Dalam perkembangan yang menarik, Grayscale telah mengajukan permohonan kepada Komite Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat untuk meluncurkan reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) spot yang terkait dengan BNB, token asli Ekosistem Binance. Langkah ini menandakan upaya perusahaan manajemen aset untuk semakin mengukuhkan diri di ruang cryptocurrency.
Grayscale Ingin Menambah Daftar ETF Terkait Crypto
Pada hari Jumat, 23 Januari, Grayscale mengajukan pernyataan pendaftaran S-1 kepada SEC untuk meluncurkan ETF spot BNB di AS. Menurut pengajuan SEC, ETF Grayscale yang diusulkan akan memegang token asli ekosistem Binance secara langsung dan menerbitkan saham yang dirancang untuk melacak nilai pasar token tersebut.
Produk investasi Grayscale ini, jika disetujui, akan menawarkan investor AS eksposur ke token BNB tanpa harus memiliki atau memegang aset itu sendiri. Pernyataan pendaftaran manajer aset itu juga mengungkapkan bahwa reksa dana yang diperdagangkan di bursa akan diperdagangkan di bursa Nasdaq dengan simbol ticker GBNB, tunduk pada persetujuan regulator.
Sumber: SEC
Perlu disebutkan bahwa Grayscale bukanlah manajer aset pertama yang mengajukan ETF spot BNB, karena VanEck telah mengajukan permohonan sejak April 2025. Namun, pengajuan terbaru ini mencerminkan tekad perusahaan untuk memperluas daftar produk investasi terkait crypto, terutama setelah peluncuran sukses ETF Bitcoin dan Ethereum.
Sudah lama hanya soal waktu sebelum BNB, cryptocurrency terbesar keempat berdasarkan kapitalisasi pasar, mendapat perhatian ekstra dari institusi yang fokus pada produk yang diperdagangkan di bursa. Dengan demikian, langkah Grayscale ini telah menarik perhatian pasar cryptocurrency, termasuk mantan CEO Binance Changpeng 'CZ' Zhao.
Dalam sebuah postingan hari Jumat di platform media sosial X, CZ mengatakan bahwa pengajuan S-1 Grayscale kepada SEC merupakan langkah kecil menuju menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota crypto. "Langkah kecil dalam membantu menjadikan Amerika sebagai Ibu Kota Crypto, dengan memberikan akses ke crypto terbesar ke-3," tulis salah satu pendiri Binance itu pada hari Jumat.
Sementara itu, pakar ETF Bloomberg James Seyffart sepakat bahwa persetujuan ETF spot dapat berarti bahwa token BNB akan diklasifikasikan sebagai komoditas daripada sekuritas. Ini karena persetujuan reksa dana yang diperdagangkan di bursa sering kali merupakan indikasi bahwa SEC memandang aset dasar sebagai komoditas daripada sebagai sekuritas.
Harga BNB Sekilas
Setelah mencoba menembus $900 pada Jumat sore, harga BNB kini berada di sekitar $890. Menurut data dari CoinGecko, cryptocurrency terbesar keempat itu turun hampir 5% dalam tujuh hari terakhir.
Harga BNB pada kerangka waktu harian | Sumber: Bagan BNBUSDT di TradingView







