Chainlink menarik perhatian dari paus, institusi, dan trader ritel meskipun pasar terus melemah. Data on-chain menunjukkan akumulasi yang signifikan, namun pergerakan harga tertinggal.
Cadangan Exchange Chainlink Capai Titik Terendah Tahunan
Data Exchange Reserve CryptoQuant menunjukkan bahwa lebih dari 44,98 juta LINK meninggalkan exchange selama setahun terakhir. Penurunan itu mendorong cadangan Chainlink [LINK] ke level terendah dalam setahun.
Di pasar crypto, cadangan exchange yang menurun sering kali mengindikasikan akumulasi, karena investor memindahkan token ke penyimpanan pribadi (self-custody). Perilaku tersebut biasanya mengurangi tekanan jual (sell-side pressure).
Namun, harga LINK gagal mencerminkan sinyal itu. Pada periode yang sama, token tersebut anjlok tajam dari hampir $29 menjadi sekitar $13,60.
Perbedaan (divergence) itu membuat para trader mempertanyakan apakah akumulasi saja cukup untuk mengimbangi tekanan pasar yang lebih luas.
Aliran Dana Wall Street Gagal Mengangkat LINK
Di luar permintaan asli crypto, minat institusional juga muncul melalui ETF Spot Chainlink AS. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Spot LINK mencatatkan arus masuk (inflow) sejak diluncurkan pada tanggal 2 Desember.
Arus masuk tersebut mencerminkan modal segar yang masuk ke dalam produk, yang seringkali menambah tekanan beli (buying pressure) pada aset dasar. Meski demikian, harga LINK terus mengalami tren penurunan.
Kelemahan itu selaras dengan kondisi pasar yang lebih luas. Pasar crypto secara keseluruhan tetap berada di bawah tekanan setelah momentum memudar sekitar tanggal 10 Oktober.
Volume Mengering Seiring Harga Tergelincir
Pada waktu press time, LINK diperdagangkan di sekitar $13,65, turun sekitar 2,25% dalam 24 jam. Aktivitas perdagangan juga menipis secara tajam.
Volume Spot turun lebih dari 48% menjadi sekitar $295,6 juta pada periode yang sama. Partisipasi yang lebih rendah menandakan trader tetap berhati-hati di tengah kondisi yang tidak pasti.
Perlambatan ini memperkuat kurangnya keyakinan di balik pergerakan harga baru-baru ini.
Pada grafik harian, LINK diperdagangkan di dalam kisaran konsolidasi antara $13,19 dan $14,70 sejak awal Desember. Harga melayang di dekat batas bawah kisaran tersebut.
Zona itu juga bertindak sebagai support kunci di sekitar $13,20. Kegagalan untuk mempertahankan level itu dapat membuat LINK terkena penurunan lebih lanjut.
Berdasarkan struktur historis, breakdown dari konsolidasi dapat membuka pintu untuk penurunan sekitar 16%. Di bawah $13,20, support yang terlihat tetap terbatas.
Sementara itu, Average Directional Index (ADX) berada di near 20,91. Pembacaan di bawah 25 mengindikasikan kekuatan tren yang lemah.
Mata Trader Tertuju pada Posisi Short
Di tengah ini, trader tampaknya berhati-hati dan sepertinya mengikuti tren pasar yang lebih luas.
Data dari CoinGlass mengungkapkan bahwa trader over-leveraged di $13,45 pada sisi bawah dan $13,99 pada sisi atas. Pada level-level ini, mereka telah membangun posisi leveraged long senilai $2,01 juta dan posisi leveraged short senilai $3,04 juta.
Secara keseluruhan, sentimen jangka pendek condong bearish. Meski demikian, cadangan exchange yang menurun dan arus masuk ETF yang stabil mengisyaratkan akumulasi jangka panjang di balik permukaan.
Pemikiran Akhir
- Data Chainlink melukiskan gambaran campuran di mana sinyal akumulasi berbenturan dengan partisipasi pasar yang rapuh.
- Harga mungkin tetap tertekan kecuali sentimen yang lebih luas membaik, membuat trader menunggu untuk melihat apakah kesabaran atau breakdown yang terjadi lebih dulu.







