Penulis: Wang Jianshuo
Catatan sederhana tentang pengalaman saya dengan Claude Code sejauh ini, murni eksplorasi pribadi, belum tentu cocok untuk semua orang.
1. Fokus pada satu alat dan gunakan dengan intens. Saya menggunakan Claude Code. Saya tidak berpikir dia lebih baik daripada Codex, tetapi membandingkan alat mungkin tidak sebanding dengan waktu yang dihabiskan, meskipun bisa menjelaskan perbedaan secara detail memberikan kepuasan semu yang lebih besar.
2. Ingat pintasan keyboard terpenting. Control+G untuk membuka editor, membantu menulis konten yang lebih panjang; Control+A, Control+E, Control+U—pintasan cepat untuk memindahkan kursor di command line yang sangat berguna. Meski bukan hal baru di era AI, sama pentingnya dengan Control+C dan Control+V saat digunakan.
3. Gunakan input suara. HoldSpeak sangat membantu.
4. Untuk sebuah proyek, tulis dulu PROJECT.md, tuliskan semua yang terpikir secara terstruktur sekaligus.
5. Claude agents adalah cara kerja default.
6. Claude Code, github.com, dan cloudflare.com adalah kombinasi sempurna. Serahkan seluruh proses build, proses rilis, serta semua operasi terkait domain ke infrastruktur.
7. Pisahkan yang ditulis manusia dan mesin. Rawat secara manual inti dari CLAUDE.md, jangan baca .md atau kode yang ditulis Claude Code. Mesin adalah mesin, manusia adalah manusia. Pahami hal-hal yang ditulis AI dengan bertanya kepada AI, jangan melihat kode sumber.
8. Seret file ke jendela Claude Code—audio, video, dokumen, screenshot—jika sulit dijelaskan, gunakan Command+Shift+5 untuk screenshot, lalu seret, itu cara tercepat.
9. Rekonstruksi sistem memori. Berpusat pada ~/.claude/CLAUDE.md, referensikan beberapa file memory sesuai kategori, minta untuk tidak menggunakan memory proyek, dan simpan semua file memory di dalam git, sinkronkan ke github (private). Dengan begitu, memori Anda akan permanen, terakumulasi, dan tidak tersebar di setiap proyek.
10. Tulis Skill, dan setiap kali pekerjaan selesai, minta Claude untuk "mengendapkan yang dipelajari ke dalam Skill"—dia bisa melakukannya secara otomatis.
11. Jika memungkinkan, untuk tugas kompleks gunakan ultracode untuk memicu dynamic workflow. Meski mahal, meski lambat, hasilnya terjamin.
12. Sepanjang jalan, kumpulkan skill, dan terus-menerus rekonstruksi skill. Skill perlu disimpan di dalam git.
13. Gunakan dokumen git sebagai output dari tugas sebelumnya, sekaligus input untuk tugas berikutnya. Biarkan agents memiliki dokumen serah terima yang jelas, tidak bergantung pada context untuk penyambungan.
14. Anggap Claude Code sebagai kuda (atau sebagai manusia), bukan sebagai mobil. Mobil berbelok di bawah komando kita, kuda memiliki pemikirannya sendiri, kita hanya perlu menetapkan tujuan dan batasan. Karakteristiknya yang mampu mencari jalan sendiri adalah fitur, bukan bug.
Ada yang mau menambahkan?





