Aptos unveils deflationary tokenomics shift as APT price slides

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-18Terakhir diperbarui pada 2026-02-18

Abstrak

Aptos has announced a major overhaul of its tokenomics, shifting from an inflationary model to a deflationary, performance-driven framework. This change aims to reduce long-term token supply as network activity increases. The update comes as APT trades near $0.88, continuing a broader downtrend. Key changes include cutting annual staking rewards from 5.19% to 2.6%, introducing a hard supply cap of 2.1 billion APT (with 1.196B currently circulating), and permanently locking 210 million APT (18% of current supply) for staking. A major reduction in token unlocks (roughly 60%) is also expected by October 2026. Despite these significant structural shifts designed to tighten supply, the market reaction has been muted, with price action remaining weak as traders focus on broader risk conditions rather than long-term tokenomics narratives.

Aptos has outlined a sweeping overhaul of its tokenomics model. It pivots away from inflation-heavy bootstrap incentives toward a performance-driven framework designed to reduce long-term supply as network activity scales.

The update comes as APT trades near $0.88, down roughly 4.5% on the day. Price action continues a broader downtrend that has seen the token lose more than half its value from late-2025 highs.

While the immediate market reaction has been muted, the proposal signals a structural shift in how Aptos intends to fund validators, reward usage, and manage emissions over the coming years.

From bootstrap inflation to performance-driven supply

Aptos launched mainnet in October 2022 with a subsidy-heavy emissions model designed to bootstrap infrastructure and validator participation. According to the foundation, that phase is now ending.

The network is now transitioning towards supporting institutional-grade, high-throughput applications.

As of today, 1.196 billion APT are in circulation. A major inflection point is approaching in October 2026, when the four-year unlock cycle for early investors and core contributors concludes. Annual supply unlocks will be cut by roughly 60%.

Foundation grant distributions are also set to decline by more than 50% year over year between 2026 and 2027.

The proposed reforms aim to formalize this transition rather than rely on unlock schedules alone.

Aptos staking rewards cut, long-term commitments incentivized

Central to the proposal is a plan to reduce annual staking rewards from 5.19% to 2.6%, nearly halving ongoing emissions. The foundation says it will also explore a redesigned staking framework.

The new framework rewards longer lock-up periods with relatively higher yields while keeping total rewards within the reduced-emissions envelope.

Validator operating costs are expected to fall alongside these changes through upgrades outlined in AIP-139.

Hard supply cap and permanent foundation lock

For the first time, Aptos plans to introduce a protocol-level hard cap of 2.1 billion APT, beyond which no new tokens can ever be minted.

With 1.196 billion APT currently in circulation, this leaves 904 million APT—about 43% of the total cap—available for future staking rewards over time.

In parallel, the foundation will permanently lock and stake 210 million APT, roughly 18% of today’s circulating supply.

These tokens will never be sold or redistributed, effectively removing them from liquid supply while continuing to support network security through staking.

Market reaction remains cautious

Despite the scale of the proposed changes, APT’s price has continued to slide, with charts showing persistent lower highs and weak momentum into mid-February.

Trading data suggests the market is currently prioritizing broader risk conditions over long-term tokenomics narratives, at least in the near term.

That said, the foundation positions the update as a long-duration shift rather than a catalyst for immediate price action.


Final Summary

  • Aptos is shifting from bootstrap inflation to performance-linked supply mechanics.
  • APT price weakness suggests the market has yet to price in long-term supply tightening.

Pertanyaan Terkait

QWhat is the main change Aptos is making to its tokenomics model?

AAptos is shifting from an inflation-heavy bootstrap model to a performance-driven framework designed to reduce the long-term token supply as network activity increases.

QWhat is the new hard supply cap for APT tokens and how many are currently in circulation?

AThe new hard supply cap is 2.1 billion APT. Currently, 1.196 billion APT are in circulation.

QHow much are the annual staking rewards being reduced by in the new proposal?

AAnnual staking rewards are being reduced from 5.19% to 2.6%, which nearly halves the ongoing emissions.

