Tahun 2025, robot humanoid perlahan berubah dari fiksi ilmiah menjadi kenyataan. Dari Optimus milik Tesla hingga Figure 01 dari Figure AI, batas kemampuan robot humanoid umum dengan dukungan model bahasa besar (LLM) diperluas dengan cepat. Menurut prediksi Goldman Sachs, pada tahun 2035, pangsa pasar robot humanoid diperkirakan akan mencapai 154 miliar dolar AS. Pasar raksasa bernilai triliunan ini menarik perusahaan teknologi terkemuka dan pikiran-pikiran tercerdas di dunia untuk terjun ke dalamnya.
Namun, ketika "anggota tubuh" robot semakin canggih, sebuah masalah yang lebih inti muncul di hadapan kita: bagaimana membangun "otak" yang cukup cerdas, terbuka, dan aman? Ketika ribuan robot memasuki rumah tangga, rumah sakit, dan kota, bagaimana mereka akan bekerja sama, bertukar nilai, dan berintegrasi secara mulus dengan masyarakat manusia?
Profesor Stanford dan pendiri OpenMind, Jan Liphardt, memberikan jawabannya. Sejak mendapatkan pendanaan 20 juta dolar AS yang dipimpin Pantera Capital pada Agustus 2025, OpenMind menekan tombol fast-forward, merilis serangkaian produk mulai dari sistem operasi dasar hingga protokol pembayaran, secara bertahap menggambarkan blueprint lengkap "otak robot" mereka.
Bisnis inti OpenMind adalah menyediakan layanan kognitif cloud ber-mode SaaS untuk perusahaan. Namun, mereka dengan tajam menangkap bahwa ketika robot menjadi peserta ekonomi independen, blockchain akan memainkan peran penting di bidang-bidang seperti sistem pembayaran, autentikasi identitas, privasi data, dan tata kelola kolaboratif.
Kerja sama OpenMind baru-baru ini dengan penerbit stablecoin Circle, serta penyebaran stasiun pengisian daya robot di jalanan San Francisco, adalah realisasi awal dari konsep ini. Robot dapat menyelesaikan pembayaran pengisian daya secara mandiri menggunakan USDC, yang mungkin menandai fajar era "Ekonomi Mesin (Machine Economy)".
Selain itu, OpenMind juga sedang membangun toko aplikasi khusus untuk robot, memungkinkan pengguna untuk mengunduh aplikasi dan keahlian ke robot mereka di satu tempat, seperti halnya mengunduh aplikasi seluler di Apple App Store atau Google Play Store. Aplikasi ini telah diluncurkan di OpenMind App Store pekan lalu.
Dalam wawancara eksklusif ini, kami mendiskusikan secara mendalam dengan pendiri OpenMind tentang filosofi pembangunan "otak" robot, konsep desain sistem operasi modular OM1, serta bagaimana melalui protokol FABRIC dan teknologi blockchain, membangun masa depan di mana mesin dan mesin, serta mesin dan manusia, dapat berkolaborasi secara efisien. Dia berbagi peta jalan teknologi OpenMind, dan memberikan wawasan mendalam tentang masalah-masalah kunci seperti ekosistem pengembang, operasi jarak jauh, dan privasi data.
Berikut adalah isi wawancara:
Membangun "Rekening Bank" untuk Robot
Pada Desember 2025, OpenMind dan penerbit stablecoin Circle secara bersama mengumumkan peluncuran sistem pembayaran mandiri robot berbasis protokol x402. Seiring dengan meningkatnya kemampuan robot, mereka tidak akan lagi hanya menjadi alat untuk menjalankan tugas, tetapi mulai memainkan peran sebagai entitas ekonomi mandiri. Mereka perlu membeli daya komputasi, data, keahlian, bahkan mempekerjakan robot atau manusia lain untuk menyelesaikan tugas-tugas kompleks.
Untuk mencapai hal ini, sebuah sistem keuangan yang dirancang khusus untuk mesin, tanpa memerlukan campur tangan manusia, menjadi sangat diperlukan. Sistem perbankan tradisional jelas tidak siap untuk ini, sementara cryptocurrency dan teknologi blockchain, dengan karakteristik digital dan terdesentralisasi aslinya, menjadi pilihan yang paling alami.
