Coinbase Executive Backs CLARITY Act Delay Amid Crypto Frustration

TheNewsCryptoDipublikasikan tanggal 2026-01-03Terakhir diperbarui pada 2026-01-03

Abstrak

Coinbase executive John D'Agostino supports the CLARITY Act's delay, emphasizing that the comprehensive market structure legislation requires careful consideration due to its foundational role in regulating digital assets. Unlike the simpler GENIUS Act passed earlier, the CLARITY Act involves defining jurisdictional boundaries, compliance standards, and oversight across multiple regulators, which takes time but is crucial for long-term industry growth. Despite causing frustration and contributing to capital outflows, the delay is seen as necessary to avoid future regulatory confusion. The White House has signaled potential progress in January, aiming to curb talent migration and provide clarity. While the act may not immediately impact markets like Bitcoin's price, its proper implementation is prioritized over haste, with potential to reshape U.S. digital asset operations for decades.


The Digital Asset Market Clarity Act, widely known as the CLARITY Act, continues to test the patience of the US crypto industry. However, a senior executive at Coinbase says the delay is both expected and necessary, given the scope of what the legislation aims to achieve.

Speaking on CNBC on Friday, Coinbase’s institutional head of strategy John D’Agostino said he fully understands why the bill has not yet crossed the finish line.

“I completely understand why this is taking longer,” D’Agostino said. “It’s the kind of bill that is more foundational for the growth of crypto or any real asset class.” He added that lawmakers need time because the CLARITY Act addresses the structural core of how digital asset markets should operate in the United States.

CLARITY Act faces deeper complexity than GENIUS Act

D’Agostino contrasted the CLARITY Act with the recently passed GENIUS Act, which became law in July. While he described the GENIUS Act as transformative, he said it focused on issues that were structurally simpler.

According to him, market structure legislation requires lawmakers to define jurisdictional boundaries, compliance standards, and oversight responsibilities across multiple regulators. These factors naturally slow progress but also increase the long-term value of the outcome.

As a result, Coinbase believes patience now could prevent regulatory confusion later, especially as crypto markets grow and intersect more deeply with traditional finance.

White House signals progress in January

Optimism around the bill has not disappeared. Just weeks ago, White House AI and crypto czar David Sacks said lawmakers were close to advancing the CLARITY Act early next year.

“We are closer than ever to passing the landmark crypto market structure legislation,” Sacks said on Dec. 19, adding that the administration plans to “finish the job in January.”

Supporters argue that the bill could reduce uncertainty that has driven talent and capital overseas. D’Agostino echoed these sentiments and pointed out that the “massive talent migration” away from the US crypto sector is contributing to the pressure to legislative action.

Market impact and industry reaction

Nevertheless, despite these assurances, delays had impacted market sentiment. Asset manager CoinShares recently linked nearly $952 million in weekly outflows from crypto investment products to prolonged regulatory uncertainty tied to the CLARITY Act.

However, not everyone expects the legislation to move markets immediately. Veteran trader Peter Brandt said the bill, while important, may not significantly affect Bitcoin’s price in the short term.

“Is it world-shaking? No,” Brandt added. “It’s necessary but not value-definiting.”

Looking ahead

Coinbase, as well as most of the crypto industry, is focused on getting the right framework rather than hastened regulation. Even as frustration mounts, it seems CEOs place greater emphasis on having the right framework in place.

If Congress delivers clarity in 2026, the CLARITY Act could reshape how digital assets operate in the US for decades, even if the wait proves difficult in the near term.

Highlighted Crypto News:

Can Dogecoin Sustain Its Recovery Above $0.135?

TagsBlockchainCoinbaseCryptocrypto regulationStablecoin

Pertanyaan Terkait

QWhy does Coinbase executive John D'Agostino believe the delay of the CLARITY Act is necessary?

AHe believes the delay is necessary because the CLARITY Act is a foundational bill that addresses the structural core of how digital asset markets should operate, requiring lawmakers to define jurisdictional boundaries, compliance standards, and oversight responsibilities across multiple regulators, which naturally takes more time.

QHow does the CLARITY Act differ from the recently passed GENIUS Act according to the article?

AThe CLARITY Act addresses more complex structural issues like market jurisdiction and regulatory oversight, while the GENIUS Act, though transformative, focused on structurally simpler issues.

QWhat did White House AI and crypto czar David Sacks say about the progress of the CLARITY Act?

ADavid Sacks stated that lawmakers were closer than ever to passing the landmark crypto market structure legislation and that the administration plans to 'finish the job in January'.

QWhat market reaction has been linked to the delays in the CLARITY Act's passage?

AAsset manager CoinShares linked nearly $952 million in weekly outflows from crypto investment products to the prolonged regulatory uncertainty caused by the delay of the CLARITY Act.

QWhat is the long-term potential impact of the CLARITY Act if passed, according to the article?

