Dalam percakapan dengan Stephen Bartlett di podcast "The Diary of a CEO", Chairman Eksekutif Strategy menggambarkan AI sebagai alat untuk memecahkan masalah yang belum pernah dihadapi oleh sistem keuangan tradisional. Ia memulai diskusi dengan pernyataan sederhana: "Bitcoin adalah modal digital. AI adalah kecerdasan digital." Ia menekankan bahwa bersama-sama, teknologi-teknologi ini mengubah wajah bisnis, pasar, tenaga kerja, dan kesejahteraan jangka panjang.
Saylor Klaim AI Memecahkan Masalah yang Tak Bisa Ditangani Manusia
Klaim utama Saylor menyangkut upaya Strategy dan perusahaan Digital Asset Treasury (DAT) untuk terus menarik modal setelah opsi pendanaan yang lebih tradisional habis. Menurutnya, perusahaan telah menjadi salah satu penerbit obligasi konversi terbesar di dunia untuk mendanai pembelian bitcoin tambahan. Pada akhirnya, pendekatan ini mencapai batas praktisnya.
Daripada mengabaikan strateginya, perusahaan, menurut Saylor, beralih ke model AI generatif ChatGPT untuk mengeksplorasi jenis sekuritas keuangan yang sama sekali baru. Hasilnya adalah STRK—struktur saham preferen yang dirancang untuk menghubungkan instrumen utang dan ekuitas, sambil memastikan pembelian bitcoin tambahan. Saylor mencatat bahwa instrumen seperti itu sebelumnya tidak pernah ada.
"Tahun lalu, kami menghasilkan 15 miliar dolar dengan bantuan AI," jelas Saylor kepada Bartlett. Pendiri Strategy juga menambahkan:
"AI memberi kami solusi untuk masalah yang belum pernah dihadapi siapa pun dalam sejarah dunia."
Ia menjelaskan bahwa pengacara dan banker investasi awalnya menentang ide ini karena belum pernah menemui struktur serupa sebelumnya. Sebaliknya, AI mengusulkan pendekatan alternatif yang pada akhirnya membantu perusahaan menciptakan produk yang mampu menarik miliaran dolar dari investor.
Bitcoin dan AI — Inti dari Tesisnya
Sepanjang wawancara, Saylor berulang kali menghubungkan bitcoin dan kecerdasan buatan. Ia mengkarakterisasi bitcoin sebagai bentuk modal digital pertama di dunia, dan menyebut AI sebagai lompatan besar berikutnya dalam kecerdasan digital.

Menurut Saylor, kedua teknologi memecahkan masalah yang berbeda. Bitcoin memungkinkan individu dan perusahaan memiliki aset yang dapat ditransfer ke seluruh dunia tanpa melibatkan banyak perantara keuangan, sementara AI secara signifikan meningkatkan produktivitas tenaga kerja dengan membantu manusia memecahkan masalah yang semakin kompleks.
Ia berpendapat bahwa wirausahawan harus berhenti bersaing langsung dengan AI dan sebaliknya memanfaatkannya untuk menciptakan produk dan layanan yang sebelumnya tampak mustahil.
Saylor mengatakan kepada pembawa acara podcast "The Diary of a CEO":
"Jangan mencoba bekerja lebih keras daripada robot. Anda perlu meminta AI melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan siapa pun sebelumnya."
Mengapa Ia Masih Lebih Memilih Bitcoin daripada Aset Sistem Keuangan Tradisional (TradFi)
Percakapan juga menyentuh kembali salah satu topik lama yang menjadi fokus Saylor: melestarikan daya beli.
Ia berpendapat bahwa inflasi secara konsisten mengurangi nilai mata uang fiat dalam periode yang panjang, memberikan contoh historis yang menurutnya menunjukkan hilangnya daya beli dolar AS selama beberapa generasi. Ia membandingkannya dengan aset paling langka di dunia, seperti saham, properti komersial, emas, dan bitcoin, yang ia gambarkan sebagai alat penyimpan nilai jangka panjang yang lebih andal daripada menyimpan uang tunai.
Saylor juga mempertanyakan rekomendasi tradisional mengenai kepemilikan rumah. Mengakui bahwa properti hunian dapat naik harganya, ia berpendapat bahwa pajak properti yang terus-menerus, asuransi, dan biaya pemeliharaan mengurangi pengembalian jangka panjang di banyak yurisdiksi. Menurutnya, properti komersial sering menunjukkan pengembalian yang lebih baik karena biaya ini sering kali dapat dikompensasi oleh pendapatan sewa.
Bagi Saylor, bitcoin memiliki keunggulan lain. Berbeda dengan aset fisik, ia menjelaskan, bitcoin dapat ditransfer melintasi batas dalam hitungan detik tanpa perlu persetujuan dari banyak bank atau pemerintah, menjadikannya sangat berharga dalam periode ketidakpastian ekonomi atau politik.
AI Akan Mengubah Profesi Lebih Cepat dari yang Banyak Orang Perkirakan
Sebagian besar diskusi beralih dari topik investasi ke dampak ekonomi kecerdasan buatan yang lebih luas.
Saylor memprediksi bahwa AI akan mengotomatisasi banyak jenis pekerjaan intelektual, termasuk akuntansi, penelitian hukum, dan penyusunan dokumen. Ia menekankan bahwa ini tidak berarti manusia akan berhenti menciptakan nilai. Sebaliknya, profesi masa depan akan semakin fokus pada mengelola AI, bukan melakukan pekerjaan berulang sendiri.
Ia mendesak kaum muda untuk mempelajari teknologi yang masih menanjak dalam "kurva-S" inovasi, alih-alih industri yang sebagian besar telah mencapai kematangan. Menurutnya, kemampuan untuk bekerja dengan AI kemungkinan akan lebih berharga daripada menguasai tugas-tugas yang segera akan dilakukan perangkat lunak secara otomatis.
Ia juga membantah ide bahwa AI akan menghilangkan kebutuhan akan uang. Menanggapi komentar Elon Musk tentang masa depan kelimpahan materi, Saylor menyatakan bahwa meskipun teknologi dapat membuat barang-barang kebutuhan sehari-hari lebih murah, aset langka akan terus ada, membuat kekayaan dan modal tetap penting.
Apa yang Akan Datang Selanjutnya
Saylor mengkarakterisasi baik bitcoin maupun kecerdasan buatan sebagai teknologi yang masih berada pada tahap adopsi awal. Ia percaya bahwa perusahaan yang menggabungkan modal digital dengan kecerdasan digital akan menciptakan produk keuangan dan model bisnis yang sama sekali baru dalam beberapa tahun mendatang.
Apakah prediksi ini akan terbukti, waktu yang akan menjawabnya. Sudah jelas sekarang bahwa Strategy terus memperluas dan mengubah strategi korporatnya yang berfokus pada bitcoin, sementara Saylor semakin sering mempresentasikan AI sebagai alat yang mampu mempercepat tahap pertumbuhan perusahaan berikutnya. Wawancara ini menunjukkan bahwa ia memandang kombinasi bitcoin dan AI bukan sebagai tren terpisah, melainkan sebagai dua teknologi yang kemungkinan akan mendefinisikan generasi keuangan dan kewirausahaan berikutnya.





