Dogecoin Price Could See A Major Spike To $10 If This Trend Repeats

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-03-07Terakhir diperbarui pada 2026-03-07

Abstrak

A crypto analyst, TheMoonHailey, predicts that Dogecoin (DOGE) could experience a historic rally to $10, based on a recurring long-term chart pattern. The analysis points to an ascending parallel channel that has contained DOGE's price action since 2014, with three major cyclical bottoms identified along the channel's lower support line. The first two bottoms, in 2017 and 2021, preceded massive rallies of 9,200% and 26,000%, respectively. The analyst suggests DOGE is currently forming a third major bottom near the $0.09-$0.10 level, mirroring the historical setup. If the pattern repeats, a parabolic surge to the channel's upper boundary near $10 is projected, which would represent a gain of over 11,000%. A separate analyst, Trader Tardigrade, using the same pattern, offers a more conservative bullish target of $3, which would still be a gain of over 3,200%. The prediction hinges on DOGE holding its current support level, from which its previous historic rallies were launched.

The Dogecoin price may be on the verge of its most historic rally yet, as a crypto market analyst has boldly forecasted an explosive rally to $10. Pointing to historical chart patterns, the analyst believes that if Dogecoin can perfectly repeat past cycle trends, a surge into double-digit territory seems highly probable.

Historical Dogecoin Price Pattern Points To $10 Target

On Thursday, March 4, TheMoonHailey shared a bold Dogecoin price forecast on X, predicting a powerful climb to $10 from current levels below $0.1, based on recurring historical trends visible on the long-term weekly chart. The accompanying chart illustrates Dogecoin’s price action and technical trends from 2014 through a projected outlook to 2030.

On the chart, Dogecoin appears to be trading within a well-defined ascending parallel channel that began in 2014, with three circled bottom points highlighted along the lower boundary. Two of these points represent moments when the price crashed to the bottom and found critical support before launching into a massive rally.

Source: X

The first major cycle played out around 2017, where Dogecoin surged approximately 9,200% over roughly 300 days after bouncing from a price bottom. The next cycle in 2021 delivered an even more extraordinary gain of around 26,000% in approximately 150 days. Similarly, this explosive move came just after DOGE hit a price bottom.

During the 2021 rally, Dogecoin skyrocketed to an all-time high of approximately $0.73, briefly spiking toward the upper boundary of the ascending parallel channel before retracing sharply. Following that peak, the meme coin spent several years consolidating and grinding lower within the channel. As a result, its price action has finally settled to form the third major bottom in the 2026 cycle,

Now Dogecoin is hovering between $0.09 and $0.1 near that same lower support zone that launched historic rallies in 2017 and 2021. The white arrow on the chart illustrates the meme coin’s projected trajectory, pointing toward the upper resistance band of the ascending parallel channel near the $10 level.

With DOGE already almost perfectly mirroring the historical trends that preceded former explosive price rallies, the analyst suggests that Dogecoin’s next parabolic surge could be toward $10 if everything plays out as expected. At its current price near $0.09, a surge to $10 would represent a staggering gain of more than 11,000%.

Analyst Predicts $3 Target From The Same Pattern

In a more recent analysis, crypto expert Trader Tardigrade shared his bullish outlook, based on the same historical bottom-channel pattern. His chart identifies three key price bottoms along the lower boundary of the rising channel, with the first two lower supports in 2017 and 2021 marking the points at which Dogecoin launched powerful rallies.

Rather than a $10 target, Trader Tardigrade projects that Dogecoin could surge toward $3. According to the analyst, the cryptocurrency has formed a third bottom around the $0.09-$0.1 level in 2026, following major price declines and volatility over the years. If the price were to climb to $3, it would represent a remarkable gain of more than 3,200%.

DOGE price fails to hold $0.1 | Source: DOGEUSDT on Tradingview.com

Pertanyaan Terkait

QWhat is the main prediction for Dogecoin's price based on historical patterns, as mentioned in the article?

AThe main prediction is that Dogecoin could see a major spike to $10 if it repeats its historical trend of bouncing from the bottom of its long-term ascending parallel channel.

QWhich social media platform did the analyst TheMoonHailey use to share their Dogecoin price forecast on March 4th?

