Here Are the Best Crypto Wallets that Won’t Disappear from the App Store

BitcoinistDipublikasikan tanggal 2022-03-25Terakhir diperbarui pada 2022-03-25

Abstrak

The long story short: Apple has always been skeptical about the blockchain realm, probably seeing it as a potential threat...

The long story short: Apple has always been skeptical about the blockchain realm, probably seeing it as a potential threat to the authority of the Big Tech companies. Now the tech giant has decided to pick faults in crypto wallet apps. The Trust Wallet iOS app has become “temporarily unavailable” for new installations and updates as the service put it in its recent tweet.
Where Did Trust Wallet Go Wrong?
Trust Wallet is a non-custodial crypto wallet with an in-built Web3 browser. It supports both Ethereum- and Bitcoin-based tokens and is quite popular with NFT collectors. The wallet also provides exchange services via third parties which have probably played a role of a red rag to Apple. As specified in the App Store Guidelines 3.1, only in-app purchases are allowed and cryptocurrency transactions can be facilitated only by the exchange itself. It would be logical to assume that other wallets using third-party exchange services may also fall victim to iOS outages. In fact, Trust Wallet is not the only one that got banned. Atomic Wallet also reported some problems with its iOS app several months ago, and it seems to be still unavailable.
Meanwhile, this occurrence is likely to dent trust in Trust Wallet. It’s such a sad wordplay. The service will look for a way out and settle on a compromise with Apple. Maybe, it will have to get rid of exchange services as such which will drive away from the users who need fiat-to-crypto exchanges in their wallets.
What Are the Alternatives?
To avoid an unpleasant surprise of a crypto wallet app being unavailable, it would be reasonable to use a service that offers comprehensive solutions. Therefore, you should choose a wallet that integrates an exchange platform that meets Apple’s requirements. Here are some of such wallets:
1.   NOW Wallet
NOW Wallet has been developed by ChangeNOW, an exchange and processing platform that has much to offer to its users. It is a great example of a comprehensive solution. The platform’s primary activity is exchange operations, but it also facilitates token airdrops, provides crypto loans, and gives access to full Nodes and blockbook Explorers. ChangeNOW clients can swap almost 400 cryptos and 60 fiat currencies.
NOW Wallet can be used on Android and iOS devices. It integrates storage and exchange functions, so its users can keep their private keys, swap tokens, or buy and sell crypto. Besides, the wallet is a good solution for keeping NFTs as it supports ERC-721 and ERC-1155 NFT token standards.
2.   Huobi Wallet
Huobi Global is one of the biggest cryptocurrency exchanges with its daily trade turnover of over $4 billion. It handles both crypto-to-crypto and fiat-to-crypto swaps while providing access to spot and futures markets. The choice of available assets includes 348 cryptocurrencies and 57 fiat currencies. The in-house wallet of Huobi is available as an Android and iOS app. It supports twenty wallet types including BTC, ETH, HECO, DOGE, and more. Also, the wallet functionalities allow for managing ERC721 NFTs.
3.   eToro Money Wallet
eToroX is a crypto exchange operated by eToro, a multi-asset investment platform. eToroX provides access to over 30 digital assets as well as 17 tokenized fiat and commodity stablecoins developed in-house by eToroX Labs. Besides exchange operations, eToroX offers API services and a credit program for spot trading.
eToro Money is a wallet for storing crypto assets and exchanging them to fiat money in one app. It can be used on Android and iOS devices. Wallets of three types are available: XRP, XLM, and ETH.
4.   Gemini Wallet
Gemini, a regulated cryptocurrency exchange, offers a secure wallet infrastructure that supports about 70 cryptocurrencies. All users’ funds are protected with the industry’s most advanced security and protection systems. Despite being a custodian wallet, the wallet offers theft protection backed by world-class underwriters. Among its drawbacks is its expensive fee structure and limited selection of supported cryptocurrencies.
5.   Gate.io’s Wallet
Wallet.io, another multi-currency crypto wallet owned by crypto exchange Gate.io. It supports hundreds of mainstream coins, such as all tokens on the EOS network, all ERC-20 tokens on the Ethereum network, all QRC-20 tokens on the QTUM network, and all NEP-5 tokens on the NEO network. Private keys are stored on the platform using high-intensity encryption, and neither the platform nor the user can access them. Non-custodial wallets, however, are widely considered a better option. There’s a popular saying in the crypto community: “Not your keys, not your coins.”
Bottom Line
Any disruption in the work of crypto software is like a wake-up call to its users. Security is a thorny issue as no one would want to lose control of their funds. For that reason, non-custodial crypto wallets can prove to be a preferable solution. Besides, the Trust Wallet case has demonstrated that the Big Tech companies may take on the role of harsh monopolists and roadblock smooth operation of apps justifying such moves with a break of their guidelines. Specifically, if you need to store and exchange your digital assets in one app, make sure both these services are provided by one developer. Throughout this article, we have presented five wallets that may serve as a viable alternative to the Trust Wallet iOS, which is currently unavailable in the App Store.

