Bursa kripto Binance telah menolak tuduhan dari anggota parlemen AS bahwa mereka memfasilitasi lebih dari $1,7 miliar dalam transfer kripto yang terkait dengan jaringan Iran, menolak penyelidikan Senat yang mengutip laporan media investigasi terkini.
Dalam surat tertanggal 6 Maret, Binance menyatakan klaim yang dirujuk dalam penyelidikan dari Senator AS Richard Blumenthal adalah "terbukti salah" dan didasarkan pada pelaporan yang tidak akurat.
Tanggapan ini menanggapi kekhawatiran yang diajukan oleh Subkomite Investigasi Tetap Senat. Kekhawatiran tersebut adalah tentang dugaan pelanggaran sanksi dan risiko pencucian uang yang terkait dengan platform.
Penyelidikan Blumenthal, yang dikirim pada 24 Februari, mengutip pelaporan dari outlet termasuk Wall Street Journal, The New York Times, dan Fortune.
Outlet-outlet ini menduga bahwa perantara yang menggunakan Binance memindahkan dana yang terkait dengan jaringan Iran dan perdagangan minyak Rusia yang menghindari sanksi.
Penyelidikan Senat mengutip $1,7 miliar dalam dugaan transfer
Menurut surat senator, pelaporan investigatif menyatakan bahwa akun yang terkait dengan dua mitra Binance—Hexa Whale dan Blessed Trust—bertindak sebagai perantara untuk transfer kripto yang terkait dengan entitas Iran.
Laporan-laporan tersebut mengklaim bahwa penyelidik internal di Binance mengidentifikasi sekitar $1,7 miliar dalam transfer selama 2024 dan 2025. Transfer ini diduga dipindahkan melalui akun yang terhubung ke jaringan Iran.
Beberapa transaksi dilaporkan terkait dengan dompet yang terhubung ke Korps Pengawal Revolusi Islam Iran. Yang lainnya dikaitkan dengan pembayaran yang terkait dengan apa yang disebut armada bayangan Rusia, yang mengangkut minyak yang disanksi.
Penyelidikan Blumenthal juga mempertanyakan laporan bahwa penyelidik yang mengungkapkan kekhawatiran kepatuhan kemudian ditangguhkan atau diberhentikan. Penyelidikan ini mengangkat kekhawatiran tentang kepatuhan bursa terhadap penegakan sanksi dan komitmen anti-pencucian uang.
Senator tersebut meminta dokumen dan komunikasi internal terkait dua entitas tersebut. Dia juga meminta catatan tentang pengguna platform yang berpotensi berasal dari Iran atau Rusia.
Binance Membantah Tuduhan dan Membela Kepatuhan
Dalam tanggapannya, Binance menyatakan bahwa laporan media yang dikutip dalam penyelidikan salah menyampaikan fakta dan tidak memiliki bukti yang kredibel.
Perusahaan tersebut menyatakan mereka menjaga persyaratan know-your-customer [KYC] dan penyaringan sanksi yang ketat serta melarang pengguna yang tinggal di Iran mengakses platform.
Binance menyatakan mereka meluncurkan penyelidikan terhadap Hexa Whale dan Blessed Trust setelah menerima permintaan dari lembaga penegak hukum.
Menurut perusahaan, Hexa Whale dihapus dari platform pada Agustus 2025, sementara Blessed Trust dikeluarkan pada Januari 2026 setelah tinjauan internal.
Perusahaan juga menekankan bahwa, sepengetahuan mereka, tidak ada akun Binance yang bertransaksi langsung dengan entitas yang berbasis di Iran.
Binance menyoroti infrastruktur kepatuhan yang lebih luas, mencatat bahwa mereka memiliki lebih dari 1.500 staf kepatuhan di seluruh dunia dan memproses lebih dari 71.000 permintaan penegak hukum pada tahun 2025.
Selama tiga tahun terakhir, bursa tersebut menyatakan mereka membantu pihak berwenang menyita lebih dari $752 juta yang terkait dengan aktivitas ilegal.
Perusahaan juga mengutip data yang menunjukkan paparan mereka terhadap dompet yang terkait dengan aktivitas ilegal turun dari 0,284% dari total volume bursa pada awal 2024 menjadi 0,009% pada pertengahan 2025, yang mewakili penurunan hampir 97%.
Sengketa Muncul di Tengah Pengawasan yang Lebih Luas atas Kepatuhan Sanksi Kripto
Tanggapan bursa ini muncul di tengah pengawasan yang sedang berlangsung terhadap peran platform kripto dalam penegakan sanksi.
Pada tahun 2023, Binance dan pendirinya, Changpeng Zhao, mengaku bersalah atas pelanggaran kontrol anti-pencucian uang dan sanksi sebagai bagian dari penyelesaian pemerintah AS yang mencakup denda $4,3 miliar.
Zhao kemudian menjalani hukuman penjara empat bulan dan diberi grasi oleh Donald Trump.
Penyelidikan Senat menunjukkan bahwa anggota parlemen terus mengkaji apakah bursa kripto secara memadai mencegah penggunaan aset digital untuk melewati sanksi internasional.
Ringkasan Akhir
- Binance telah menolak tuduhan Senat bahwa mereka memungkinkan transfer kripto senilai $1,7 miliar yang terkait dengan Iran, menyebut klaim tersebut tidak akurat dan tidak didukung.
- Sengketa ini menyoroti pengawasan yang sedang berlangsung oleh anggota parlemen AS atas apakah bursa kripto secara efektif menegakkan sanksi dan kontrol anti-pencucian uang.







