Sui suffers extended mainnet stall as network activity remains disrupted

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-01-14Terakhir diperbarui pada 2026-01-14

Abstrak

Sui Network experienced a significant mainnet stall on 14 January, disrupting transactions and access to dApps like Slush and SuiScan. The outage, lasting several hours, occurred as validators failed to finalize blocks, sharply reducing network throughput. This disruption comes despite recent positive trends: Sui’s TVL had just rebounded above $1.05 billion, and SUI’s price had risen to around $1.90, up 4.7% on the day. The incident highlights ongoing concerns about network reliability, especially as activity and liquidity were showing signs of recovery. The core team is working on a fix but has not provided a timeline for full restoration.

Sui Network experienced an extended mainnet stall on 14 January, temporarily disrupting transactions and access to ecosystem applications.

In a post shared on X, the Sui team confirmed that the network was “currently experiencing a network stall,” adding that the core development team was actively working on a fix.

The update warned users that dApps such as Slush and SuiScan could be unavailable and that transactions might be delayed or unable to process until normal operations resume.

At the time of writing, the network had not yet fully recovered.

Sui transactions halt as validators fail to finalize blocks

On-chain data from Sui explorers revealed a series of stalled or system-level transactions, characterized by repeated entries and failed attempts to finalize blocks. The downtime has been for almost 3 hours at the time of this writing.

While some programmable transactions continued to appear, overall throughput dropped sharply, indicating that validators were unable to consistently agree on new blocks.

The incident marks one of the more visible disruptions on Sui in recent months. It comes amid renewed attention on the network’s performance during periods of rising activity.

Sui TVL climbs back above $1bn before outage

Despite the stall, recent data from DeFiLlama shows that Sui’s total value locked [TVL] had already staged a notable recovery before the disruption.

As of 14 January, Sui’s TVL stood at approximately $1.05 billion, its highest level in several weeks. This represents a rebound from late-December levels, when TVL hovered around the $900 million mark.

The rise was accompanied by increased decentralized exchange [DEX] activity, with daily DEX volume reaching roughly $371 million on the same day.

The TVL recovery suggests that capital had been flowing back into Sui-based DeFi protocols, even as broader market conditions remained volatile.

SUI price rebounds toward $2 amid higher volume

SUI’s price action also reflected renewed momentum before the network stall.

On the 12-hour chart, SUI was trading at around $1.90, up roughly 4.7% on the day, after rebounding from December lows near $1.40.

Trading volume increased alongside the move, with several recent sessions exhibiting elevated activity compared to late December.

However, the rally remains technically fragile. SUI is still trading well below its November highs above $2.50, and the broader trend since October continues to show lower highs despite the recent bounce.

The ongoing network disruption adds layer of uncertainty for short-term price action, particularly if the stall persists.

Network reliability back in focus

The Sui team has not yet provided a timeline for full restoration, stating only that updates would be shared as they become available.

Until then, users and developers remain unable to rely on normal transaction processing.


Final Thoughts

  • Sui’s extended mainnet stall comes at a moment when the network had begun showing signs of renewed momentum, with TVL rebounding above $1 billion and decentralized trading activity picking up.
  • While the outage has not yet triggered a sharp unwind in on-chain capital or price, the incident puts renewed focus on network reliability as usage and liquidity start to return.

Pertanyaan Terkait

QWhat was the main issue experienced by the Sui Network on 14 January?

AThe Sui Network experienced an extended mainnet stall, which temporarily disrupted transactions and access to ecosystem applications.

QWhat was the state of Sui's Total Value Locked (TVL) just before the network outage occurred?

AJust before the outage, Sui's TVL had staged a notable recovery and stood at approximately $1.05 billion, its highest level in several weeks.

QWhat was the approximate price of SUI and its daily percentage increase at the time of the network stall?

AAt the time of the network disruption, SUI was trading at around $1.90, up roughly 4.7% on the day.

QAccording to the article, what was the primary technical reason for the transaction halt?

AThe transaction halt occurred because validators failed to finalize blocks, as they were unable to consistently agree on new blocks.

QWhat key concern does this network stall raise for the Sui ecosystem, according to the article's 'Final Thoughts'?

