解析灰度发起GBTC要约收购背后的二三事

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2022-12-19Terakhir diperbarui pada 2022-12-19

Abstrak

DCG投资GBTC血亏8.71亿美元,如何解套?

今天晚间,华尔街日报(WSJ)报道称,灰度首席执行官 Michael Sonnenshein 在一封致投资者的信中表示,若最终无法将灰度比特币信托(GBTC)转换为比特币 ETF,将考虑对已发行的流通股进行要约收购。届时,投资者可以特定时间以特定价格出售其 GBTC 股份。

Sonnenshein 表示,对于何时进行回购目前没有具体的时间表,但已为所有情况做好准备;关于具体回购规模,初步预计是 20% 的流通股。当然,最终的回购条款取决于美国证券交易委员会和股东的批准。灰度公司补充说,如果第一次尝试成功,它可能会考虑进行额外的要约收购。

为什么要对 GBTC 进行回购?主要是为了降低 GBTC 折价率。

首先介绍一下 GBTC 的运转流程。合格的投资者向灰度缴纳一定的投资款,灰度在加密市场上买入 BTC(交由 Coinbase 托管),而后向投资者发行等量 GBTC,并每年收取 2% 的管理费;投资者获得 GBTC 并且持有六个月,才能在二级市场出售,套现离场。

(GBTC 市价与真实价值)

在 2021 年 3 月之前,GBTC 正溢价情况突出,每股 GBTC 的二级市场交易价格远远高于实际价值,此时投资者出售 GBTC 可以获得较高的溢价。但随着加密市场转熊,GBTC 正溢价情况消失,并逐渐出现折价——最新的数据是,GBTC 每股实际价值 15.42 美元,二级市场交易价格只有 7.91 美元,折价率 48.7% 。

由于目前 GBTC 无法赎回,对于持有者来说,要么折价出售,要么只有等待 GBTC 转变为比特币现货 ETF 时按照真实价值出售,这也是灰度过去一年一直发力的方向——向 SEC 提交现货比特币 ETF 申请。“将 GBTC 转换为 ETF 将有助于使其股价与其潜在价值保持一致。市场参与者将能够创建和赎回 GBTC 的股份,以确保它们反映其持有的比特币的潜在价值。 ”

但事与愿违,SEC 最终拒绝了灰度的申请,灰度也对 SEC 提起诉讼,目前该案仍在进行中。在这样一个时间窗口,灰度如此「热心」提出新方案对 GBTC 进行回购,其核心目的在于拯救母公司 DCG(Digital Currency Group) ,为其解决流动性危机。

根据媒体此前报道,DCG 欠 Genesis 公司 17 亿美元贷款,随着 Genesis 债权人清算 DCG 面临还款压力;此外加密交易所 Bitvavo 在 DCG 内存有 2.8 亿欧元,也因流动性问题暂时无法取出。上周,多个与 DCG 相关的加密货币(FIL、ZEN、ETC、NEAR 等等)均遭到大规模抛售,疑似 DCG 清算相关资产。

与此同时,DCG、Genesis、Coindesk 以及一众附属公司持有大量的 GBTC 资产。根据灰度官方文件,截至 2022 年 9 月 30 日,上述机构共计持有 66972899 股 GBTC,约占流通股的 10% 。(注:灰度表示,DCG 和 Genesis 不是 GBTC 或任何灰度其他产品的交易对手或服务提供商。)

(灰度公司三季度公告)

根据灰度 CEO Michael Sonnenshein 的说法,受限于《 1933 年证券交易法》第 144 条,上述机构每三个月只允许向公开市场出售总流通股的 1% 。换句话说,DCG 等公司要想将手上的 GBTC 通过二级市场变现,需要等待两年以上。为了一解燃眉之急,让 DCG 尽快回笼资金,这才有了今晚的回购预案。

需要注意的是,迄今为止,DCG 投资 GBTC 一直处于亏损状态。

根据统计,从 2021 年一季度开始,DCG 共计花费 13.05 亿美元购入 54823667 股 GBTC,平均每股单价 23.8 美元。而按照最新的市场价格(7.92 美元)估算,DCG 亏损 8.71 亿美元;但是,如果未来能按照真实价值(15.42 美元)回购,DCG 依然亏损 4.6 亿美元。

