Bitcoin telah mencatat pemulihan yang signifikan, naik ke $72.000 meskipun terdapat sentimen negatif yang terus-menerus di pasar selama berbulan-bulan.
Posisi saat ini menunjukkan kemungkinan rebound yang semakin besar, didukung oleh perubahan perilaku investor dan ambang batas pasar kunci yang kini berperan.
Bitcoin Mencatat Runtun Akumulasi yang Berkelanjutan
Rally baru-baru ini selaras dengan fase akumulasi yang diperpanjang, memperkuat kekuatan di balik pergerakan harga.
Data dari indikator Akumulasi/Distribusi (A/D) menunjukkan bahwa sekitar 3 juta dalam volume Bitcoin [BTC] terakumulasi selama periode ini, yang dimulai pada 30 Maret. Selama rentang ini, Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 11,16%.
Fase akumulasi ini muncul saat Bitcoin diperdagangkan dalam zona valuasi bearish, berdasarkan metrik pasokan dalam profit. Pada saat penulisan, hanya 59% dari total pasokan Bitcoin yang masih dalam profit.
Secara historis, kisaran ini cenderung bertepatan dengan tekanan jual yang tinggi, karena rally yang lebih kuat biasanya dimulai ketika setidaknya 75% pasokan kembali menghasilkan profit.
Namun, tren saat ini menunjukkan pergeseran dalam posisi pasar. Investor tampaknya memanfaatkan potensi bottom lebih awal, memperlakukan level harga baru-baru ini sebagai titik masuk yang didiskon daripada peluang keluar.
Keyakinan Jangka Panjang Menguat
Data on-chain menunjukkan peningkatan tajam dalam alamat penarikan dari exchange selama empat hari terakhir, memperkuat narasi akumulasi.
Metrik ini melacak jumlah dompet yang memindahkan Bitcoin dari exchange terpusat ke penyimpanan pribadi. Kenaikan yang berkelanjutan biasanya mencerminkan niat jual yang berkurang dan bias penyimpanan jangka panjang yang lebih kuat.
Antara tanggal 5 dan 9 April, total 8.371 alamat Bitcoin menarik kepemilikan mereka dari exchange. Pergerakan ini menegaskan keyakinan yang tumbuh di antara investor yang memposisikan diri untuk keuntungan jangka panjang.
Sebaliknya, pasar spot telah menunjukkan resistensi jangka pendek, dengan aktivitas jual meningkat karena beberapa peserta mengunci keuntungan dari rally baru-baru ini.
Selama seminggu terakhir, sekitar $342 juta Bitcoin terjual, menandai arus keluar bersih mingguan tertinggi sejak minggu yang dimulai 24 November 2025.
Namun demikian, skala dan struktur arus keluar ini menunjukkan fase pengambilan keuntungan sementara daripada pergeseran yang lebih luas menuju posisi bearish.
Penyiapan Pemulihan Mulai Terbentuk
Struktur pasar yang lebih luas terus mengarah ke fase pemulihan potensial.
Laporan terbaru oleh AMBCrypto menunjukkan bahwa probabilitas rebound tetap tinggi dalam kondisi saat ini. Laporan tersebut menyoroti bahwa hampir 80% dari modal yang terealisasi sebelumnya dalam profit telah beralih menjadi rugi saat Bitcoin turun ke kisaran $65.000.
Secara historis, kondisi seperti ini telah mendahului pergerakan naik besar, meskipun pemulihan biasanya tidak terjadi segera.
Di tiga siklus serupa terakhir, tingkat stres pasar ini telah menyebabkan ekspansi upside yang signifikan. Perlu dicatat, pola ini selaras dengan penurunan pada 30 Maret, ketika Bitcoin jatuh ke posisi terendah $65.800 sebelum aktivitas akumulasi mulai meningkat.
Ringkasan Akhir
- Bitcoin telah mencatat 11 hari akumulasi berturut-turut saat aset diperdagangkan dalam zona diskon.
- Lebih dari 8.300 investor telah memindahkan kepemilikan mereka ke dompet pribadi, menandakan pandangan jangka panjang.









