Pemerintah Inggris telah memanfaatkan platform blockchain HSBC untuk menjalankan percontohan penerbitan obligasi pemerintah digital, yang disebut Digital Gilt Instrument, atau DIGIT.
Langkah ini menandai langkah konkret untuk menguji apakah teknologi blockchain dapat meningkatkan efisiensi di pasar utang berdaulat.
Laporan mengatakan dukungan hukum untuk program ini akan disediakan oleh Ashurst LLP, yang menggarisbawahi kompleksitas dalam menerapkan penerbitan tokenisasi yang diatur ke dalam praktik.
Program Percontohan Bertujuan Untuk Menjelajahi Penyelesaian On-Chain
Menurut laporan, percontohan akan menerbitkan gilts berjangka pendek digital dalam lingkungan sandbox yang diawasi oleh regulator keuangan Inggris.
Penyiapan itu memungkinkan pejabat menguji proses penerbitan, transfer, dan penyelesaian pada distributed ledger sambil menjaga sistem utang utama tetap tidak berubah.
Sumber: Ledger Insights
Platform Orion milik HSBC sebelumnya telah mendukung proyek obligasi tokenisasi di luar negeri dan dipilih karena dapat menangani transaksi dalam skala besar.
Pemerintah menggambarkan percontohan ini sebagai sarana untuk menguji apa yang berhasil, mengidentifikasi area untuk potensi penghematan, dan memperjelas legalitas jenis penerbitan obligasi baru.
Hari ini kami telah mengambil langkah penting menuju penerbitan Instrument Gilt Digital pertama 🇬🇧 💷✨
DIGIT akan:
⚙️ Memungkinkan transaksi yang lebih cepat & efisien
💸 Mengurangi biaya untuk perusahaan
🔐 Meningkatkan keamanan di seluruh sistem keuangan kamihttps://t.co/xu5MhnIKtC— Lucy Rigby KC MP (@LucyRigby) 12 Februari 2026
Menurut Sekretaris Ekonomi untuk Keuangan Inggris, Lucy Rigby, "Hari ini kami telah mengambil langkah penting menuju penerbitan Instrument Gilt Digital pertama GB." Rigby menunjuk bahwa dia menantikan "bekerja dengan HSBC dan pihak lain untuk menyampaikan DIGIT."
Waktu Dan Proses Pengadaan
Sudah ada pembicaraan tentang memiliki gilt digital selama berbulan-bulan, dan itu telah menunda percontohan dari harapan semula.
Menurut sumber, waktu tambahan telah memberikan Kesempatan kepada Treasury untuk menilai berbagai proposal dari perusahaan yang berbeda: HSBC, London Stock Exchange, dan perusahaan fintech.
Keputusan tersebut tampaknya merupakan cerminan dari pendekatan konservatif yang ingin diambil oleh regulator, serta niat pemerintah untuk menghindari kejutan dalam uji coba utang tokenisasi.
Menurut laporan, obligasi percontohan yang digunakan dalam proses ini harus mereplikasi keadaan penerbitan yang realistis tanpa membahayakan stabilitas pasar.
Gambar: Deloitte
Tujuan Dan Metrik Percontohan
Program ini akan berfokus pada beberapa ukuran praktis: kecepatan penyelesaian, pengaturan penitipan, aksesibilitas pasar sekunder, dan rekonsiliasi catatan on-chain dengan buku pusat.
Laporan telah mengungkapkan bahwa pihak berwenang akan memantau secara ketat bagaimana proses otomatis menangani siklus hidup obligasi dan peristiwa kena pajak yang muncul.
Hasilnya akan menentukan apakah teknologi ini cukup kuat untuk adopsi yang lebih luas dan apakah kerangka operasional atau hukum perlu penyesuaian sebelum scaling.
Bank dan investor mengawasi percontohan dengan cermat. Mereka menginginkan sistem yang terhubung ke operasi Treasury dan kliring yang ada tanpa menambah risiko yang tidak perlu.
Laporan mengatakan percontohan dapat mempersiapkan panggung untuk penggunaan yang lebih luas dari utang tokenisasi di Inggris, meskipun penerimaan akan tergantung pada keuntungan efisiensi yang terukur daripada kebaruan.
Pemerintah melihat ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempertahankan daya saing Inggris di pasar modal dan untuk menarik investasi domestik dan internasional.
Gambar unggulan dari Pexels, grafik dari TradingView


