K1 Research dan Klein Labs Bersama Menggelar "2026 Seoul Signal", Memprediksi Gelombang Berikutnya Web3

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-01-12Terakhir diperbarui pada 2026-01-12

Abstrak

K1 Research, lembaga konsultan ekspansi pasar Asia-Pasifik, bersama dengan Klein Labs, market maker strategis dan inkubator startup Web3, akan menyelenggarakan acara "2026 Seoul Signal: Insight into the Next Wave of Web3" di People the Terrace, Seoul pada 22 Januari. Acara ini bertujuan memberikan referensi strategis untuk perkembangan industri Web3 pada tahun 2026, dengan menggabungkan jaringan penelitian global K1 Research dan pengalaman praktis Klein Labs dalam desain likuiditas. Forum ini akan menghimpun para Builder, Creator, dan Trader untuk berdiskusi tentang strategi bertahan dan pertumbuhan jangka panjang dalam siklus berikutnya. Acara ini didukung oleh tiga sponsor utama: BGB (aset inti ekosistem Bitget), LeverUp (DEX kontak berjangka berbasis Monad), dan AetheriumX (ekosistem Web3 yang mengintegrasikan staking, game, dan pasar creator). Mitra seperti Gaea Ventures, PlaysOut, dan KapKap juga akan berpartisipasi. Penyelenggara berharap acara ini dapat memberikan arah yang jelas bagi para peserta inti Web3 dan memperkuat posisi Seoul sebagai pusat inovasi global. Pendaftaran telah dibuka untuk acara yang akan berlangsung pada 22 Januari 2026 pukul 18:30-23:00 (waktu Korea) di People the Terrace, Seoul.

K1 Research, lembaga konsultasi ekspansi pasar Asia-Pasifik, bersama dengan Klein Labs, market maker strategis dan inkubator startup Web3, akan menggelar "2026 Seoul Signal: Memahami Gelombang Berikutnya Web3" pada 22 Januari di People the Terrace, Seoul.

Acara ini didasarkan pada jaringan penelitian global dan industri K1 Research di Seoul, Hong Kong, Singapura, dan Dubai, serta pengalaman praktis Klein Labs dalam desain likuiditas dan struktur pasar. Tujuannya adalah untuk memberikan referensi strategis yang visioner bagi perkembangan industri Web3 pada tahun 2026. Forum ini akan menghimpun Builders, Creators, dan Traders untuk berdiskusi mendalam tentang strategi bertahan dan jalur pertumbuhan jangka panjang dalam siklus berikutnya.

Acara ini didukung oleh tiga sponsor emas ternama:

BGB — Token platform resmi dari bursa Bitget, sebagai aset inti dalam ekosistem Bitget, terutama digunakan untuk menghubungkan perdagangan, komunitas, dan hak platform.

LeverUp — DEX kontrak berjangka berbasis Monad, menawarkan leverage hingga 1001x dan mekanisme bagi hasil biaya transaksi.

AetheriumX — Ekosistem Web3 yang mengintegrasikan staking, game, dan pasar kreator.

Selain itu, mitra seperti Gaea Ventures, PlaysOut, dan KapKap juga akan berpartisipasi untuk mendukung sinergi ekosistem Web3.

Penyelenggara menyatakan:

"'2026 Seoul Signal' bertujuan untuk memberikan arah yang jelas bagi para pelaku inti Web3. Dengan menggabungkan pengalaman eksekusi pasar langsung dan penelitian sistematis, kami berharap dapat mendorong Seoul menjadi pusat inovasi Web3 global yang penting." Setelah acara, K1 Research dan Klein Labs akan terus memperdalam kolaborasi, mempercepat penemuan dan implementasi proyek-proyek berkualitas global, serta memberikan dukungan jangka panjang bagi perkembangan ekosistem.

Pendaftaran pra-acara telah dibuka. Peserta yang tertarik dapat mendaftar melalui tautan di bawah.

- Waktu: 22 Januari 2026 (18:30 ~ 23:00, Waktu Korea)

- Lokasi: People the Terrace, 13 Dosanda 81-gil, Gangnam-gu, Seoul, Korea (Cheongdam-dong)(Detail Alamat)

- Cara Mendaftar:Tautan

Pertanyaan Terkait

QApa tujuan utama dari acara '2026 Seoul Signal' yang diselenggarakan oleh K1 Research dan Klein Labs?

