Shiba Inu rallies 26%, but whales quietly step aside – What happens now?

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-01-05Terakhir diperbarui pada 2026-01-05

Abstrak

Shiba Inu (SHIB) rallied 26% in early January, boosted by Bitcoin's surge above $90k. Despite the price increase, on-chain data indicates that large holders (whales) have been reducing their holdings since late November, suggesting the rally is driven by short-term hype rather than strong accumulation. The top 10 wallets control 62.65% of the supply, though 41% is permanently locked in a burn address. Key support lies at $0.0000085–$0.0000087; a drop below $0.0000078 could signal bearish momentum returning. Low recent on-chain movement implies room for growth, but whale distribution remains a cautionary signal.

Shiba Inu [SHIB] rallied 16.3% on Sunday, the 4th of January. It was up 26% at the time of writing, measured from the start of the new year.

This rally came alongside a Bitcoin [BTC] price bounce above the $90k level, which lent many altcoins bullish short-term momentum.

In a post on X, crypto market data platform Santiment revealed that a good chunk of the memecoin’s supply was concentrated within a few whales’ wallets.

The top 10 largest SHIB holders controlled 62.65% of the entire supply. It must be noted that the wallet containing 41% is a dead wallet and marked a major burn event from May 2021 by Vitalik Buterin.

Measuring SHIB’s on-chain selling pressure

During the 10/10 crash, Shiba Inu went down 43% in 8 hours after a nasty downside wick on Binance. While it saw a bounce immediately after, it marked a strong bearish continuation for SHIB.

Yet, the mean coin age and dormant circulation metrics hardly spiked higher, showing little sell pressure on-chain. This changed in December.

The metrics illuminate the movements of SHIB on-chain, and more movement of long-term dormant tokens creates more considerable changes in the metrics.

These reflect a flurry of large token movements, likely for selling.

In the past few days, even as prices bounced toward local resistance levels, there wasn’t sizeable on-chain SHIB movement. This suggested low profit-taking pressure from holders and that there was more room for growth.

On the other hand, bulls should beware that the larger SHIB wallets have been falling in number since late November, the supply distribution metric showed. Smaller wallets continued to rise in number.

This lack of whale accumulation indicated the current rally was not a product of long-term buying pressure, but short-term hype.

Source: SHIB/USDT on TradingView

For traders, there’s nothing wrong with hype. Any volatility is welcome, so long as it brings about a trend. Shiba Inu does have a trend now that is short-term bullish.

This could morph into a rally that lasts a few weeks if bullish sentiment persists.

The Fixed Range Volume Profile tool showed that the $0.0000085-$0.0000087 area was a high-volume support node, with SHIB testing the Point of Control (red) at the time of writing.

A retracement below the $0.0000078 level would be a sign that the momentum had faltered and bears were beginning to control the market once more.


Final Thoughts

  • The supply in the hands of the top 10 addresses suggests centralization, but investors should remember that 41% is in a burn address, inaccessible forever.
  • The larger SHIB wallets were distributing lately, and a wave of selling was last seen in December.

Pertanyaan Terkait

QWhat was the percentage increase of Shiba Inu (SHIB) on Sunday, January 4th, and how much was it up from the start of the new year at the time of writing?

AShiba Inu rallied 16.3% on Sunday, January 4th, and was up 26% from the start of the new year at the time of writing.

QAccording to Santiment, what percentage of the total SHIB supply is controlled by the top 10 largest holders, and what is significant about the wallet containing 41%?

AThe top 10 largest SHIB holders control 62.65% of the entire supply. The wallet containing 41% is a dead wallet, marking a major burn event from May 2021 by Vitalik Buterin.

QWhat do the mean coin age and dormant circulation metrics indicate about the on-chain selling pressure for SHIB during the crash and in December?

ADuring the crash, the metrics hardly spiked, showing little on-chain sell pressure. However, this changed in December, when the metrics reflected a flurry of large token movements, likely for selling.

QWhat does the recent trend in the number of larger SHIB wallets versus smaller wallets suggest about the nature of the current rally?

AThe number of larger SHIB wallets has been falling since late November, while smaller wallets have increased. This lack of whale accumulation indicates the current rally is a product of short-term hype, not long-term buying pressure.

QAccording to the Fixed Range Volume Profile tool, what price level would signal that the bullish momentum has faltered and bears are taking control?

AA retracement below the $0.0000078 level would be a sign that the momentum had faltered and bears were beginning to control the market once more.