AThe analyst TheMoonHailey shared their forecast on X (formerly known as Twitter).

QWhat were the approximate percentage gains Dogecoin achieved in its 2017 and 2021 cycles after hitting a price bottom?

AIn the 2017 cycle, Dogecoin surged approximately 9,200%, and in the 2021 cycle, it delivered an extraordinary gain of around 26,000%.

QAccording to the article, what is the more conservative price target for Dogecoin set by analyst Trader Tardigrade using the same pattern?

AAnalyst Trader Tardigrade projected a more conservative price target of $3 for Dogecoin.

QWhat is the critical support zone near which Dogecoin is currently hovering, according to the historical pattern described?

ADogecoin is currently hovering near the $0.09 to $0.10 level, which is the same lower support zone that launched its historic rallies in 2017 and 2021.

Bacaan Terkait

Seberapa Tinggi Kemungkinan TradeXYZ Memisahkan Diri dari Hyperliquid?

Penulis|Golem, Odaily Planet Daily Seiring pertumbuhan bisnis TradeXYZ yang terus meluas dan menguasai lebih dari 90% pangsa pasar HIP-3 Hyperliquid, diskusi komunitas mengenai kemungkinan TradeXYZ memisahkan diri dari Hyperliquid dan membangun platform perdagangan mandiri semakin meningkat. Analis Sam menyoroti tiga pertanyaan kritis bagi investor HYPE terkait hal ini. TradeXYZ kini mendominasi HIP-3 Hyperliquid, menyumbang 93% dari total volume perdagangan dan 99.7% dari total open interest (OI). Kontribusinya terhadap total volume Hyperliquid mencapai lebih dari 70%, menjadikannya pilar utama. Alasan utama potensi 'keluar' adalah untuk menangkap lebih banyak biaya perdagangan dasar, mengingat pembagian pendapatan saat ini adalah 50/50 dengan Hyperliquid. Namun, terdapat faktor-faktor yang membatasi keputusan tersebut. Pertama, kinerja Hyperliquid yang unggul sulit untuk ditiru dalam waktu singkat. Kedua, Hyperliquid berperan sebagai saluran distribusi dan akuisisi pengguna utama bagi TradeXYZ. Ketiga, terdapat hubungan kepercayaan yang kuat antara pendiri kedua proyek. Kesimpulannya, meskipun TradeXYZ memiliki pengaruh dan daya tawar yang besar, membangun infrastruktur mandiri dianggap tidak rasional karena berisiko tinggi dan dapat berakhir sebagai situasi 'kalah-kalah'. Hyperliquid kehilangan narasi pertumbuhan utama, sementara TradeXYZ menghadapi tantangan teknis, kehilangan saluran distribusi, dan risiko reputasi. Jalur terbaik bagi TradeXYZ kemungkinan adalah bernegosiasi ulang pembagian pendapatan dan secara bertahap mengalihkan fokus ke pengembangan produk dan kepemilikan pengguna, sambil mempertahankan integrasi yang menguntungkan dengan Hyperliquid.

marsbit51m yang lalu

Seberapa Tinggi Kemungkinan TradeXYZ Memisahkan Diri dari Hyperliquid?

marsbit51m yang lalu

Robot "Tinky Winky" Datang ke Rumah untuk Bersih-Bersih, Rp 300.000/Jam, Murni "Kecerdasan Buatan" Manual

