Dogecoin (DOGE) sedang berada di titik kritis, sentimen investor melemah, aliran dana ETF mandek, tekanan jual terus menumpuk—berbagai faktor ini berkumpul di sekitar level harga penting.
Sebagai token meme yang pernah didorong oleh euforia retail, harga DOGE saat ini mendekati garis biaya banyak pemegang. Jika kepercayaan pasar terus tergerus, hal ini dapat memicu penurunan yang lebih dalam. Pada saat yang sama, perubahan kepemilikan paus (whale) dan data biaya kepemilikan jangka panjang menunjukkan bahwa pasar mungkin sedang mendekati area kunci yang akan menentukan arah tren masa depan.
Sentimen Pasar Mendingin, ETF Dogecoin Anjlok
Perubahan struktur pasar DOGE yang terlihat baru-baru ini adalah melemahnya pertumbuhan dana ETF terkaitnya. Sejak 11 Desember, ETF Dogecoin dari Grayscale dan Bitwise tidak mencatat arus masuk dana, dengan total inflow sejak peluncuran hanya sekitar US$200 juta (sekitar Rp 3,1 miliar).
Aset kelolaan gabungan ETF-ETF ini saat ini sekitar US$5,2 juta, hanya menyentuh porsi sangat kecil dari total kapitalisasi pasar DOGE. Performa lesu ini kontras dengan ETF altcoin lain (seperti produk terkait XRP dan Solana) yang telah menarik dana miliaran dolar.
Kurangnya perhatian yang terus-menerus memicu keraguan tentang kelangsungan hidup jangka panjang ETF DOGE, terutama mengingat potensi profitabilitasnya yang terbatas pada skala saat ini. Secara lebih luas, stagnasi di pasar ETF juga mencerminkan penurunan selera risiko keseluruhan, dengan Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear and Greed Index) cryptocurrency masih berada di zona "takut".
Data On-Chain dan Derivatif Sama-Sama Condong ke Bearish
Selain ETF, indikator on-chain menunjukkan partisipasi pemegang besar (whale) sedang menurun. Sejak awal Desember, saldo alamat yang memegang 100 juta hingga 1 miliar DOGE telah berkurang lebih dari 1 miliar koin. Bersamaan dengan itu, persentase suplai DOGE yang berada dalam kondisi untung (in profit) telah turun menjadi sekitar 50%, yang berarti semakin banyak pemegang yang menghadapi kerugian belum direalisasi (unrealized loss).
Pasar derivatif juga mengirimkan sinyal kehati-hatian. Posisi short (short interest) saat ini mencakup lebih dari setengah open interest DOGE, dengan posisi long senilai lebih dari US$5 juta dilikuidasi dalam 24 jam terakhir. Total open interest juga menurun, menunjukkan melemahnya keinginan spekulatif dan tidak adanya pembelian di harga rendah (buying the dip) yang signifikan.
Harga Mendekati Support Kunci, US$0,10 Jadi Fokus
Dari sisi teknis, DOGE saat ini berfluktuasi di sekitar kisaran US$0,123–0,126, area yang telah memberikan support sejak April. Harga masih berada di bawah moving average utama, dengan indikator momentum seperti MACD dan RSI terus menunjukkan tekanan jual (selling pressure). Jika area support ini jebol, harga berpotensi turun ke level psikologis US$0,10.
Analis lebih lanjut menunjuk pada support historis yang lebih dalam di sekitar US$0,074, di mana sekitar 28 miliar DOGE terkonsentrasi (volume profile). Meskipun penurunan ke level ini membutuhkan memburuknya sentimen pasar lebih lanjut, pergerakan saat ini menunjukkan bahwa DOGE sedang mendekati area sensitif biaya. Area ini yang kemungkinan akan menentukan apakah seller akan terus mendominasi pasar, atau investor jangka panjang mulai masuk untuk akumulasi.











