No Rate Cut by the US Fed Likely, Crypto Prices to Move Accordingly

TheNewsCryptoDipublikasikan tanggal 2026-03-18Terakhir diperbarui pada 2026-03-18

Abstrak

The escalating conflict in the Middle East has reduced the likelihood of a US Federal Reserve rate cut in the upcoming meeting. Rising oil prices, now exceeding $100 per barrel, are fueling inflationary or stagflationary pressures in the US. This could influence cryptocurrency markets, which have recently shown strong weekly gains—Bitcoin and Ethereum rose 6.23% and 13.97%, respectively. In contrast, traditional safe-haven assets like gold and silver declined. The Fed aims to maintain steady rates to balance inflation risks and economic stability. Additional factors, such as proposed tariff policies and weakened consumer sentiment, further complicate the economic outlook.

The growing conflict in the Middle East has brought the possibility of no rate cut by the US Fed in the next meeting. Oil prices are rising, and that is creating a scenario for inflation, or stagflation, in the US. Crypto prices, which have recovered significantly over a week, could change their movement if the war escalates or stays the same for a longer time.

US Fed and the Rate Cut

The US Federal Reserve was less likely to slash lending rates in the next meeting. The scenario seems to be getting a firm grip, with a constant escalation in the Middle East. It is now speculated that the US Fed could keep the rate steady to manage the war shock.

The central bank is aiming to achieve a 2% inflation rate. It last achieved a 2.4% rate in February 2026. March could see a higher rate, given that the oil price surpassed $100 and is still above the expected average price of $80.

Gasoline price, on average in America, was $3.79 against a gallon on Tuesday. That is 25% higher than the pre-war days. The US Fed is reportedly attempting to balance high-price possibility and potential risk to the job or growth market.

Crypto Prices

That brings all the attention to crypto prices. There has been a significant weekly recovery for top tokens, like BTC and ETH. For instance, Bitcoin tokens are up by 6.23%, and Ethereum tokens have gained 13.97% to trade at $73,982.93 and $2,315.67, respectively, at the time of writing this article.

Gold and Silver, in contrast, have declined by 4.19% and 7.71%, applicable in the same order, during the same timeline. Nevertheless, it remains to be seen how crypto prices react when, and if, rates are actually kept steady and the possibility of inflation or stagflation brews hotter.

Inflation/Stagflation Outlook

The outlook is drawn on the grounds of the ongoing war in Iran. But that’s not the sole reason for the complete picture. It is joined by Trump’s tariff policies, which could impact growth and prices. A report that surfaced earlier underlined a decline in consumer sentiment.

The study was done from February 17 to March 09, with the early days of March 2026 almost reversing the optimistic outlook that was shared in the previous month. One of the key concerns of participants turned out to be the difficulty in managing personal finance.

Highlighted Crypto News Today:

Tim Scott Signals Breakthrough on Stablecoin Yield Dispute

TagsCrypto Pricerate cutUS Federal

Pertanyaan Terkait

QWhy is the US Federal Reserve less likely to cut rates in its next meeting?

AThe growing conflict in the Middle East has caused oil prices to rise, creating a scenario for inflation or stagflation. The Fed is likely to keep rates steady to manage the economic shock from the war.

QWhat is the US Federal Reserve's target inflation rate, and when was it last achieved?

AThe US Federal Reserve aims to achieve a 2% inflation rate. It last achieved a rate of 2.4% in February 2026.

QHow have Bitcoin and Ethereum prices performed recently according to the article?

ABitcoin tokens are up by 6.23% to $73,982.93, and Ethereum tokens have gained 13.97% to $2,315.67 at the time of writing.

QWhat are the two main factors contributing to the inflation or stagflation outlook mentioned in the article?

AThe two main factors are the ongoing war in the Middle East, which has driven up oil prices, and Trump's tariff policies, which could impact growth and prices.

QWhat was a key concern for participants in the consumer sentiment study conducted from February 17 to March 09, 2026?

AOne of the key concerns for participants was the difficulty in managing personal finance.

Bacaan Terkait

OpenAI Tidak Lagi Mengandalkan Model Termahal untuk Menghasilkan Uang

OpenAI tidak lagi mengandalkan model termahal untuk menghasilkan uang. Pada 30 Juli, perusahaan mengumumkan penyesuaian harga, menurunkan harga model GPT-5.6 Luna sebesar 80% dan Terra sebesar 20%. Yang lebih penting dari angka penurunan harga adalah pesan intinya: untuk banyak tugas, model terkuat (seperti Sol) tidak selalu diperlukan. OpenAI secara eksplisit merekomendasikan strategi di mana model mahal (Sol) menangani perencanaan dan analisis kompleks, sementara model yang lebih terjangkau (Luna) mengeksekusi tugas, menulis kode, dan menjalankan pengujian. Pergeseran ini mencerminkan perubahan industri AI dari hanya mengejar kecerdasan tertinggi menuju optimisasi biaya dan efisiensi untuk penggunaan skala besar. Anthropic juga mengikuti pola serupa dengan meluncurkan Claude Opus 5 dengan harga setengah dari model andalannya, Fable 5. Kedua raksasa Silicon Valley ini menunjukkan bahwa model flagship kini berfungsi lebih untuk nilai merek dan pembuktian teknologi, sementara model "kendaraan massal" yang lebih murah (seperti Luna, Terra, Opus) yang akan mendorong adopsi komersial luas dan menghasilkan pendapatan utama. OpenAI mengungkapkan bahwa penurunan biaya ini sebagian didorong oleh model AI (Sol) yang mengoptimalkan kode produksi dan alur kerjanya sendiri, menciptakan siklus peningkatan efisiensi yang dapat mempercepat penurunan biaya di masa depan. Intinya, kompetisi AI bergeser dari "siapa yang paling pintar" menjadi "mana yang paling bernilai". Perusahaan tidak lagi membeli satu model tunggal, tetapi merancang sistem dengan beberapa model yang cocok untuk tugas yang berbeda—mirip dengan arsitektur komputasi awan. Tujuan akhir OpenAI adalah membangun ekosistem yang mengunci alur kerja pengembang melalui volume panggilan API yang sangat besar dan biaya yang sangat rendah, sehingga menciptakan daya tarik yang kuat. Ketika AI menjadi murah dan tersebar luas seperti listrik, tertanam dalam setiap proses tanpa diperdebatkan, era sesungguhnya baru dimulai.