AThe incident puts renewed focus on network reliability as usage and liquidity start to return to the Sui ecosystem.

Bacaan Terkait

Pasar Saham AS Alami Jatuhnya Terberat Sejak 2025, Tiga Pemicu Meledakkan Penilaian Ulang Valuasi Saham Teknologi

Pasar saham AS mengalami keruntuhan terburuk sejak krisis tarif April 2025 pada 5 Juni. Indeks Nasdaq anjlok 4,18%, S&P 500 turun 2,64%, dan Dow Jones merosot 695 poin. Tiga pemicu utama diidentifikasi: 1. Laporan keuangan Broadcom mengisyaratkan kemungkinan perlambatan dalam pertumbuhan pendapatan chip AI kuartal depan, memicu kepanikan dan penjualan luas di seluruh sektor semikonduktor. Indeks Philadelphia Semiconductor terjun 10,26%. 2. Data tenaga kerja AS (NFP) bulan Mei jauh melampaui ekspektasi (172.000 vs 80.000), memperkuat kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin tidak akan menurunkan suku bunga dan bahkan berpotensi menaikkannya. Ekspektasi kenaikan suku bunga melonjak di pasar. 3. Bayangan perang Iran dan harga minyak tinggi yang terus-menerus (WTI > $90) memperumit perang Fed melawan inflasi, menambah tekanan pada pasar. Ketiga faktor ini bersama-sama menggoyang narasi dasar pasar: pertumbuhan AI tanpa batas, likuiditas mudah dari Fed, dan inflasi yang telah terkendali. Keruntuhan dengan cepat menyebar ke pasar global di Asia dan Eropa. Apakah ini awal pecahnya gelembung AI? Analisis menunjukkan ini lebih sebagai penyesuaian penilaian ulang (valuasi) daripada keruntuhan narasi sepenuhnya. Permintaan chip AI tetap kuat (pertumbuhan 143% Broadcom), tetapi pasar menjadi lebih realistis mengenai kecepatan pertumbuhan dan harga yang bersedia dibayar. Arah pasar selanjutnya akan bergantung pada pertemuan FOMC Juni, panduan dari perusahaan AI lainnya seperti Nvidia, dan perkembangan situasi di Iran.

marsbit1j yang lalu

Pasar Saham AS Alami Jatuhnya Terberat Sejak 2025, Tiga Pemicu Meledakkan Penilaian Ulang Valuasi Saham Teknologi

marsbit1j yang lalu

AI yang Bisa Membangun Diri Sendiri Melalui 'Rekursi' Menjadi Populer, Google Menuangkan Air Dingin, DeepSeek dkk. Sudah Menyentuh Ujungnya

Konsep Recursive Self-Improvement (RSI), atau kecerdasan buatan yang mampu melatih dan meningkatkan dirinya sendiri secara mandiri, menjadi tren hangat di dunia AI. Beberapa startup seperti Recursive Superintelligence dan proyek Auto-Research dari Andrej Karpathy fokus pada realisasi visi ini. Meski demikian, CEO Google Sundar Pichai menyatakan teknologi ini masih dalam tahap awal dan belum mencapai percepatan skala besar seperti yang dibayangkan. Analisis dari para peneliti membagi kemajuan RSI menjadi tiga tahap: *adequacy* (sistem berjalan tanpa manusia), *parity* (kualitas setara manusia), dan *supremacy* (melebihi kolaborasi manusia-AI). Pencapaian tahap kedua diprediksi akan memicu percepatan yang sangat cepat. Di China, perusahaan seperti DeepSeek dan Baidu secara diam-diam telah menerapkan prinsip-prinsip serupa RSI dalam pengembangan model mereka, seperti optimisasi algoritma efisien dan siklus peningkatan mandiri, meski tidak secara terbuka menyebut istilah RSI. Namun, tantangan RSI tetap ada, termasuk risiko *model collapse* (penurunan kualitas data generasi AI) dan prasyarat lingkungan yang sulit seperti kebutuhan komputasi tak terbatas dan ekosistem penelitian terbuka global. Perkembangan RSI merefleksikan tren di mana peran manusia dalam rantai pengembangan AI secara bertahap berkurang, sebuah proses yang bersifat irreversible.

