Perusahaan Robinhood merilis hasil keuangan untuk kuartal II tahun 2026. Pendapatan mencapai rekor $1,31 miliar, laba bersih — $573 juta. EBITDA yang disesuaikan mencapai $741 juta dengan margin 57%.
Namun, laba bersih sebagian didukung oleh faktor-faktor sekali jalan. Laba ini mencakup $129 juta pendapatan, terutama berkat de-konsolidasi Robinhood Ventures Fund I. Hal ini menambah sekitar $0,14 pada laba per saham terdilusi (EPS). Dengan demikian, hampir 23% laba kuartal perusahaan berasal dari operasi investasi sekali jalan, bukan dari aktivitas operasional utama, seperti dikutip dalam siaran pers.
Pasar Prediksi Menyalip Kripto dan Saham
Pergeseran struktural dalam laporan ini adalah berubahnya pasar prediksi menjadi salah satu komponen kunci bisnis transaksional. Pendapatan dari kontrak peristiwa mencapai $156 juta — tumbuh lebih dari sepuluh kali lipat year-on-year. Sebagai perbandingan: pendapatan dari saham adalah $129 juta (+95%), dari kripto — $100 juta (-38%). Volume kontrak peristiwa tumbuh lebih dari sepuluh kali lipat — menjadi 13,6 miliar kontrak. Perusahaan juga meluncurkan Rothera — bursa berlisensi CFTC dan platform kliring dalam kemitraan dengan Susquehanna International Group.
Pendapatan dari transaksi secara keseluruhan tumbuh 44% — menjadi $776 juta dan membentuk sekitar 59% dari total pendapatan. Komponen terbesar tetap opsi — $342 juta (+29%).
Kripto: Penurunan Kinerja Saat Ini dan Ekspansi Strategis
Bidang kripto tampak lemah dalam hasil keuangan kuartal ini: pendapatan turun 38% — menjadi $100 juta, volume perdagangan organik dalam aplikasi menyusut 35% — menjadi $18 miliar. Total volume kripto mencapai $40 miliar, tetapi $22 miliar di antaranya berasal dari Bitstamp yang baru diakuisisi — artinya lebih dari setengah volume terkonsolidasi disediakan bukan oleh aktivitas organik.
Namun, perusahaan secara agresif memperluas infrastruktur kripto: menyelesaikan akuisisi WonderFi Kanada, meluncurkan jaringan utama publik Robinhood Chain, menawarkan saham yang ditokenisasi di lebih dari 120 negara, meluncurkan pinjaman terdesentralisasi Robinhood Earn, menambahkan futures tanpa tanggal jatuh tempo di Uni Eropa, dan berencana meluncurkan produk kripto di Inggris.
Sebagai pengingat, kami sebelumnya melaporkan bahwa sektor saham yang ditokenisasi di Robinhood Chain tumbuh hampir tujuh kali lipat sejak peluncuran jaringan.
end-content