marsbit1j yang lalu

OpenAI Tidak Lagi Mengandalkan Model Termahal untuk Menghasilkan Uang

marsbit1j yang lalu

Gaji Puluhan Miliar untuk Rebut Tukang Listrik, Meta Buru-buru Buka Sekolah Kejuruan Sendiri

Perlombaan AI kini menghadapi hambatan baru: **kelangkaan tenaga ahli teknik**, terutama tukang listrik. Proyek data center raksasa seperti "Stargate" OpenAI membutuhkan ratusan pekerja konstruksi yang bekerja hingga 7 hari seminggu. Menurut prediksi, AS membutuhkan **130.000 tukang listrik tambahan** hingga 2030, namun puluhan ribu lowongan per tahun tetap tak terisi. Gaji yang ditawarkan sangat tinggi, mencapai **$240.000-$280.000 per tahun** untuk tukang listrik andal. Namun, kelambatan proyek karena kekurangan tenaga kerja bisa menyebabkan kerugian **$14,2 juta per bulan**. Presiden Microsoft menyebut kelangkaan tukang listrik sebagai **hambatan utama** ekspansi data center. Kompleksitas data center AI sangat tinggi karena kebutuhan daya besar (setara puluhan ribu rumah), sistem distribusi listrik rumit, dan tantangan pendinginan yang membutuhkan ahli pipa dan HVAC. Akibatnya, perusahaan seperti Meta dan Alphabet berinvestasi besar dalam pelatihan. Meta mengalokasikan **$115 juta** untuk mendirikan sekolah pelatihan konstruksi, menawarkan program gratis dengan tunjangan hidup. Upaya ini menarik minat generasi Z, dengan lonjakan pendaftaran sekolah kejuruan. Namun, tantangan berlanjut: konsumsi listrik data center AI melonjak **84,2% per tahun**, mendorong harga listrik naik. Selain itu, pekerjaan konstruksi bersifat proyek - setelah data center selesai, ribuan pekerja terlatih harus mencari pekerjaan baru, berpotensi membanjiri sektor lain dan menekan upah. Masa depan pasar tenaga kerja teknik pasca-boom AI masih belum pasti.

marsbit1j yang lalu

Gaji Puluhan Miliar untuk Rebut Tukang Listrik, Meta Buru-buru Buka Sekolah Kejuruan Sendiri

marsbit1j yang lalu

The Fed Harus Naikkan Suku Bunga di September? Bagaimana Tekanannya pada Crypto dan Saham AS?

Pasar telah meningkatkan perkiraan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September menjadi lebih dari 73%, meningkat pesat dari kurang dari 53% sepekan sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh perbedaan suara dalam rapat The Fed Juli (9-3) dan kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak, yang didorong oleh ketegangan geopolitik di dekat Selat Hormuz. Kunci penentu berikutnya adalah data CPI bulan Juli pada 12 Agustus. Jika inflasi menunjukkan kenaikan berlanjut, probabilitas kenaikan suku bunga September akan semakin kuat. Untuk aset kripto seperti Bitcoin, ekspektasi kenaikan suku bunga biasanya menekan harga karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tidak menghasilkan dan menarik aliran modal ke aset yang lebih aman. Namun, dampaknya mungkin terbatas jika pasar memandang kenaikan ini sebagai akhir dari siklus pengetatan. Saham AS terkait kripto (seperti Coinbase, MicroStrategy) cenderung bereaksi lebih volatil. Kenaikan suku bunga meningkatkan tingkat diskonto dalam valuasi, memberi tekanan lebih besar pada saham pertumbuhan dan teknologi. Hal ini bertepatan dengan musim laporan keuangan dimana investor kini lebih kritis, menilai apakah pengeluaran modal besar-besaran untuk AI dapat benar-benar menghasilkan pendapatan dan arus kas. Perusahaan dengan cerita pertumbuhan lemah dan arus kas negatif mungkin menghadapi volatilitas lebih tinggi jika The Fed benar-benar menaikkan suku bunga.

marsbit1j yang lalu

The Fed Harus Naikkan Suku Bunga di September? Bagaimana Tekanannya pada Crypto dan Saham AS?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片