Perusahaan Strategy (sebelumnya MicroStrategy) mengumumkan pembaruan pada Digital Credit Capital Framework — kerangka konsep manajemen modal yang pertama kali diperkenalkan perusahaan pada Juni 2026 lalu. Kerangka kerja saat itu menetapkan aturan penggunaan cadangan, penerbitan saham, dan jika diperlukan, penjualan sebagian Bitcoin untuk membayar dividen saham preferen STRC dan kewajiban utang. Kini, menurut siaran pers perusahaan dan laporan Form 8-K yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) pada hari yang sama, sebuah pools likuiditas dolar baru bernama USD Cash telah ditambahkan ke dalam kerangka kerja ini.
Penjualan Saham dan Alokasi Hasil Penjualan
Dari tanggal 17 hingga 23 Agustus 2026, Strategy menjual 18.261.118 lembar saham MSTR melalui program at-the-market (ATM). Hasil penjualan bersih dari penempatan tersebut mencapai $2.006,5 juta, seperti yang tercantum dalam dokumen yang diajukan. Dana yang diperoleh dialokasikan perusahaan sebagai berikut:
- $136,4 juta dialokasikan untuk pembelian kembali 1.431.212 lembar saham preferen STRC (Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock) dalam program Digital Credit Securities Repurchase Program;
- $300 juta ditambahkan ke cadangan USD Reserve yang sudah ada;
- sisa hasil penjualan membentuk pools USD Cash yang baru.
Per 23 Agustus 2026, dengan mempertimbangkan penerimaan yang diharapkan dari penjualan ATM yang belum diselesaikan, saldo USD Reserve mencapai $5,10 miliar, sedangkan USD Cash mencapai $1,59 miliar.
Tujuan USD Reserve dan USD Cash
USD Reserve tetap ditujukan secara eksklusif untuk pembayaran dividen saham preferen dan bunga kewajiban utang. Pools baru USD Cash digambarkan sebagai cadangan likuiditas dolar yang dipisahkan secara terpisah untuk keperluan umum perusahaan. Dana darinya dapat digunakan untuk membeli Bitcoin, membayar dividen dan bunga yang diumumkan, membeli kembali saham MSTR atau saham preferen, melunasi catatan konversi (convertible notes), serta menambah USD Reserve.
Cadangan Bitcoin Tetap Utuh
Dalam periode 17 hingga 23 Agustus 2026, Strategy tidak melakukan pembelian atau penjualan Bitcoin — volume cadangan tetap pada level 840.447 BTC. Total biaya akuisisi mencapai $63,36 miliar dengan harga pembelian rata-rata $75.385 per Bitcoin, termasuk biaya dan pengeluaran.
Sisa Limit Pembelian Kembali
Setelah pembelian kembali STRC, jumlah yang tersedia dalam program pembelian kembali saham preferen adalah $516,6 juta, sedangkan untuk program pembelian kembali saham MSTR adalah $1,0 miliar. Kedua limit ini ditetapkan sebelumnya pada 29 Juni 2026.
Akun resmi perusahaan di media sosial X memposting pesan dengan data yang sama dan tautan ke siaran pers. Postingan serupa juga dibagikan oleh pendiri dan Ketua Eksekutif perusahaan, Michael Saylor.
Pembaruan Digital Credit Capital Framework memperkuat struktur dua cadangan terpisah — USD Reserve untuk melayani kewajiban saham preferen dan utang, dan USD Cash untuk serangkaian tugas korporat yang lebih luas. Sementara itu, aset utama perusahaan, Bitcoin, selama periode pelaporan tidak mengalami perubahan jumlah, dan harga pembelian rata-rata tetap pada level $75.385 per koin.
Opini AI
Dari sudut pandang analisis data mesin, keputusan Strategy untuk membagi cadangan menjadi USD Reserve dan USD Cash harus dilihat tidak secara terpisah, melainkan dalam konteks bagaimana pasar saat ini menilai perusahaan itu sendiri. Pengganda mNAV — rasio nilai saham terhadap nilai cadangan Bitcoin — pada Agustus 2026 bertahan di sekitar level 1,0x, yang jauh lebih rendah dari nilai puncak siklus sebelumnya, ketika investor membayar premi untuk MSTR beberapa kali lipat di atas nilai koin itu sendiri, seperti yang ditunjukkan dalam presentasi investasi perusahaan.
Pembentukan pools likuiditas terpisah dapat ditafsirkan sebagai upaya untuk memperkuat kepercayaan pasar terhadap struktur modal tepat pada momen ketika premi terhadap cadangan mendekati nol — situasi yang berbeda dengan tahun 2024, ketika saham diperdagangkan dengan premi tiga kali lipat. Apakah arsitektur cadangan seperti ini akan tetap berkelanjutan jika terjadi penyusutan premi lebih lanjut, atau apakah perusahaan akan membutuhkan instrumen pendanaan baru — adalah pertanyaan yang patut diperhatikan.
end-content