AAcara ini bertujuan untuk memberikan referensi strategis prospektif bagi pengembangan industri Web3 pada tahun 2026, dengan menggabungkan pengalaman praktis dalam desain likuiditas dan penelitian industri global.

QSiapa saja tiga sponsor utama yang mendukung acara tersebut dan apa peran mereka?

ATiga sponsor utamanya adalah BGB (token platform resmi exchange Bitget), LeverUp (DEX kontrak permanen berbasis Monad dengan leverage hingga 1001x), dan AetheriumX (ekosistem Web3 yang mengintegrasikan staking, game, dan pasar kreator).

QKapan dan di mana acara '2026 Seoul Signal' akan berlangsung?

AAcara akan diselenggarakan pada tanggal 22 Januari 2026, pukul 18:30 ~ 23:00 waktu Korea, di People the Terrace, 13-81 Dosandaero 81-gil, Gangnam-gu, Seoul.

QApa peran K1 Research dan Klein Labs dalam ekosistem Web3 berdasarkan artikel ini?

AK1 Research berperan sebagai konsultan ekspansi pasar Asia-Pasifik dengan jaringan penelitian global, sedangkan Klein Labs berperan sebagai market maker strategis dan inkubator startup Web3 dengan keahlian dalam desain likuiditas.

QBagaimana cara berpartisipasi dalam acara ini menurut artikel?

APeserta yang tertarik dapat mendaftar melalui tautan pendaftaran yang disediakan dalam pengumuman acara.

Bacaan Terkait

Ketika Konsensus Semakin Cepat, Apa yang Ditaruhkan oleh Investor Muda?

Dengan kemajuan teknologi yang semakin cepat, terutama di bidang AI, robotika, dirgantara, dan komputasi kuantum, para investor muda berhadapan dengan perubahan logika investasi. Mereka tidak lagi cukup mengandalkan model keuangan dan pengalaman industri lama, tetapi juga harus memahami bahasa teknologi, menerima rute yang belum konvergen, dan membuat keputusan sebelum konsensus terbentuk. WAIC merilis daftar "Alpha Youth Investment Leaders," yang mencerminkan beberapa tren utama dalam investasi teknologi saat ini. Tren pertama adalah pergeseran AI dari layar ke dunia fisik. Perhatian kini beralih ke perangkat ujung, robot, mobil, sistem industri, dan infrastruktur luar angkasa. Meskipun robot humanoid dan kecerdasan emboddied menarik perhatian, fokus utama adalah kemampuan pengiriman dan ROI yang nyata, bukan hanya demonstrasi yang mengesankan. Kecerdasan ujung menjadi kunci, dengan perangkat keras AI yang membangun hubungan data dan layanan berkelanjutan dengan pengguna. Tren kedua adalah beralihnya fokus kompetisi dari model dasar ke "roda terbang cerdas." Manfaat model besar belum sepenuhnya terealisasi dalam merekonstruksi produktivitas. Nilai jangka panjang terletak pada perusahaan yang dapat mengintegrasikan kemampuan model ke dalam alur kerja nyata, membentuk siklus tertutup data, pelatihan, dan umpan balik pengguna yang saling memperkuat (roda terbang cerdas). Ini menciptakan nilai yang bertahan melampaui sekadar pembaruan model. Tren ketiga adalah munculnya teknologi dasar baru untuk mengatasi hambatan data. Ketika data manusia yang berkualitas tinggi menjadi langka, pembelajaran penguatan, permainan mandiri, dan model dasar ilmiah menjadi arah yang diperhatikan. Model-model ini bertujuan untuk membangun kemampuan yang lebih mendasar dan universal dalam bidang seperti ilmu kehidupan dan material, menggunakan data dan umpan balik eksperimen khusus untuk mendorong pertumbuhan kemampuan AI selanjutnya. Tren keempat adalah perlunya modal yang sabar untuk teknologi keras. Di bidang seperti dirgantara komersial, komputasi kuantum, dan energi canggih, siklus validasi lebih panjang dan penuh ketidakpastian teknis. Investasi di bidang ini memerlukan pemahaman awal tentang kemampuan teknik dan ketahanan tim, dengan harapan pengembalian dalam skala waktu yang lebih panjang, sambil mendorong perkembangan industri dan akumulasi kemampuan dasar. Peran investor muda adalah memahami teknologi lebih awal, masuk lebih dalam ke industri, dan membuat pilihan jangka panjang di tengah ketidakpastian.

marsbit24m yang lalu

Ketika Konsensus Semakin Cepat, Apa yang Ditaruhkan oleh Investor Muda?

marsbit24m yang lalu

SBI, Manajer Investasi Terbesar India Melantai di Bursa, Sinyal Apa yang Bisa Dibaca dari Data Perdagangannya?

