Altcoin market sees sharp drawdown as selling pressure accelerates

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-01-20Terakhir diperbarui pada 2026-01-20

Abstrak

The altcoin market experienced a sharp sell-off, with its total market cap excluding Bitcoin and stablecoins falling by approximately $50 billion (over 4%) to around $1.2 trillion. Trading volume remained high at $147 billion, indicating active selling rather than low liquidity. Major altcoins saw significant weekly declines: Ethereum dropped nearly 7%, Solana and XRP both fell over 11%, while Dogecoin and Cardano lost more than 14%. Monero led the downturn with a 25% weekly decline. Market structure weakened as the altcoin market failed to hold the $1.3 trillion level, with technical indicators like the RSI falling below 40, signaling strong bearish momentum. Bitcoin's drop below $90,000 further accelerated the altcoin sell-off, reflecting a classic risk-off rotation where traders reduce exposure to higher-risk assets. Altcoins remain vulnerable to further downside in the near term.

The altcoin market came under heavy pressure in the past 24 hours, with broad losses across major tokens and a sharp contraction in market capitalization excluding Bitcoin and stablecoins.

According to market data, the total crypto market cap excluding BTC fell to around $1.2 trillion, marking a daily decline of roughly $50 billion, or just over 4%, based on the latest daily candle.

Trading volume remained elevated near $147 billion, suggesting the sell-off was driven by active risk reduction rather than thin liquidity.

Major altcoins post steep weekly losses

Across the large-cap altcoin segment, losses were widespread and extended beyond short-term volatility.

Ethereum slipped below $3,000, down roughly 7% on the day and nearly 7% over the past week, while Solana fell to around $127, shedding more than 11% on a seven-day basis.

XRP also underperformed, declining over 11% in the past week, while Dogecoin and Cardano recorded similar weekly losses of 14% or more.

Even relatively defensive large caps failed to hold ground. BNB fell over 5% on the week, while Tron declined more modestly but still posted a negative daily close.

Monero saw one of the sharpest moves, with weekly losses exceeding 25%, underscoring the breadth of the downturn.

Altcoin market structure weakens below key levels

The total market cap excluding Bitcoin chart shows a clear loss of structure. After failing to reclaim the $1.3 trillion area earlier this month, the market rolled over and continued printing lower highs, with the latest drop pushing prices toward levels last seen in mid-2024.

Momentum indicators reflect growing downside pressure. The daily RSI has slipped below 40, pointing to weakening buyer strength. At the same time, volume spikes during red candles suggest distribution rather than consolidation.

This breakdown highlights that capital is exiting altcoins faster than Bitcoin. This shows a classic risk-off rotation where traders reduce exposure to higher-beta assets first.

Bitcoin weakness spills into altcoins

Although Bitcoin was excluded from the total market cap calculation, its drop below $90,000 appears to have accelerated losses across altcoins.

Historically, sharp Bitcoin declines tend to amplify downside volatility in the broader market, particularly when leverage is flushed out and confidence weakens.

With no immediate recovery in Bitcoin and liquidity conditions tightening, altcoins remain vulnerable to further downside in the short term.


Final Thoughts

  • The altcoin market lost roughly $50 billion in a single day, with most large-cap tokens posting double-digit weekly losses.
  • Until broader market confidence returns, altcoins are likely to remain under pressure relative to Bitcoin.

Pertanyaan Terkait

QWhat was the total crypto market cap excluding Bitcoin after the sharp decline, and by how much did it drop in value and percentage?

AThe total crypto market cap excluding Bitcoin fell to around $1.2 trillion, marking a daily decline of roughly $50 billion, or just over 4%.

QWhich major altcoins experienced weekly losses of approximately 11% or more according to the article?

ASolana (shedding more than 11%), XRP (declining over 11%), and Dogecoin and Cardano (recorded similar weekly losses of 14% or more) all experienced significant weekly losses.

QWhat key technical indicator is mentioned as slipping below 40, and what does this signal for the altcoin market?

AThe daily RSI has slipped below 40, which points to weakening buyer strength and growing downside pressure.

QHow did the drop in Bitcoin's price below a certain level affect the altcoin market?

ABitcoin's drop below $90,000 appears to have accelerated losses across altcoins, as sharp Bitcoin declines historically amplify downside volatility in the broader market.

QWhat does the elevated trading volume near $147 billion suggest about the nature of the sell-off?

AThe elevated trading volume suggests the sell-off was driven by active risk reduction rather than thin liquidity.