Bacaan Terkait

Tim Fei-Fei Li Memperjelas Konsep 'Model Dunia', Sora Hanya Bisa Disebut Sebagai Renderer

Tim World Labs dan Profesor Stanford Li Fei-Fei menerbitkan analisis konseptual berjudul "Fungsional Taxonomy of World Models". Artikel tersebut menyatakan bahwa istilah "model dunia" telah menjadi salah satu konsep terpenting namun paling disalahgunakan di bidang AI. Pemicu kebingungan ini adalah keberagaman sistem yang disebut "model dunia". OpenAI's Sora disebut "world simulator", tetapi hanya menghasilkan video yang realistis secara visual. Tesla menggunakan "model dunia" untuk memprediksi pergerakan objek di FSD, sementara perusahaan robotika menggunakannya untuk mengevaluasi konsekuensi tindakan. Padahal, ketiganya memiliki tujuan teknis yang sangat berbeda. Berdasarkan kerangka Partially Observable Markov Decision Process (POMDP), tim mengusulkan klasifikasi fungsional yang membagi sistem "model dunia" menjadi tiga proyeksi: Renderer, Simulator, dan Planner. * **Renderer (seperti Sora, Genie 3):** Fokus pada generasi piksel yang realistis secara visual. Input adalah representasi keadaan, output adalah gambar/video. Tidak menjamin keakuratan fisik. * **Simulator (seperti NVIDIA Omniverse):** Fokus pada prediksi keadaan fisik selanjutnya secara akurat. Input adalah keadaan saat ini dan tindakan, output adalah keadaan berikutnya yang dapat dihitung untuk analisis teknis. Data 3D berkualitas untuk pelatihannya sangat langka. * **Planner (seperti model VLA):** Fokus pada keputusan tindakan. Input adalah data observasi dan instruksi tujuan, output adalah tindakan selanjutnya yang harus dijalankan. Artikel ini menyimpulkan bahwa Sora, sesuai dengan klasifikasi ini, adalah Renderer, bukan "model dunia" yang utuh karena tidak dapat memprediksi perubahan keadaan berdasarkan input tindakan. Klarifikasi ini penting untuk menghindari kesalahan teknis, memberikan kejelasan bagi investor, dan menetapkan tolok ukur yang jelas di kalangan akademisi.

marsbit6m yang lalu

Tim Fei-Fei Li Memperjelas Konsep 'Model Dunia', Sora Hanya Bisa Disebut Sebagai Renderer

marsbit6m yang lalu

Dari Web3 ke AI Agent, VC Kripto Legendaris Variant Taruhan Transformasi 2 Triliun Rupiah

**Variant Luncurkan Dana Baru Rp 3,55 Triliun, Fokus Beralih dari "Kepemilikan Digital" ke "Otonomi" (Autonomy)** Variant Fund, sebuah venture capital (VC) kripto ternama, mengumumkan peluncuran dana baru senilai USD 222 juta (sekitar Rp 3,55 triliun) bernama Variant 4. Dana ini akan berinvestasi pada tahap awal (early-stage) dan tahap pertumbuhan/likuiditas. Filosofi investasi Variant mengalami evolusi. Dari sebelumnya berfokus pada **"Kepemilikan Digital"** (atas uang, identitas, data, produk), kini berkembang menjadi tema yang lebih luas: **"Otonomi" (Autonomy)**. Inti dari Otonomi adalah **meningkatkan daya pikir dan kendali pengguna** atas hidup, aset, dan identitas mereka sendiri. Variant membedakan ini dengan sekadar **otomatisasi cerdas**. Menurut mereka, teknologi otomatisasi harus meningkatkan kedaulatan pengguna, bukan hanya menguntungkan platform. Kunci utamanya adalah: teknologi itu melayani pengguna atau pihak lain? Variant meyakini bahwa **agen AI (AI Agent)** dan **infrastruktur keuangan global yang terbuka** akan mengubah struktur internet — dari model di mana pengguna adalah produk, menjadi internet di mana pengguna memiliki daya pikir yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pergeseran ini tidak hanya untuk konsumen, tetapi juga mencakup pasar, alat, dan layanan baru untuk pengembang dan bisnis. Oleh karena itu, tesis investasi baru mereka adalah: **Variant berinvestasi pada teknologi yang memperluas Otonomi**, dengan fokus pada pasar, infrastruktur, dan aplikasi baru yang memberdayakan pengguna melalui peningkatan akses, pengetahuan, dan kepemilikan. Tesis ini mencakup investasi masa lalu mereka di pemimpin kategori blockchain (Ethereum, Solana), infrastruktur pengembang (Blockaid, Turnkey, Relay), pasar keuangan baru (Uniswap, Morpho, OpenFX), dan produk konsumen (Phantom, World). Ini juga tercermin dalam investasi baru-baru ini seperti: * **Honcho**: Solusi penyimpanan memori agen yang di-host sendiri. * **Octet**: Memungkinkan aplikasi memverifikasi lokasi fisik pengguna secara kriptografis sebagai blok pembangun identitas digital. * **here.now**: "Awan agen" yang memungkinkan kepemilikan dan komposisi konten yang dihasilkan. Variant mengundang para pendiri yang membangun dengan tujuan untuk memperluas otonomi pengguna untuk menghubungi mereka.