marsbit3j yang lalu

AI yang Bisa Membangun Diri Sendiri Melalui 'Rekursi' Menjadi Populer, Google Menuangkan Air Dingin, DeepSeek dkk. Sudah Menyentuh Ujungnya

marsbit3j yang lalu

Anthropic Memprediksi secara Global, OpenAI Telah Melampaui "Ambang Keandalan": Akselerasi Mandiri AI Telah Dimulai

**Peringatan Global dari Anthropic: OpenAI Telah Melampaui 'Ambang Keandalan', Memicu Akselerasi Mandiri AI** Anthropic mengeluarkan peringatan mendesak untuk memperlambat atau menghentikan penelitian AI, karena data internal mereka menunjukkan bahwa AI kini mempercepat pengembangan AI itu sendiri, berpotensi mendekati titik kritis perbaikan diri yang rekursif atau "membuat dirinya sendiri." Di sisi lain, Yann Dubois dari tim pasca-pelatihan OpenAI memberikan perspektif mikro: pertumbuhan kemampuan AI sebenarnya linier dan berkelanjutan, tetapi pengguna merasakan "kebergunaan" yang melompat secara diskrit. Ini karena adanya **"ambang keandalan"**. Sebelum mencapai ambang ini, AI hanyalah alat cerdas yang tidak dapat diandalkan sepenuhnya. Setelah melampauinya (sekitar Desember tahun lalu menurut Dubois), AI menjadi seperti karyawan yang dapat dipercaya untuk menangani pekerjaan nyata dan mulai mempercepat perkembangannya sendiri. **Akselerasi Mandiri dan Siklus Penguatan:** Ketika model menjadi cukup andal (misalnya, dalam pemrograman), mereka dapat digunakan untuk membantu peneliti mengembangkan alat dan bahkan melatih generasi model AI berikutnya, menciptakan loop akselerasi yang semakin cepat. Data Anthropic menunjukkan produktivitas kode per insinyur meningkat 8x pada Q2 2026 dibandingkan Q1 2024. **AI sebagai "Kerajinan" (Craft):** Dubois menegaskan bahwa membangun sistem AI yang andal lebih menyerupai kerajinan atau bahkan "alkimia" yang mengandalkan intuisi dan trial-and-error, daripada ilmu pengetahuan murni yang sistematis. Peningkatan keandalan seringkali dicapai dengan menekan "tingkat kesalahan per interval waktu" dalam sistem agen AI. **"Harness" Vertikal dan "Mil Terakhir":** Dubois berpendapat bahwa jika model saat ini "dibekukan" dan fokus dialihkan ke pengembangan *harness* (sistem orkestrasi) yang matang untuk domain spesifik, banyak bidang sudah dapat merasakan fungsi seperti AGI (Kecerdasan Buatan Umum). **Tantangan sebenarnya bukan pada kecerdasan model, tetapi pada "mil terakhir"**—yaitu mengintegrasikan AI dengan sistem yang ada, mengatur izin akses, konektor data, dan alur kerja bisnis tertentu. Inilah peluang besar bagi pengembang dan startup. **Tantangan Masa Depan: Pembelajaran Berkelanjutan (Continual Learning):** Meski memiliki titik awal yang tinggi, model AI saat ini kesulitan untuk terus belajar dan beradaptasi dari pengalaman spesifik di lingkungan barunya seperti manusia. Membentuk kurva pembelajaran AI yang terus naik, bukan mendatar, adalah salah satu masalah terpenting berikutnya.

marsbit3j yang lalu

Anthropic Memprediksi secara Global, OpenAI Telah Melampaui "Ambang Keandalan": Akselerasi Mandiri AI Telah Dimulai

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli SUI

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian SUI Network (SUI) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli SUI Network (SUI) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan SUI Network (SUI) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan SUI Network (SUI) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading SUI Network (SUI)Lakukan trading SUI Network (SUI) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

671 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.12Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli SUI

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga SUI (SUI) disajikan di bawah ini.

活动图片