PCE Memanas, Emas Mundur dari Titik Tertinggi Tiga Bulan
Kontrak berjangka emas mundur setelah mencapai titik tertinggi tiga bulan lebih awal pekan ini. Indikator inflasi pilihan Fed, PCE, memanas pada bulan Juli, membuat pasar menilai ulang jalur suku bunga. Kontrak berjangka emas bulan terdekat ditutup turun 0,86%, menjadi US$4.598,20; emas spot diperdagangkan sekitar US$4.591,44. Perak turun 0,94% dalam periode yang sama, menjadi US$67,99.
CEO Critical Metals Tony Sage menyatakan, tingkat utang AS serta ekspektasi pasar bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan berikutnya masih dapat menyokong emas. Namun, tetap ada kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan setelahnya, yang akan memberi tekanan pada harga emas.
Sanksi Iran Membawa Premi Safe Haven Kembali ke Pasar
AS memperluas cakupan sanksi terhadap Iran, tidak hanya menyangkut minyak, tetapi juga mencakup aset digital, emas, teknologi, penerbangan, dan perkapalan. Departemen Keuangan AS menyatakan, langkah-langkah tersebut bertujuan memutus saluran pendapatan Iran dan cara-cara keuangan untuk mengelak sanksi yang ada, dengan sekitar 60 individu, perusahaan, dan kapal yang terkait Iran terdampak.
Emas menarik perhatian karena sanksi secara eksplisit menyasar saluran perdagangan logam mulia. Peningkatan risiko geopolitik biasanya meningkatkan permintaan aset safe haven, tetapi jika situasi mereda, premi risiko juga bisa cepat menghilang. Oleh karena itu, harga emas saat ini sekaligus ditarik oleh tekanan negatif inflasi dan faktor pendorong positif geopolitik.
Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Tetap Jadi Kemudi Jangka Pendek
Jika inflasi terus lebih tinggi dari perkiraan, Fed mungkin menunda pelonggaran atau bahkan mempertimbangkan kembali kenaikan suku bunga. Kenaikan dolar AS dan imbal hasil riil akan meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak menghasilkan bunga. Sebaliknya, jika pasar mengonfirmasi Fed untuk sementara tidak mengambil tindakan, sementara kekhawatiran atas utang AS memanas, emas masih mungkin mendapat dukungan dari alokasi dana.
Level US$4.590 hingga US$4.600 telah menjadi area perebutan jangka pendek. Kembali bertahan di atas titik tertinggi baru-baru ini akan menguntungkan kelanjutan tren naik. Namun, jika dolar AS dan imbal hasil terus menguat, harga emas mungkin lebih lanjut mencerna kenaikan sebelumnya. Penilaian inti artikel asli bukanlah bearish sepihak, melainkan melihat emas memasuki fase volatilitas tinggi di antara tekanan suku bunga makro dan permintaan safe haven geopolitik.