marsbit12m yang lalu

Dari Web3 ke AI Agent, VC Kripto Legendaris Variant Taruhan Transformasi 2 Triliun Rupiah

marsbit12m yang lalu

Momen Ballmer Ethereum: Saat Semua Meragukan, Pasokan yang Beredar Mulai Menghilang

**Ringkasan: Saat Semua Meremehkan Ethereum, Pasokan yang Beredar Justru Menyusut** Narasi bearish tentang Ethereum kini mendominasi: pendiri Bankless menjual ETH, developer muda beralih ke Solana, dan Ethereum Foundation dianggap menghindari risiko. Situasi ini disebut sebagai "Era Ballmer" Ethereum, mengacu pada periode Microsoft di bawah Steve Ballmer yang dianggap stagnan, namun sebenarnya fondasi bisnisnya terus tumbuh solid di balik layar. Di balik narasi permukaan, dasar fundamental Ethereum menunjukkan tren positif: * **30% dari total pasokan ETH telah di-staking**, mengunci likuiditas. * Perusahaan seperti BitMine dan calon ETF spot terus menyerap ETH dari pasar. * Regulasi yang semakin jelas (seperti keputusan SEC tentang staking, GENIUS Act, CLARITY Act) mengubah crypto dari ancaman menjadi kerangka hukum yang diakui, membuka jalan bagi modal institusional. Sementara dominasi Ethereum dalam aset tokenisasi (seperti stablecoin USDC) dan DeFi berkurang dibandingkan pesaing seperti Solana, Ethereum tetap menjadi *settlement layer* netral tepercaya pilihan utama untuk aset tokenisasi institusional. Kompresi pasokan yang beredar, permintaan akan yield staking, dan statusnya sebagai pilihan default institusi dapat mendorong penilaian ulang harga ETH, bahkan tanpa kemenangan dalam "perang fee". Kesimpulannya, meskipun energi budaya dan inovasi mungkin bergeser ke chain lain, lanskap crypto secara keseluruhan sedang mengadopsi bentuk yang lebih terlembaga. Ethereum, dengan efek jaringan dan netralitasnya, diposisikan dengan baik untuk menangkap nilai dari gelombang institusional ini. Narasi bearish yang telah menjadi konsensus justru menciptakan peluang saat fondasi sebenarnya sedang diperkuat.

marsbit23m yang lalu

Momen Ballmer Ethereum: Saat Semua Meragukan, Pasokan yang Beredar Mulai Menghilang

marsbit23m yang lalu

Bloomberg Mengungkap: Bagaimana Orang Kaya China Mengatasi Batas 50.000 Dolar per Tahun untuk Memindahkan Aset?

Penelitian Bloomberg mengungkap cara orang kaya China menghindari batas penukaran valuta asing sebesar $50.000 per tahun. Meski kontrol modal ketat diterapkan sejak 1994 dan diperkuat pasca 2015, diperkirakan $150 miliar masih bocor setiap tahun melalui lima jalur utama: 1. **Jaringan Hawala/“Duiqiao”**: Transfer terbesar tanpa dana fisik melintasi batas. Uang RMB disetor ke rekening dalam negeri, dan mitra luar negeri menyetorkan mata uang asing ke rekening klien di luar negeri. 2. **“Semut Pindah”**: Menggunakan kuota $50.000 legal banyak orang untuk dikirim ke satu rekening luar negeri, namun kini diburu algoritma. 3. **Pemalsuan Faktur Perdagangan**: Perusahaan menaikkan nilai faktur impor atau menurunkan nilai ekspor untuk mengalirkan dana ke perusahaan shell luar negeri. 4. **Migrasi Saluran**: Beralih dari broker online yang dilarang ke jalur manajemen kekayaan lintas batas bank besar (seperti BOC Hong Kong) atau program QDII yang disetujui negara. 5. **Pengaturan Struktural**: Menggunakan kombinasi perwalian keluarga lepas pantai, asuransi jiwa Hong Kong, dan program investasi imigrasi. Regulator merespons dengan fokus baru pada individu, bukan hanya perusahaan. Penerapan CRS sejak 2024 membuat rekening luar negeri warga China di 100+ negara menjadi transparan bagi otoritas pajak. Cryptocurrency seperti USDT juga telah menjadi target penindakan hukum. Dengan lebih dari 6,2 juta rumah tangga kaya di China, tekanan untuk mendiversifikasi aset ke luar negeri tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

marsbit25m yang lalu

Bloomberg Mengungkap: Bagaimana Orang Kaya China Mengatasi Batas 50.000 Dolar per Tahun untuk Memindahkan Aset?

marsbit25m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片