Bacaan Terkait

GensynAI : Jangan Biarkan AI Mengulangi Kesalahan Internet

Beberapa bulan terakhir, banyak talenta dari industri kripto beralih ke AI karena pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan. Para peneliti yang bergerak di kedua bidang ini terus mengeksplorasi satu pertanyaan yang belum terjawab: **Bisakah blockchain menjadi bagian dari infrastruktur AI?** Proyek yang menggabungkan AI dan Crypto, seperti AI Agent, on-chain reasoning, pasar data, dan penyewaan daya komputasi, telah banyak bermunculan. Namun, sebagian besar masih berada di "lapisan aplikasi AI" dan belum membentuk closed-loop bisnis yang nyata. Berbeda dengan itu, **Gensyn** justru menyasar lapisan paling inti dan mahal dalam industri AI: **pelatihan model**. Gensyn bertujuan untuk mengorganisir sumber daya GPU yang tersebar secara global menjadi jaringan pelatihan AI terbuka. Pengembang dapat mengirimkan tugas pelatihan, node menyediakan daya komputasi, dan jaringan bertugas memverifikasi hasil pelatihan serta mendistribusikan insentif. Nilai utama di balik ini bukan semata-mata "desentralisasi", melainkan solusi atas masalah mendesak dalam industri AI: **sumber daya komputasi (GPU) yang semakin terkonsentrasi di tangan segelintir raksasa teknologi.** Kelangkaan pasokan H100, kenaikan harga layanan cloud, dan persaingan ketat untuk mengunci sumber daya komputasi menunjukkan bahwa kepemilikan GPU kini menjadi penentu kecepatan pengembangan AI, terutama di era model besar (large models). **Mengapa Gensyn Menarik Perhatian?** 1. **Menyasar Lapisan Infrastruktur Inti AI:** Gensyn langsung masuk ke dalam proses pelatihan model, bagian yang paling menantang secara teknis dan paling banyak mengonsumsi sumber daya. Ini adalah lapisan yang mudah membentuk hambatan platform (platform壁垒). Jika jaringan pelatihannya mencapai skala, ia berpotensi menjadi pintu masuk penting bagi pengembangan AI di masa depan. 2. **Menawarkan Model Kolaborasi Komputasi yang Lebih Terbuka:** Berbeda dengan ketergantungan pada platform cloud terpusat yang biayanya terus naik, Gensyn mengusung model yang memanfaatkan GPU menganggur dan menjadwalkan sumber daya komputasi secara dinamis. Ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan daya komputasi secara keseluruhan dan mengurangi hambatan inovasi bagi tim AI kecil-menengah. 3. **Tingkat Kesulitan Teknis sebagai Keunggulan:** Tantangan sebenarnya bukan sekadar menghubungkan GPU, tetapi **cara memverifikasi hasil pelatihan, memastikan kejujuran node, dan menjaga keandalan pelatihan di lingkungan terdistribusi.** Gensyn fokus pada solusi teknis ini (seperti mekanisme verifikasi probabilistik, model distribusi tugas), menjadikannya lebih mirip perusahaan infrastruktur teknologi mendalam (deep tech). 4. **Memiliki Closed-Loop Bisnis Nyata:** Kebutuhan akan pelatihan AI adalah pasar nyata yang terus berkembang, dengan celah pasokan GPU yang berkelanjutan. Gensyn tidak sekadar menambahkan blockchain untuk kepentingannya sendiri, tetapi menjawab kebutuhan industri akan sistem penjadwalan sumber daya yang lebih fleksibel dan terbuka. Singkatnya, batas antara Crypto (sistem finansial) dan AI (sistem teknologi) semakin kabur. AI membutuhkan koordinasi sumber daya, mekanisme insentif, dan kolaborasi global—hal-hal yang menjadi keahlian Crypto. Gensyn mewakili upaya untuk membuka akses kemampuan pelatihan, yang selama ini dikuasai sedikit perusahaan besar, menjadi sistem yang lebih terbuka dan dapat dikolaborasikan. Inisiatif ini tidak lagi sekadar cerita konsep, tetapi berkembang menuju infrastruktur AI nyata, di mana perusahaan paling bernilai di era AI sering kali lahir dari lapisan infrastruktur.

marsbit6j yang lalu

GensynAI : Jangan Biarkan AI Mengulangi Kesalahan Internet

marsbit6j yang lalu

Mengapa AI China Berkembang Begitu Cepat? Jawabannya Tersembunyi di Dalam Laboratorium