AIf passed, the CLARITY Act could reshape how digital assets operate in the US for decades by providing a clear regulatory framework, reducing uncertainty, and preventing future regulatory confusion.

Bacaan Terkait

Zhipu Tembus Triliun, Akankah DeepSeek Menyusul?

Baru-baru ini, perusahaan model dasar AI Tiongkok, Zhipu, mencapai nilai pasar melebihi 1 triliun HKD di pasar saham Hong Kong, dengan kenaikan tahunan lebih dari 1900%. Dengan pendapatan tahun 2025 sebesar 724 juta yuan dan kerugian bersih 4,718 miliar yuan, kenaikan valuasi ini memicu perdebatan mengenai gelembung aset versus terobosan industri AI. Katalis utama kenaikan ini adalah peluncuran model GLM-5.2, yang menempatkan Zhipu dalam kisaran model AI global terdepan, sering dibandingkan dengan Anthropic. Interaksi antara Elon Musk dan pendiri Zhipu, Tang Jie, semakin memicu ekspektasi pasar. Valuasi melonjak didorong oleh kombinasi faktor: peningkatan valuasi aset AI global, akselerasi kapitalisasi perusahaan model dasar Tiongkok, kelangkaan perusahaan murni model dasar di pasar Hong Kong, dan aliran modal menuju teknologi tinggi. Namun, tekanan muncul menjelang masa pembebasan saham terbatas pada Juli, dan ketegangan antara peringatan gelembung dan optimisme valuasi terus berlanjut. Tantangan utama Zhipu dan industri secara keseluruhan adalah mempercepat pertumbuhan pendapatan dan menunjukkan jalan menuju profitabilitas. Data menunjukkan pasar MaaS (Model-as-a-Service) Tiongkok berkembang pesat, dengan volume token yang dipanggil melonjak. Kesuksesan komersial Anthropic, yang mendekati profitabilitas, menjadi patokan penting. Zhipu, DeepSeek (valuasi >$50 miliar), MiniMax, dan perusahaan AI Tiongkok terkemuka lainnya kini berada di bawah pengawasan untuk membuktikan kemampuan komersialisasi mereka. Nilai pasar triliun Zhipu menandai titik puncak baru valuasi AI Tiongkok, tetapi keberlanjutannya bergantung pada kemampuan industri mengubah kemampuan model menjadi arus pendapatan dan keuntungan yang berkelanjutan.

marsbit1j yang lalu

Zhipu Tembus Triliun, Akankah DeepSeek Menyusul?

marsbit1j yang lalu

Denyut Pasar BTC: Minggu ke-26

Pulsa Pasar BTC Pekan 26: Konsolidasi dengan Fondasi yang Kuat Bitcoin sedang mengalami konsolidasi setelah pemulihan yang kuat, dengan partisipasi pasar dan keyakinan arah mulai mendingin. Momentum harga tetap konstruktif, namun aliran pesanan telah bergeser ke penjualan bersih seiring memudarnya permintaan agresif. Aktivitas perdagangan spot juga menyusut. Pasar derivatif mencerminkan nada hati-hati yang serupa. Meskipun tingkat pendanaan yang moderat mengindikasikan bias bullish yang tersisa, penurunan tekanan beli perpetual dan *skew* delta yang meningkat menunjukkan trader semakin membayar untuk perlindungan dari penurunan harga. Permintaan institusional melunak, dengan ETF spot AS terus mencatat arus keluar bersih. Aktivitas *on-chain* tetap lesu, menyoroti perlambatan yang lebih luas dalam partisipasi spekulatif. Namun, dinamika pasokan tetap mendukung. Keseimbangan pasokan terus bermigrasi ke pemegang jangka panjang, dengan tingkat profitabilitas yang tetap tinggi dan keuntungan yang terealisasi meningkat. Peningkatan pangsa modal jangka pendek dapat menciptakan kondisi untuk volatilitas yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, Bitcoin tetap terbatas dalam suatu rentang (*range-bound*). Partisipasi dan selera risiko telah berkurang, tetapi perilaku pemegang yang tangguh, posisi futures yang stabil, dan profitabilitas yang sehat terus memberikan fondasi yang konstruktif. Pasar terjebak antara momentum yang memudar dan kekuatan mendasar, menunggu katalis arah berikutnya.

insights.glassnode6j yang lalu

Denyut Pasar BTC: Minggu ke-26

insights.glassnode6j yang lalu

Analisis Laporan Riset: JP Morgan Mendetailkan Sentimen Pembeli Menjelang Laporan Kuartalan Micron dan Kondisi Terkini Sektor Perangkat Keras

