Ripple CEO Garlinghouse Named Harvard Business Leader Of The Year

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-04-27Terakhir diperbarui pada 2026-04-27

Ripple CEO Brad Garlinghouse has been honored as the 2026 Business Leader of the Year by the Harvard Business School Association of Northern California, giving one of crypto’s most prominent executives a high-profile recognition from the Bay Area business establishment. The award places Ripple’s payments and digital-asset strategy in a broader conversation about financial infrastructure, regulation and institutional adoption.

The event was held Tuesday, April 21, at the Julia Morgan Ballroom in San Francisco, with more than 250 entrepreneurs, investors, business leaders and HBS alumni in attendance, according to the association’s post shared on LinkedIn. Ripple said the evening included a fireside conversation between Garlinghouse and Ripple co-founder and executive chairman Chris Larsen, focused on more than a decade of building the company and what comes next.

Harvard Honors Ripple CEO

HBSANC framed the recognition around Garlinghouse’s role in payments infrastructure, digital assets and Bay Area business leadership. The association said it was “proud to honor Brad Garlinghouse” and described Ripple’s mission as enabling “faster, more efficient global money movement.” In its event materials, the group highlighted Ripple’s push to move, store, exchange and manage value across borders in seconds rather than days, while reducing costs and improving transparency.

Garlinghouse’s tenure at Ripple has been defined not only by product expansion, but also by the company’s long-running fight for regulatory clarity in the United States.

HBSANC described him as a central voice in the debate over digital-asset regulation and pointed to Ripple’s legal victory against the Securities and Exchange Commission as part of the backdrop for the award. The association said his leadership during that period reflected “resilience” and “steadfast conviction,” language that tracks closely with how Ripple and XRP supporters have viewed the company’s posture through the SEC case.

The award also ties Garlinghouse’s current profile back to a longer Silicon Valley career. Before joining Ripple, he held senior roles at Yahoo, where he worked on products including Yahoo Mail and Messenger, later served as president of consumer applications at AOL and was CEO of Hightail. HBSANC also referenced his widely circulated “Peanut Butter Manifesto,” the Yahoo strategy memo that became shorthand in Silicon Valley for focus and product discipline.

Notably, Harvard’s own investment arm has also disclosed crypto exposure through SEC 13F filings: Harvard Management Company cut its iShares Bitcoin Trust position by roughly 21% in the fourth quarter of 2025, but still held more than $265 million in IBIT, its largest publicly disclosed holding, while opening a new Ethereum ETF position of nearly 4 million shares valued at about $86.8 million.

At press time, XRP traded at $1.4151.

XRP closed above the 200-week EMA, 1-week chart | Source: XRPUSDT on TradingView.com

Bacaan Terkait

Robert Kiyosaki Menceritakan Ramalan Mentornya tentang Kemunculan Bitcoin dan AI

Pengusaha dan penulis "Rich Dad Poor Dad" Robert Kiyosaki membagikan pengaruh mentor Richard Buckminster Fuller terhadap pandangan dunianya. Kiyosaki menghubungkan prediksi teknologi Fuller puluhan tahun lalu dengan kemunculan Bitcoin dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Ia mengutip Fuller yang disebutnya meramalkan perubahan besar seperti Bitcoin dan bangkitnya AI. Dalam tulisannya, Kiyosaki lebih menekankan ajaran Fuller tentang tujuan hidup. Ia mengutip perkataan Fuller bahwa manusia "milik alam semesta" dan menemukan tujuan sejati dengan "mendedikasikan hidup untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain." Kiyosaki mengaku butuh waktu untuk memahami pesan ini, yang akhirnya mendorongnya beralih dari karier di bisnis musik (bekerja untuk band seperti The Police dan Iron Maiden) menciptakan permainan finansial Cashflow dan menulis buku larisnya. Kiyosaki juga mengulangi keyakinannya pada aset kripto. Ia dikenal sebagai pendukung Bitcoin dan Ethereum, yang dilihatnya sebagai pelindung kekayaan dari masalah sistem keuangan tradisional. Dia mengaku membeli Bitcoin saat investor lain panik. Prediksinya termasuk potensi keruntuhan pasar besar pada 2026, yang bisa menjadi peluang bagi investor yang siap dengan aset seperti Bitcoin, Ethereum, emas, dan perak. Dia pernah memprediksi Bitcoin bisa mencapai $750.000 dan Ethereum $95.000 di masa depan.

cryptonews.ru2j yang lalu

Robert Kiyosaki Menceritakan Ramalan Mentornya tentang Kemunculan Bitcoin dan AI

cryptonews.ru2j yang lalu

CEO Etherealize Sebut Blockchain Tertutup Wall Street sebagai 'Perlombaan ke Bawah'

Pendiri dan CEO Etherealize, Vivek Raman, mengkritik minat Wall Street yang tumbuh terhadap blockchain tertutup atau *permissioned*. Dalam wawancara dengan CoinDesk, Raman menyatakan bahwa jaringan konsorsium semacam itu memecah likuiditas dan mengembalikan industri ke sistem terisolasi, yang justru ingin dihapus oleh teknologi blockchain. Gelombang baru proyek semacam ini disebutnya sebagai "perlombaan ke dasar". Menurut Raman, sirkuit tertutup tidak saling berinteraksi dan merusak dua keunggulan kunci teknologi blockchain: interoperabilitas sistem dan konsentrasi likuiditas. Etherealize mempromosikan Ethereum sebagai lapisan dasar terbuka untuk pelaku institusional. Raman bersikeras bahwa privasi dan pembatasan akses seharusnya dibangun di atas infrastruktur publik — pada tingkat aplikasi atau solusi Lapisan-2 — bukan dengan membuat banyak jaringan tertutup terpisah. Dia membandingkan Ethereum dengan HTTP sebagai fondasi, sedangkan lapisan tambahan dengan akses terbatas dan privasi seperti HTTPS. Contoh dari gelombang terbaru solusi "tertutup" ini adalah Canton Network dari Digital Asset, proyek Arc dari Circle, dan Tempo dari Stripe. Raman menyebut fenomena ini sebagai "rantai konsorsium 2.0," dan mengingatkan pada inisiatif antarbank R3 dan ekosistem perusahaan Hyperledger yang tidak berkembang, yang banyak dipromosikan sejak 2016. Raman menegaskan keyakinannya bahwa infrastruktur global dan terbuka (*permissionless*) diperlukan sebagai lapisan dasar. Dia juga mengingatkan bahwa pada Juni, dia menyatakan lembaga keuangan tradisional telah mulai mengadopsi solusi berbasis Ethereum ke dalam proses bisnis nyata.

cryptonews.ru2j yang lalu

CEO Etherealize Sebut Blockchain Tertutup Wall Street sebagai 'Perlombaan ke Bawah'

cryptonews.ru2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片