Pengarang mencatat bahwa laboratorium AI China telah menjadi kekuatan yang semakin sulit diabaikan dalam kompetisi model besar global. Keunggulannya tidak hanya terletak pada banyaknya talenta, kemampuan rekayasa yang kuat, dan iterasi cepat, tetapi juga berasal dari cara organisasi yang sangat realistis: lebih banyak fokus pada pembuatan model daripada konsep, lebih menekankan eksekusi tim daripada individu bintang, dan lebih memilih menguasai tumpukan teknologi inti sendiri daripada bergantung pada layanan eksternal. Dari kunjungan ke sejumlah laboratorium AI terkemuka China, penulis menemukan ekosistem AI China tidak sepenuhnya sama dengan AS. AS lebih menekankan orisinalitas, investasi modal, dan pengaruh ilmuwan puncak, sedangkan China lebih mahir dalam mengejar cepat arah yang sudah ada. Melalui sumber terbuka, optimasi rekayasa, dan kontribusi banyak peneliti muda, China mendorong kemampuan model ke garis depan dengan cepat. Yang paling menarik untuk diperhatikan bukanlah apakah AI China telah melampaui AS, melainkan dua jalur pengembangan berbeda yang terbentuk: AS lebih seperti kompetisi garis depan yang digerakkan modal dan laboratorium bintang, sedangkan China lebih seperti kompetisi industri yang didorong oleh kemampuan rekayasa, ekosistem sumber terbuka, dan kesadaran penguasaan teknologi mandiri. Ini berarti kompetisi AI di masa depan tidak hanya soal peringkat model, tetapi juga kemampuan organisasi, ekosistem pengembang, dan eksekusi industri. Perubahan nyata AI China terletak pada cara mereka berpartisipasi dalam garis depan global dengan caranya sendiri, bukan hanya meniru Silicon Valley. Penulis juga menyoroti beberapa perbedaan utama dalam ekosistem AI China: permintaan AI domestik mulai muncul, banyak pengembang terpengaruh Claude, perusahaan memiliki mentalitas kepemilikan teknologi, ada dukungan pemerintah meski skalanya belum jelas, industri data kurang berkembang dibanding Barat, dan ada kebutuhan kuat akan chip NVIDIA lebih banyak. Penutupnya menekankan pentingnya ekosistem global yang terbuka dan kolaboratif untuk menciptakan AI yang lebih aman, mudah diakses, dan bermanfaat bagi dunia.

marsbit8j yang lalu

Mengapa AI China Berkembang Begitu Cepat? Jawabannya Tersembunyi di Dalam Laboratorium

marsbit8j yang lalu

3 Tahun 5 Kali Lipat, Pabrik Kaca Berusia Satu Abad Dibangkitkan Kembali

Menurut CRU, permintaan serat optik untuk pusat data AI meningkat 75.9% per tahun, dan kesenjangan pasokan-meningkat dari 6% menjadi 15%. Harga serat optik melonjak lebih dari 3 kali lipat dalam beberapa bulan, dan kapasitas produksi tidak dapat mengimbangi. Inilah alasan NVIDIA berinvestasi di Corning dan mempercepat ekspansi kapasitas serat optik, dengan total investasi $45 miliar dalam tiga perusahaan di seluruh rantai optik. Corning, perusahaan kaca berusia 175 tahun dari New York, melihat sahamnya naik 316.81% dalam setahun terakhir, mencapai kapitalisasi pasar $160 miliar. NVIDIA memilih Corning karena keahliannya dalam serat optik khusus berkinerja tinggi yang penting untuk pusat data AI, seperti serat dengan kehilangan sinyal ultra-rendah (0.15 dB/km), kepadatan tinggi, dan ketahanan tekuk yang baik. Penghasilan Corning dari segmen komunikasi optik untuk perusahaan (Enterprise) melonjak dari $1.3 miliar pada 2023 menjadi lebih dari $3 miliar pada 2025. Perusahaan telah mengamankan kontrak pasokan jangka panjang bernilai miliaran dolar dari klien seperti Meta dan NVIDIA. Meskipun bukan produsen serat optik terbesar secara global, keunggulan teknis Corning di pasar serat canggih untuk AI, ditambah dengan investasi R&D tahunan sebesar $1 miliar, memberinya posisi unik. Percepatan adopsi teknologi **CPO (Co-Packaged Optics)** oleh NVIDIA, yang dijadwalkan mulai produksi massal pada paruh kedua 2026, menjadi katalis penting bagi permintaan serat optik premium Corning. Namun, valuasi sahamnya yang telah melonjak pesat dan potensi keterlambatan dalam eksekusi pesanan menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

marsbit8j yang lalu

3 Tahun 5 Kali Lipat, Pabrik Kaca Berusia Satu Abad Dibangkitkan Kembali

marsbit8j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片