Analisis oleh Morgan Stanley (Joshua Meyers) pada 21 Juni mengulas sentimen investor sebelum laporan keuangan Micron, kondisi sektor hardware, dan ramalan belanja modal AI. **Kesimpulan Utama:** 1. **Sentimen positif Micron tetap tinggi**, didorong oleh permintaan AI dan peningkatan harga (ASP). Namun, kesinambungan margin kotor di atas 80% dan detail perjanjian jangka panjang (SCAs) menjadi sorotan. 2. **Permintaan hardware terkait AI kuat, tetapi ada divergensi antar saham.** Celestica (CLS) menunjukkan prospek margin lebih baik dan keyakinan pada proyek jaringan AI. Fabrinet (FN) mengantisipasi pendapatan dari modul optik AI untuk Amazon, sementara Teradyne (TER) diperkirakan mendapat klien baru dari Google. 3. **Ramalan belanja modal AI dinaikkan lagi.** Pasar peralatan wafer (WFE) diproyeksikan tumbuh 28% pada 2026 dan 29% pada 2027. Pola pendanaan untuk infrastruktur AI juga berkembang, dengan pembiayaan utang proyek yang lebih besar. **Sinyal Penting dari Rantai Pasokan:** Umpan balik Celestica menunjukkan keyakinan yang lebih besar dalam menaikkan harga dan mendapatkan proyek jaringan AI yang lebih menguntungkan, dengan prioritas pasokan untuk pelanggan hyperscale. **Katalis dan Tantangan:** Laporan keuangan Micron adalah katalis langsung, dengan fokus pada pengungkapan SCAs. Untuk sektor hardware secara lebih luas, kekuatan permintaan saat ini mungkin sebagian didorong oleh pembelian lebih awal terkait kekhawatiran tarif, menciptakan ketidakpastian untuk paruh kedua tahun ini. **Sinyal yang Perlu Dipantau:** 1. Detail SCAs dan pandangan margin dari Micron. 2. Apakah Arista Networks akan menaikkan panduan tahunan. 3. Kemampuan Fabrinet dalam meningkatkan pendapatan modul optik untuk Amazon sesuai rencana.

marsbit9j yang lalu

Analisis Laporan Riset: JP Morgan Mendetailkan Sentimen Pembeli Menjelang Laporan Kuartalan Micron dan Kondisi Terkini Sektor Perangkat Keras

marsbit9j yang lalu

Interpretasi Laporan: Penampilan Perdana Ketua Baru The Fed, Berganti Kepala, Tapi Apakah Naskahnya Sama?

**Inti Laporan Penelitian: Debut Ketua Baru The Fed, Berubah Pimpinan Tapi Tidak Berubah Naskahnya?** Laporan Morgan Stanley oleh Seth B. Carpenter menganalisis pertemuan FOMC pertama Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. Tiga kesimpulan utama adalah: 1. **Tidak Ada Peta Jalan Suku Bunga**: Warsh sengaja menghindari "panduan ke depan" (*forward guidance*) mengenai jalur suku bunga, sesuai filosofinya. Meski titik-titik proyeksi (*dot plot*) menunjukkan satu kali kenaikan suku bunga di tahun ini, logikanya rapuh. Jika inflasi inti turun lebih rendah dari perkiraan (di bawah 3,3% pada 2026), dan proyeksi menunjukkan penurunan suku bunga di tahun depan, maka alasan untuk menaikkan suku bunga sekali tahun ini menjadi tidak kuat. 2. **Pengurangan Neraca (*Quantitative Tightening/ QT*) Mungkin Lebih Agresif**: Warsh diketahui mendukung pengurangan ukuran neraca The Fed. Laporan menyoroti bahwa dengan memotong saldo rekening Departemen Keuangan AS menjadi setengahnya saja, neraca bisa menyusut sekitar $500 miliar dengan dampak pasar minimal. Ditambah penyesuaian suku bunga cadangan dan aturan likuiditas, ruang untuk *QT* lebih besar dari yang diperkirakan pasar. Dampaknya mungkin lebih kecil dari yang dikhawatirkan, kecuali jika The Fed secara aktif menjual sekuritas berbasis hipotek (*MBS*). 3. **Kerangka Dasar Tetap, Komunikasi Berubah**: The Fed membentuk gugus tugas untuk meninjau kerangka kebijakan, tetapi target inflasi 2% ditegaskan kembali. Perubahan besar ada pada komunikasi: pernyataan FOMC dibuat jauh lebih ringkas dan disusun ulang, yang lebih merupakan perubahan formal daripada pergeseran kebijakan substantif. Intinya, debat pasar berpusat pada dua hal yang tidak diungkapkan secara eksplisit: (1) apakah satu kenaikan suku bunga tahun ini akan benar-benar terjadi, dan (2) seberapa besar dan berdampaknya program pengurangan neraca. Jawabannya bergantung pada data inflasi inti PCE selanjutnya, rincian jalur *QT* dari The Fed, dan hasil tinjauan kerangka kebijakan.

marsbit10j yang lalu

Interpretasi Laporan: Penampilan Perdana Ketua Baru The Fed, Berganti Kepala, Tapi Apakah Naskahnya Sama?

marsbit10j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片