Metaplanet menyetujui perubahan struktur modalnya pada Senin, memungkinkan pemegang Bitcoin korporat terbesar di Jepang untuk mengumpulkan dana melalui saham preferen berdividen yang ditujukan bagi investor institusional.
Investor menyetujui lima proposal yang secara kolektif memperluas kemampuan Metaplanet untuk menerbitkan saham preferen, memperkenalkan mekanisme dividen baru, dan membuka partisipasi bagi modal institusional luar negeri, kata Dylan LeClair, direktur strategi Bitcoin perusahaan.
Langkah-langkah yang disetujui termasuk mengklasifikasi ulang cadangan modal untuk memungkinkan dividen saham preferen dan potensi pembelian kembali, menggandakan jumlah sah saham preferen Kelas A dan Kelas B yang diizinkan, serta mengubah struktur dividen untuk memperkenalkan pembayaran mengambang dan periodik.
Selain itu, Metaplanet mengizinkan penerbitan saham preferen Kelas B kepada investor institusional internasional.
Metaplanet memegang sekitar 30.823 Bitcoin (BTC) pada saat berita ini ditulis, senilai $2,75 miliar, menurut Bitcoin Treasuries. Hal ini menjadikan perusahaan sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di Asia, dan terbesar keempat di dunia.
Saham preferen dan akses institusional
Proposal yang disetujui menandai pergeseran dari pendekatan pertumbuhan murni melalui pengenceran (dilusi) ke pendekatan pasar yang lebih tradisional, di mana sekuritas penghasil pendapatan berdampingan dengan strategi neraca yang berfokus pada Bitcoin.
Alih-alih menawarkan hasil (yield) Bitcoin langsung, Metaplanet menggunakan ekuitas preferen untuk mengemas eksposur terhadap kepemilikan Bitcoin korporatnya dalam format yang familiar bagi lembaga.
Salah satu perubahan paling notable adalah amandemen untuk saham preferen Kelas A perusahaan untuk mengadopsi struktur dividen mengambang bulanan yang dikenal sebagai "Metaplanet Adjustable Rate Security".
Desain ini memungkinkan investor menerima pendapatan rutin, yang selaras dengan kebutuhan institusional akan arus kas yang dapat diprediksi.
Saham preferen Kelas B juga diubah untuk mencakup dividen triwulanan, hak beli (call) penerbit 10 tahun pada 130% dari nilai nominal, dan opsi jual (put option) investor jika perusahaan tidak menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO) dalam waktu satu tahun.
Terkait: Penolakan MSCI terhadap Bitcoin seperti menghukum Chevron karena minyak: CEO Strategy
Ini berarti Metaplanet dapat membeli kembali sahamnya setelah 10 tahun dengan harga premium, sementara investor berhak keluar lebih awal jika perusahaan tidak go public dalam satu tahun.
Fitur-fitur ini mencerminkan perlindungan yang umum terlihat di pasar kredit privat dan ekuitas terstruktur, mengurangi risiko penurunan (downside risk) bagi penyedia modal jangka panjang.
Selanjutnya, dengan menargetkan lembaga luar negeri, Metaplanet memungkinkan investor global yang mungkin menginginkan eksposur Bitcoin tanpa harus memegang langsung BTC spot atau saham biasa yang volatil.
Metaplanet berekspansi ke pasar global
Metaplanet adalah salah satu perusahaan publik yang berfokus pada Bitcoin yang paling banyak dipantau di Asia.
Perusahaan ini sering dibandingkan dengan model treasury korporat Bitcoin yang berbasis di AS, meskipun beroperasi dalam lingkungan pasar modal dan regulasi Jepang.
Pendekatan perusahaan ini menyoroti bagaimana perusahaan non-AS menyesuaikan strategi Bitcoin dengan kendala pasar lokal sambil tetap mengejar modal global.
Pada Jumat, perusahaan mengumumkan bahwa mereka akan mulai diperdagangkan di AS di pasar over-the-counter melalui American Depositary Receipts. Pengumuman ini datang beberapa bulan setelah perusahaan mendirikan anak perusahaan di Miami.
Majalah: Orang Korea 'pompa' altcoin setelah peretasan Upbit, lonjakan penambangan BTC China: Asia Express