Bacaan Terkait

Anthropic dan OpenAI, Secara Langsung Memotong Logika Saham Kripto Pra-IPO

Anthropic dan OpenAI secara resmi mengeluarkan pernyataan tegas bahwa penjualan atau transfer saham perusahaan tanpa persetujuan dewan direksi adalah **tidak sah dan tidak akan diakui**. Pernyataan ini secara langsung memukul pasar token saham pra-IPO (pre-market) yang banyak mengandalkan struktur **Special Purpose Vehicle (SPV)**. Dalam perdagangan saham pra-IPO, SPV sering digunakan sebagai "perusahaan shell" untuk mengumpulkan dana investor dan secara kolektif membeli saham perusahaan target seperti Anthropic. Platform kemudian menerbitkan token (misal: ANTHROPIC atau OPENAI) yang mengklaim mewakili klaim atas aset ekonomi SPV tersebut. Namun, Anthropic dan OpenAI kini menyatakan bahwa transfer saham ke SPV tanpa otorisasi adalah pelanggaran dan investasi yang ditawarkan pihak ketiga melalui mekanisme ini berpotensi **tidak bernilai atau penipuan**. Pernyataan ini menyebabkan harga token saham pra-IPO seperti ANTHROPIC dan OPENAI di platform seperti PreStocks anjlok tajam (hingga -20% lebih). Alasannya, jika kepemilikan saham di SPV dianggap tidak sah oleh perusahaan, maka token yang mengacu padanya bisa kehilangan landasan nilainya. Namun, kontrak berjangka (futures) pra-IPO yang sepenuhnya mengandalkan taruhan spekulatif pada harga IPO di masa depan relatif stabil, karena produk ini tidak melibatkan kepemilikan saham fisik. Pihak yang pesimis melihat ini sebagai pukulan fatal bagi logika dasar token saham pra-IPO. Sementara pihak lain menganggap ini sebagai pengingat akan risiko yang melekat sejak awal dalam berinvestasi melalui saluran tidak resmi. Pernyataan dari dua raksasa AI ini dianggap sebagai peringatan dan koreksi terhadap pasar yang telah mengalami spekulasi berlebihan dan valuasi tidak realistis.

marsbit20m yang lalu

Anthropic dan OpenAI, Secara Langsung Memotong Logika Saham Kripto Pra-IPO

marsbit20m yang lalu

Anthropic dan OpenAI, Memutuskan Logika Saham Kripto Pra-IPO dengan Tangan Sendiri

Anthropic dan OpenAI baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas yang menolak pengakuan atas setiap penjualan atau transfer saham perusahaan yang tidak disetujui oleh dewan direksi mereka. Pernyataan ini langsung mengguncang pasar token saham pra-IPO (pre-market), terutama yang menggunakan struktur Special Purpose Vehicle (SPV). Kedua raksasa AI itu menekankan bahwa semua transfer saham, termasuk melalui SPV, memerlukan persetujuan resmi. Tanpa itu, transaksi dianggap tidak sah dan tidak akan diakui dalam catatan perusahaan. Ini membuat token saham pra-IPO yang banyak beredar di platform seperti PreStocks—yang klaim nilainya didukung oleh saham asli melalui SPV—menghadapi risiko besar. Jika kepemilikan saham di SPV inti dinyatakan tidak sah, token yang mewakili klaim ekonomi atas SPV tersebut bisa menjadi tidak berharga. Artikel ini menjelaskan bagaimana model SPV, yang sering dipakai untuk memungkinkan investasi tidak langsung ke perusahaan privat, kini rentan. Bahaya bertambah dengan struktur "SPV berlapis" yang mengurangi transparansi, menambah biaya, dan memperbesar risiko jika satu lapisan gagal. Pasar langsung bereaksi: token ANTHROPIC dan OPENAI di platform tertentu anjlok lebih dari 20% dalam sehari. Sementara token yang klaim didukung aset saham tertekan, kontrak berjangka pra-IPO (yang murni spekulasi harga tanpa klaim kepemilikan) relatif stabil. Kejadian ini dilihat sebagai peringatan dan koreksi atas euforia berlebihan di pasar token saham pra-IPO, yang beberapa valuasinya sudah jauh melampaui harga pembiayaan resmi perusahaan.

Odaily星球日报26m yang lalu

Anthropic dan OpenAI, Memutuskan Logika Saham Kripto Pra-IPO dengan Tangan Sendiri