QWhat significant event is happening in October 2026 that will affect APT's supply?

AIn October 2026, the four-year unlock cycle for early investors and core contributors concludes, which will cut annual supply unlocks by roughly 60%.

QHow is the Aptos Foundation contributing to the new deflationary model with its own token holdings?

AThe foundation will permanently lock and stake 210 million APT (about 18% of the current circulating supply). These tokens will never be sold, effectively removing them from the liquid supply while still supporting network security.

Bacaan Terkait

Ketika Konsensus Semakin Cepat, Apa yang Ditaruhkan oleh Investor Muda?

Dengan kemajuan teknologi yang semakin cepat, terutama di bidang AI, robotika, dirgantara, dan komputasi kuantum, para investor muda berhadapan dengan perubahan logika investasi. Mereka tidak lagi cukup mengandalkan model keuangan dan pengalaman industri lama, tetapi juga harus memahami bahasa teknologi, menerima rute yang belum konvergen, dan membuat keputusan sebelum konsensus terbentuk. WAIC merilis daftar "Alpha Youth Investment Leaders," yang mencerminkan beberapa tren utama dalam investasi teknologi saat ini. Tren pertama adalah pergeseran AI dari layar ke dunia fisik. Perhatian kini beralih ke perangkat ujung, robot, mobil, sistem industri, dan infrastruktur luar angkasa. Meskipun robot humanoid dan kecerdasan emboddied menarik perhatian, fokus utama adalah kemampuan pengiriman dan ROI yang nyata, bukan hanya demonstrasi yang mengesankan. Kecerdasan ujung menjadi kunci, dengan perangkat keras AI yang membangun hubungan data dan layanan berkelanjutan dengan pengguna. Tren kedua adalah beralihnya fokus kompetisi dari model dasar ke "roda terbang cerdas." Manfaat model besar belum sepenuhnya terealisasi dalam merekonstruksi produktivitas. Nilai jangka panjang terletak pada perusahaan yang dapat mengintegrasikan kemampuan model ke dalam alur kerja nyata, membentuk siklus tertutup data, pelatihan, dan umpan balik pengguna yang saling memperkuat (roda terbang cerdas). Ini menciptakan nilai yang bertahan melampaui sekadar pembaruan model. Tren ketiga adalah munculnya teknologi dasar baru untuk mengatasi hambatan data. Ketika data manusia yang berkualitas tinggi menjadi langka, pembelajaran penguatan, permainan mandiri, dan model dasar ilmiah menjadi arah yang diperhatikan. Model-model ini bertujuan untuk membangun kemampuan yang lebih mendasar dan universal dalam bidang seperti ilmu kehidupan dan material, menggunakan data dan umpan balik eksperimen khusus untuk mendorong pertumbuhan kemampuan AI selanjutnya. Tren keempat adalah perlunya modal yang sabar untuk teknologi keras. Di bidang seperti dirgantara komersial, komputasi kuantum, dan energi canggih, siklus validasi lebih panjang dan penuh ketidakpastian teknis. Investasi di bidang ini memerlukan pemahaman awal tentang kemampuan teknik dan ketahanan tim, dengan harapan pengembalian dalam skala waktu yang lebih panjang, sambil mendorong perkembangan industri dan akumulasi kemampuan dasar. Peran investor muda adalah memahami teknologi lebih awal, masuk lebih dalam ke industri, dan membuat pilihan jangka panjang di tengah ketidakpastian.

marsbit21m yang lalu

Ketika Konsensus Semakin Cepat, Apa yang Ditaruhkan oleh Investor Muda?

marsbit21m yang lalu

SBI, Manajer Investasi Terbesar India Melantai di Bursa, Sinyal Apa yang Bisa Dibaca dari Data Perdagangannya?

