Melampaui Doktrin Islam, Iran Membutuhkan Bitcoin
Dunia fokus pada Iran dan Teluk Persia, tetapi di balik narasi militer dan energi, warga Iran beralih ke cryptocurrency seperti Bitcoin dan USDT untuk melindungi aset mereka. Setelah serangan militer, aliran keluar aset kripto di bursa Nobitex melonjak 700%, dengan jutaan dolar mengalir keluar dari Iran dalam beberapa hari.
Ekonomi Iran terperangkap dalam siklus sanksi, inflasi tinggi, dan devaluasi mata uang rial, yang telah anjlok dari 32.000 per dolar AS pada 2015 ke lebih dari 1 juta. Sebagai negara Islam, Iran menghadapi tantangan dengan hukum agama yang melarang riba dan perjudian, meski pemimpin sebelumnya bersikap terbuka terhadap crypto.
Pemerintah Iran memiliki hubungan kompleks dengan cryptocurrency, memanfaatkannya untuk menghindari sanksi dan transfer dana, sementara juga membatasi akses rial untuk mencegah pelarian modal. Bagi warga, crypto adalah alat penyimpan nilai, sarana transfer, dan bahkan hiburan, seperti game "Tap-to-Earn" yang populer.
Krisis listrik juga terjadi, dengan penambangan kripto ilegal mengonsumsi 5% dari total listrik, sebagian besar dilakukan oleh pihak istimewa seperti militer dan lembaga keagamaan, sementara warga biasa menderita pemadaman listrik. Pada intinya, cryptocurrency telah menjadi jalur penyelamatan penting bagi Iran di tengah gejolak.
marsbit03/03 14:45