoin bukan lagi tentang penipuan atau kegagalan teknologi, melainkan bahwa **kelangkaan saja tidak lagi cukup**.

marsbit06/03 02:21

Ingin Lindung Nilai, Beli Emas-Minyak; Ingin Naik Tajam, Beli AI. Bitcoin yang "Ketinggalan Zaman" Masuki Pasar Beruang

marsbit06/03 02:21

活动图片