亏损如此巨大,一是在于 DCG 误判形势,于熊市持续加仓。特别是今年二季度,DCG 豪掷 5.5 亿美元买入 3674 万股 GBTC,随着市场下跌资产已经腰斩;二是由于 GBTC 折价率不断上升,从年初的 20% 左右不断扩大到目前的 48% 。

目前,灰度仍在努力,致力于将 GBTC 转换为 ETF。该公司表示,即便最终无法如愿成功回购,仍将继续运营 GBTC,直到成功将其转换为现货比特币 ETF。

Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit9j yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit9j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

Kebutuhan chip optik sedang melonjak, memicu gelombang ekspansi kapasitas global di seluruh rantai pasokan. Di AS, Coherent memperluas pabrik 6 inci InP di Texas dengan pendanaan pemerintah, didukung investasi strategis dari Nvidia. Nokia menambah kapasitas pengujian dan pengemasan chip fotonik. Di Jepang, JX Advanced Metals berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi substrat InP hingga 7-10 kali lipat. Di Eropa, IQE dan Tower Semiconductor menyepakati kesepakatan pasokan wafer epitaksial InP jangka panjang, menandakan konvergensi antara platform silicon photonics dan material III-V. Di Cina, perusahaan seperti Suzhou Ray Technology (Soluxe) dan San'an Optoelectronics secara agresif memperluas produksi chip optik dan bahan baku seperti InP. Ekspansi ini didorong oleh permintaan bandwidth yang meledak dari pusat data AI, terlepas dari jalur arsitektur masa depan seperti CPO (Co-Packaged Optics). Laporan Morgan Stanley menekankan bahwa kebutuhan konten optik akan terus tumbuh, baik dengan modul pluggable tradisional, NPO, CPO, atau arsitektur hybrid. Berbagai rute sumber cahaya seperti SiPh + Laser CW, VCSEL, dan MicroLED diperkirakan akan hidup berdampingan untuk aplikasi jarak berbeda dalam pusat data. Pada dasarnya, ini adalah perlombaan kapasitas global di mana AS membangun kembali manufaktur domestik, Jepang menguasai bahan baku, Eropa mendorong integrasi heterogen, dan Cina dengan cepat mengembangkan rantai pasokan terintegrasi secara vertikal. Perlombaan senjata di era fotonik telah memasuki tahap intensif.

marsbit11j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

marsbit11j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

Artikel ini membahas dilema utama yang dihadapi ketua Federal Reserve terbaru, Christopher Warsh, dalam menanggapi ledakan AI. Inti persoalannya adalah apakah kemajuan AI saat ini mirip dengan situasi 1996 — di mana Alan Greenspan membiarkan ekonomi tumbuh tanpa menaikkan suku bunga karena percaya pada pertumbuhan produktivitas — atau lebih mirip 1999, ketika Greenspan akhirnya menaikkan suku bunga secara agresif untuk mencegah overheating ekonomi. Warsh cenderung pada pendekatan 1996, berargumen bahwa manfaat produktivitas AI membutuhkan waktu untuk terlihat dalam data resmi, dan menaikkan suku bunga terlalu dini justru dapat meredam pertumbuhan yang sebenarnya membantu menekan inflasi. Namun, konteks makroekonominya berbeda: tekanan tarif, defisit fiskal yang membesar, dan memudarnya manfaat globalisasi membuat risiko inflasi lebih tinggi daripada era 1990-an. Di sisi lain, kritikus seperti Austan Goolsbee dari Bank Sentral Chicago berpendapat bahwa ledakan AI yang sudah diantisipasi banyak orang justru dapat memicu kenaikan pengeluaran di muka, mendorong overheating ekonomi dan mengharuskan kenaikan suku bunga yang lebih tajam nantinya. Perdebatan ini mencerminkan perpecahan internal di Fed. Paradoks terakhir bagi Warsh adalah keinginannya untuk menghapus "forward guidance" (panduan kebijakan ke depan), suatu praktik yang justru dibuat pada 1999. Jika ekonomi memburuk, ia harus memilih antara menggunakan alat yang ingin dihapusnya atau menghadapi gejolak pasar akibat ketidakpastian. Jawaban atas semua ini bergantung pada penilaiannya: apakah kita berada di tahun 1996 atau 1999?

marsbit14j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

marsbit14j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片