SBI Funds Management, manajer investasi terbesar di India, melantai di bursa pada 21 Juli dengan penawaran perdana senilai sekitar US$10 miliar. Permintaan mencapai 42 kali lipat dari saham yang ditawarkan, menunjukkan minat pasar yang kuat terhadap aset inti India. Namun, harga saham hanya naik sekitar 6,3% pada hari pertama, lebih rendah dari ekspektasi premium pasar gelap sebelumnya. Hal ini menandakan likuiditas tersedia, tetapi investor tidak mau membayar terlalu mahal. Keberhasilan SBI membuka peluang bagi IPO besar berikutnya seperti NSE dan Reliance Jio. Namun, sinyal dari SBI kompleks: jendela IPO India terbuka, tetapi terutama untuk perusahaan dengan merek kuat, arus kas sehat, dan narasi pertumbuhan jangka panjang yang jelas. Perbedaan pendapat muncul di kalangan penjamin emisi. Lembaga lokal seperti Equirus dan Kotak tetap aktif dengan menekankan efisiensi biaya, sementara beberapa bank investasi internasional seperti Citigroup dan JPMorgan menarik diri karena fee penjaminan yang sangat rendah (dilaporkan sekitar 0,01%). Ini mencerminkan pergeseran kekuatan tawar-menawar ke tangan emiten kuat seperti SBI, yang mengandalkan jaringan distribusi lokalnya. Pertumbuhan industri manajemen aset India, didorong oleh penetrasi produk bersama yang masih rendah dan tren investasi SIP, mendukung valuasi SBI. Namun, kenaikan harga yang moderat mencerminkan kehati-hatian investor terhadap risiko siklus pasar. Pada akhirnya, SBI berfungsi sebagai penanda harga baru bagi pasar IPO India. Kelanjutannya akan diuji oleh IPO besar berikutnya. Jika proyek seperti Jio dan NSE dapat diluncurkan dengan valuasi wajar, SBI akan dilihat sebagai awal pemulihan. Jika tidak, ini hanya akan menjadi kesuksesan selektif bagi emiten berkualitas terbaik.

marsbit50m yang lalu

SBI, Manajer Investasi Terbesar India Melantai di Bursa, Sinyal Apa yang Bisa Dibaca dari Data Perdagangannya?

marsbit50m yang lalu

Saham A: Ketahanan, Ekspektasi, dan Dasar yang Tertimpa Kerusakan

Artikel ini membahas ketahanan pasar saham A-shares di tengah tekanan eksternal pada Juli 2026. Meskipun saham teknologi global, termasuk Korea, melemah dan berdampak pada sektor teknologi A-shares, pasar domestik menunjukkan dasar yang kuat. Penurunan terutama dipicu oleh kontagion risiko eksternal (seperti deleverage di Korea), bukan keruntuhan fundamental. Industri teknologi China memiliki struktur yang lebih terdiversifikasi—meliputi berbagai sub-sektor dan logika naratif ganda (rantai pasokan global AI dan substitusi impor domestik)—dibandingkan ketergantungan Korea pada siklus super chip memori. Data fundamental, seperti pertumbuhan laba yang kuat di modul optik dan kabel serat optik, belum terbantahkan. Pihak berwenang ("Tim Nasional") secara aktif mendukung pasar dengan pembelian besar-besaran dan kebijakan stabilisasi, mengirimkan sinyal keyakinan. Selain sektor teknologi, tiga pilar lain—konsumsi, siklus, dan keuangan—memiliki momentum pemulihan endogen. Sektor konsumsi menunjukkan perbaikan dengan kenaikan CPI dan normalisasi inventaris, sementara siklus (seperti aluminium) didukung oleh profitabilitas tinggi, ekspektasi kenaikan harga, dan valuasi rendah. Aset keuangan menawarkan stabilitas dan dividen yang menarik. Kesimpulannya, penyesuaian ini lebih merupakan pelepasan risiko eksternal. Dengan intervensi kebijakan yang tegas dan fundamental ekonomi yang beragam serta tangguh, pasar A-shares dipandang memiliki ketahanan untuk kembali stabil.

marsbit1j yang lalu

Saham A: Ketahanan, Ekspektasi, dan Dasar yang Tertimpa Kerusakan

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片