Perusahaan robotika AS Tau Robotics memperkenalkan layanan pembersihan rumah menggunakan robot humanoid yang dikendalikan dari jarak jauh (remote). Robot dengan antena di kepala seperti "Wi-Fi router" ini menawarkan jasa bersih-bersih di area San Francisco dengan harga $30 (sekitar Rp 200.000) per jam, lebih murah dibandingkan jasa pembersih manusia. Artikel mengungkapkan bahwa demonstrasi video yang memperlihatkan robot mampu mencuci tangan, mengepel lantai, dan membuang sampah sebenarnya dioperasikan secara manual dari jarak jauh, bukan sepenuhnya otonom. Meski begitu, video tersebut diputar dalam kecepatan normal (1x), berbeda dengan demo robot lain yang sering dipercepat. Tau Robotics, startup yang baru didirikan tahun 2024, memiliki tiga "karyawan" robot: Chelsea untuk dapur dan kamar mandi, Elon untuk pembersihan rutin dan mengingat penataan barang, serta Tony untuk pembersihan mendalam. Pendekatan remote control ini dinilai sebagai cara cerdas untuk mengisi kesenjangan kemampuan (gap) sambil mengumpulkan data dari lingkungan rumah nyata, mirip dengan konsep "shadow mode" pada mobil otonom. Alasan menggunakan bentuk humanoid adalah agar operator dapat memetakan gerakan tubuhnya secara intuitif ke robot, sehingga memudahkan kendali jarak jauh untuk tugas-tugas rumit. Artikel juga menyebutkan tantangan besar robot humanoid masuk ke rumah tangga dan membandingkannya dengan upaya serupa di Tiongkok serta robot 1X Neo dari AS. Meski demikian, kehadiran robot berbentuk manusia di rumah dianggap dapat memberikan nilai emosional tertentu bagi pengguna. Layanan Tau saat ini tersedia secara undangan di San Francisco.

marsbit1j yang lalu

Robot "Tinky Winky" Datang ke Rumah untuk Bersih-Bersih, Rp 300.000/Jam, Murni "Kecerdasan Buatan" Manual

marsbit1j yang lalu

Dari TPU ke Agent yang Berevolusi Sendiri: Bagaimana Jeff Dean Menilai Langkah Selanjutnya AI

Jeff Dean, Kepala Ilmuwan AI di Google, membagikan pandangannya tentang arah perkembangan AI dalam wawancara di YC Startup School 2026. Ia menekankan bahwa tahap berikutnya AI bukan hanya tentang melatih model yang lebih pintar, tetapi membangun sistem yang memungkinkan AI bekerja jangka panjang, terus mencoba, memvalidasi otomatis, dan mengakumulasi kemampuan. **Tren Utama AI:** * **Perubahan Fokus:** Kompetisi AI bergeser dari "siapa yang memiliki model lebih besar" ke "siapa yang dapat mengorganisir kecerdasan dengan lebih baik." * **Kemampuan Agent:** Kemampuan AI kini mendekati insinyur pemula dan berkembang pesat dalam tugas kompleks dan alur kerja panjang. * **Otomatisasi Penelitian:** Sistem AI akan semakin banyak digunakan untuk meningkatkan sistem AI itu sendiri melalui eksperimen otomatis dan evaluasi. **Peluang dan Tantangan:** * **Peluang Startup:** Tim kecil dapat bersaing dengan fokus pada bidang spesifik di mana model umum gagal (tingkat keberhasilan ~1%). Peluang terletak pada data milik pribadi, alat evaluasi khusus, atau model domain-spesifik. * **Tantangan Teknis:** Biaya utama dalam sistem AI saat ini adalah **perpindahan data**, bukan komputasi. **Latensi rendah** dan **efisiensi energi** sangat penting untuk pengambilan keputusan real-time dan agen yang berjalan lama. * **Rekayasa Konteks:** Kunci untuk sistem AI yang berguna terletak pada organisasi konteks—alat, memori, lingkungan eksekusi, dan mekanisme umpan balik—bukan hanya modelnya sendiri. **Keterampilan (skills)** yang dikodekan menjadi aset berharga. **Saran untuk Inovasi:** * **Prinsip Pertama:** Tantang asumsi yang ada dan hitung kembali batasan dari sudut pandang prinsip pertama. * **Spesifikasi yang Jelas:** Ketika kode menjadi murah, **spesifikasi yang jelas**, **selera (taste)** dalam memilih masalah, dan **standar penerimaan** menjadi lebih berharga. * **Metode Ilmiah Terotomatisasi:** AI dapat mempercepat siklus penemuan dengan mengotomatisasi proposal eksperimen dan membuat verifikasi yang cepat dan murah. Pada intinya, di era AI, kemampuan langka yang paling berharga tetaplah **kemampuan untuk melihat dan mendefinisikan masalah dengan jelas.**

marsbit1j yang lalu

Dari TPU ke Agent yang Berevolusi Sendiri: Bagaimana Jeff Dean Menilai Langkah Selanjutnya AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片