Badan Kepolisian Nasional Korea telah memperkenalkan aturan baru tentang bagaimana penegak hukum harus menangani cryptocurrency yang disita. Langkah ini menyusul beberapa kelalaian keamanan, di mana praktik penanganan yang tidak memadai menyebabkan hilang atau dicurinya aset digital. Di bawah pedoman baru ini, polisi harus mengikuti langkah-langkah yang jelas untuk menyimpan dan mengelola aset kripto.
Aturan Baru
Aturan baru ini menyusul beberapa insiden. Pada tahun 2021, Bitcoin disita dan hilang karena pihak berwenang mengandalkan penyimpanan pihak ketiga dan tidak mengontrol kunci privat, dan dalam kasus lain, polisi menangkap tersangka yang terkait dengan crypto yang dicuri dari dompet yang disita. Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bahwa sistem yang ada tidak cukup kuat untuk melindungi aset digital.
Kerangka kerja baru ini mengharuskan penegak hukum untuk tetap memegang kendali penuh atas kunci privat dan menggunakan metode yang aman untuk menyimpan crypto. Ini juga mengharuskan untuk mengikuti prosedur standar selama penyitaan dan penyimpanan. Ini juga mencakup aturan untuk menangani cryptocurrency yang berfokus pada privasi, yang lebih sulit untuk dilacak.
Pemerintah Korea Selatan juga meningkatkan pengawasan. Otoritas, termasuk regulator keuangan, sedang mempersiapkan tinjauan komprehensif terhadap pengelolaan aset digital oleh lembaga publik. Korea Selatan memperkuat pendekatannya terhadap pengelolaan aset kripto setelah kesalahan-kesalahan yang merugikan. Aturan-aturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa crypto yang disita ditangani dengan aman dan untuk mencegah salah urus di masa depan.
Berita Crypto yang Disorot:
Metaplanet Memindahkan 4.986 BTC ke Dompet Baru; Saham Turun 12%