SBI Funds Management, manajer investasi terbesar di India, melantai di bursa pada 21 Juli dengan penawaran perdana senilai sekitar US$10 miliar. Permintaan mencapai 42 kali lipat dari saham yang ditawarkan, menunjukkan minat pasar yang kuat terhadap aset inti India. Namun, harga saham hanya naik sekitar 6,3% pada hari pertama, lebih rendah dari ekspektasi premium pasar gelap sebelumnya. Hal ini menandakan likuiditas tersedia, tetapi investor tidak mau membayar terlalu mahal. Keberhasilan SBI membuka peluang bagi IPO besar berikutnya seperti NSE dan Reliance Jio. Namun, sinyal dari SBI kompleks: jendela IPO India terbuka, tetapi terutama untuk perusahaan dengan merek kuat, arus kas sehat, dan narasi pertumbuhan jangka panjang yang jelas. Perbedaan pendapat muncul di kalangan penjamin emisi. Lembaga lokal seperti Equirus dan Kotak tetap aktif dengan menekankan efisiensi biaya, sementara beberapa bank investasi internasional seperti Citigroup dan JPMorgan menarik diri karena fee penjaminan yang sangat rendah (dilaporkan sekitar 0,01%). Ini mencerminkan pergeseran kekuatan tawar-menawar ke tangan emiten kuat seperti SBI, yang mengandalkan jaringan distribusi lokalnya. Pertumbuhan industri manajemen aset India, didorong oleh penetrasi produk bersama yang masih rendah dan tren investasi SIP, mendukung valuasi SBI. Namun, kenaikan harga yang moderat mencerminkan kehati-hatian investor terhadap risiko siklus pasar. Pada akhirnya, SBI berfungsi sebagai penanda harga baru bagi pasar IPO India. Kelanjutannya akan diuji oleh IPO besar berikutnya. Jika proyek seperti Jio dan NSE dapat diluncurkan dengan valuasi wajar, SBI akan dilihat sebagai awal pemulihan. Jika tidak, ini hanya akan menjadi kesuksesan selektif bagi emiten berkualitas terbaik.

marsbit54m yang lalu

SBI, Manajer Investasi Terbesar India Melantai di Bursa, Sinyal Apa yang Bisa Dibaca dari Data Perdagangannya?

marsbit54m yang lalu

Saham A: Ketahanan, Ekspektasi, dan Dasar yang Tertimpa Kerusakan

Artikel ini membahas ketahanan pasar saham A-shares di tengah tekanan eksternal pada Juli 2026. Meskipun saham teknologi global, termasuk Korea, melemah dan berdampak pada sektor teknologi A-shares, pasar domestik menunjukkan dasar yang kuat. Penurunan terutama dipicu oleh kontagion risiko eksternal (seperti deleverage di Korea), bukan keruntuhan fundamental. Industri teknologi China memiliki struktur yang lebih terdiversifikasi—meliputi berbagai sub-sektor dan logika naratif ganda (rantai pasokan global AI dan substitusi impor domestik)—dibandingkan ketergantungan Korea pada siklus super chip memori. Data fundamental, seperti pertumbuhan laba yang kuat di modul optik dan kabel serat optik, belum terbantahkan. Pihak berwenang ("Tim Nasional") secara aktif mendukung pasar dengan pembelian besar-besaran dan kebijakan stabilisasi, mengirimkan sinyal keyakinan. Selain sektor teknologi, tiga pilar lain—konsumsi, siklus, dan keuangan—memiliki momentum pemulihan endogen. Sektor konsumsi menunjukkan perbaikan dengan kenaikan CPI dan normalisasi inventaris, sementara siklus (seperti aluminium) didukung oleh profitabilitas tinggi, ekspektasi kenaikan harga, dan valuasi rendah. Aset keuangan menawarkan stabilitas dan dividen yang menarik. Kesimpulannya, penyesuaian ini lebih merupakan pelepasan risiko eksternal. Dengan intervensi kebijakan yang tegas dan fundamental ekonomi yang beragam serta tangguh, pasar A-shares dipandang memiliki ketahanan untuk kembali stabil.

marsbit1j yang lalu

Saham A: Ketahanan, Ekspektasi, dan Dasar yang Tertimpa Kerusakan

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片