Odaily星球日报26m yang lalu

Karyawan yang Membeli Langganan AI hingga Jatuh Miskin

Judul: Karyawan yang Terjebak dalam Kemiskinan karena Berlangganan AI Penggunaan AI kini menjadi tuntutan keras di tempat kerja, dengan perusahaan besar hingga kecil mendorong karyawan untuk mengadopsinya. Namun, biaya berlangganan alat-alat AI seperti Cursor, ChatGPT Plus, Midjourney, dan lainnya seringkali harus ditanggung sendiri oleh karyawan, karena banyak perusahaan tidak menyediakan anggaran atau reimbursement. Beberapa karyawan terpaksa mengeluarkan ratusan hingga ribuan yuan per bulan untuk mempertahankan produktivitas dan menghindari ketertinggalan. Cerita mereka beragam: Long Shen, programmer front-end, menggunakan AI untuk mengerjakan 80-90% tugas pengkodean, membantunya naik pangkat tiga kali dalam setahun. Namun, dia merasa waktu luang yang dihasilkan justru diisi dengan "pura-pura sibuk" karena takut diberikan tugas baru. Fang Fang, desainer di perusahaan otomotif, harus menggunakan perangkat pribadi dan membayar sendiri untuk alat AI guna memenuhi permintaan atasan akan gambar AI yang "futuristik", meski prosesnya rumit dan hasilnya tidak selalu memuaskan. Li Huahua, programmer di BUMN, merasa tertekan dan penuh kecurigaan setelah mengetahui rekan di perusahaan swasta meningkatkan KPI setelah menggunakan AI, khawatir dirinya akan tergantikan. Di sisi lain, Jin Tu, mantan profesional konten yang kini berwirausaha, melihat investasi dalam langganan AI sebagai nilai tambah besar, membantunya membangun sistem pengetahuan pribadi dan bahkan membuat website dari nol. Namun, secara umum, AI telah menciptakan dilema: di satu sisi meningkatkan efisiensi individu, di sisi lain berpotensi meningkatkan beban kerja secara kolektif, mengikis pengakuan atas kreativitas manusia, dan menciptakan ketergantungan teknologi yang sulit dilepaskan. Karyawan terjebak dalam siklus membayar untuk bekerja, dengan "masa gratis" alat AI berangsur hilang, meninggalkan pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya diuntungkan dalam revolusi produktivitas ini.

marsbit1j yang lalu

Karyawan yang Membeli Langganan AI hingga Jatuh Miskin

marsbit1j yang lalu

Pewaris Kerajaan Triliunan SK Hynix

Pada November 2024, di acara peringatan 50 tahun Korean Scholarship Foundation, AI menghidupkan kembali mendiang pendiri SK Group, Choi Jong-hyun, menyampaikan pesan kepada cucu-cucunya. Anaknya, Choi Tae-won, CEO SK saat ini, menghadiri acara tersebut bersama putri sulungnya, Choi Yun-jung, dan putra sulungnya, Choi In-geun, menekankan pentingnya warisan keluarga. SK Hynix, dengan kenaikan saham 700% dan valuasi mencapai 1.000 triliun Won, kini menjadi aset terbesar di Korea. Namun, skenario suksesi tradisional chaebol—yang berpusat pada putra sulung, kepemilikan saham, dan pernikahan strategis—tampak tidak berlaku bagi ketiga anak Choi Tae-won. **Choi Yun-jung** (lahir 1989) dianggap kandidat penerus paling jelas. Dengan latar belakang biologi, konsultan di Bain, dan gelar master dari Stanford, ia kini memimpin divisi pengembangan bisnis di SK Bioscience dan departemen pendukung pertumbuhan di SK Inc. Pernikahannya dengan pendiri startup AI mencerminkan pergeseran jaringan elit. **Choi Min-jung** (lahir 1991) mengambil jalur unik: ia secara sukarela bertugas di Angkatan Laut Korea, ditempatkan di kapal perusak dan misi anti-bajak laut. Setelah itu, ia bekerja di divisi kebijakan global SK Hynix di Washington D.C. Kini ia adalah pendiri startup perawatan kesehatan berbasis AI. Pernikahannya dengan mantan perwira Korps Marinir AS memperkuat koneksi globalnya. **Choi In-geun** (lahir 1995), putra sulung yang secara tradisional diharapkan menjadi penerus, justru paling diam. Setelah lulus dari Brown University dan bekerja di SK E&S, ia bergabung dengan McKinsey Seoul, sebuah langkah pelatihan eksternal yang umum. Ia tidak memegang saham dan jarang muncul di publik. Latar belakang perceraian orang tua mereka yang berlarut-larut dan gugatan hukum senilai triliunan Won juga membentuk narasi keluarga. Ketiga anak secara diam-diam mengajukan petisi ke pengadilan selama proses perceraian. Kesimpulannya, seiring SK Hynix menjadi aset geopolitik global di era AI, penerus generasi ketiga SK tidak mengikuti naskah lama. Warisan yang mereka hadapi bukan lagi soal kendali perusahaan tunggal, tetapi tentang navigasi dalam ekosistem AI global, kebijakan teknologi, dan inovasi lintas sektor. Visi Choi Tae-won tentang "mengingat sumber air" berarti mereka harus menemukan cara baru untuk "menggali sumur" di era mereka sendiri.

marsbit1j yang lalu

Pewaris Kerajaan Triliunan SK Hynix

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli SHIB

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian SHIBA INU (SHIB) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli SHIBA INU (SHIB) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan SHIBA INU (SHIB) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan SHIBA INU (SHIB) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading SHIBA INU (SHIB)Lakukan trading SHIBA INU (SHIB) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

968 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.11Diperbarui pada 2025.03.21

Cara Membeli SHIB

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga SHIB (SHIB) disajikan di bawah ini.

活动图片