Crypto Mining Products Are Blossoming In Europe With GreenHashes

CoingapeDipublikasikan tanggal 2022-03-24Terakhir diperbarui pada 2022-03-24

Abstrak

Mining is the process of adding new blocks to the blockchain. For the system to function, someone must add new transactions into blocks, and then attach them to the blockchain. This process is called mining.

Nowadays, you can hardly find a single crypto-enthusiast or a person aiming to get a quick profit on cryptocurrency who would not think about mining as a way to increase their capital: you invest in equipment, and it brings you profit. However, after a series of reforms and bans on mining around the world, starting from China, big miners start their way to Europe. The main goal was to find convenient places for their data centers and cheap electricity.
Mining is the process of adding new blocks to the blockchain. For the system to function, someone must add new transactions into blocks, and then attach them to the blockchain. This process is called mining.
You can do mining alone – it involves working on your own or renting equipment. This means that your device automatically is trying to “solve the problem” and add a new block. If this can be achieved, all proceeds go to you. Solo mining was relevant until 2013 – now the competition and complexity are so high that it is impossible to make money doing mining alone.
The disadvantage of classical mining is impracticality: one ASIC makes very loud noises compared to a washing machine, and the heat generated is enough to heat a room of 150-180 square meters. Repair and maintenance of equipment are often the reasons why mining becomes unprofitable.
In recent years, there were many environmental issues, which threaten the entire industry: mining consumes too many resources. According to the University of Cambridge, Bitcoin may already account for more than 0.6% of the world’s electricity demand. In recent months, Kazakhstan, Kosovo, Iran, and Norway have experienced power outages due to mining.
“The European Union needs to ban the energy-intensive mode of crypto mining based on the Proof-of-Work mechanism,” said the vice-chairman of the European Securities and Markets Authority (ESMA).
The regulator emphasized that it does not encourage a complete ban of cryptocurrencies, but rather tries to encourage the industry to switch to more efficient technologies.
Amid the expensive equipment and incredibly high electricity bills, the optimal solution has emerged – cloud mining. In this case, the user simply rents capacities from the remote data centers. The company provides equipment maintenance, and miners pay a commission from income for this.
Some companies take mining to a whole new level in Europe and extract cryptocurrency using renewable sources: sun, wind, and water. Thanks to the long-standing efforts of experts in this field, cloud mining has not only become a profitable way of earning money but has also begun to change public and government opinion. A continuous flow of investment in these areas along with large investors began to develop the crypto industry in Europe, allowing more and more people to try cloud mining from anywhere in the world. All you need is a device and internet access.
One of the notable representatives of “green” cloud mining is GreenHashes company. These guys have made a revolution by launching one of the first large data centers by using completely renewable energy sources. More and more European investors have begun to pay attention to cloud mining thanks to the efforts of this big team.
Today, everyone can try this type of crypto mining: all you need is just register an account on the GreenHashes website, choose one of many contracts (you can start with a minimum amount ( which is a big advantage) – you don’t need to buy the expensive processors or video cards, it’s enough to rent needed capacities at very competitive prices). As soon as your contract is activated, you can track the number of mined coins from your account. Payment is made in bitcoin – it allows everyone to join the team.

Bacaan Terkait

Negara Besar Memblokir Chip, Raksasa Membeli Pembangkit Nuklir: Mengapa Sekarang Waktunya Serius Mencermati DeAI

**Ringkasan Artikel: Mengapa DeAI Perlu Diperhatikan Serius Sekarang?** Pada Mei 2026, tiga peristiwa di benua berbeda menyoroti realitas baru: persaingan daya komputasi AI telah melampaui industri teknologi. AS menutup celah ekspor chip canggih ke China, Kenya menghentikan proyek data center raksasa karena konsumsi listriknya, sementara Huawei memproyeksikan pendapatan besar dari chip AI. Era oligopoli AI sedang terbentuk. Sedikit perusahaan (seperti NVIDIA, AWS, Microsoft, OpenAI) menguasai seluruh rantai pasok AI, dari chip, cloud, model, hingga distribusi. Konsentrasi ini menciptakan risiko: ketergantungan pada beberapa pemain, kerentanan infrastruktur, dan kesenjangan teknologi yang diperparah oleh geopolitik "tirai besi AI" dalam ekspor chip. Negara-negara bereaksi berbeda. Negara Teluk berinvestasi besar-besaran untuk membeli daya komputasi. UE berusaha meningkatkan kedaulatan digitalnya. Sementara banyak negara berkembang berjuang dengan sumber daya yang terbatas dibandingkan belanja modal raksasa perusahaan tech AS. Persaingan ini semakin bergantung pada variabel mendasar: pasokan listrik. Dalam konteks ini, AI Terdesentralisasi (DeAI) muncul sebagai kemungkinan ketiga. Ide intinya adalah menciptakan infrastruktur AI terbuka yang terkoordinasi oleh protokol, menghubungkan daya komputasi GPU yang menganggur di seluruh dunia tanpa kendali pusat tunggal. DeAI bertujuan untuk: - Memecahkan konsentrasi pasar dengan menciptakan jaringan pemasok yang terdesentralisasi. - Meringankan tekanan pada jaringan listrik dengan mendistribusikan kebutuhan energi. - Memberi peluang bagi negara dan bisnis kecil untuk berpartisipasi. - Meningkatkan transparansi melalui verifikasi kriptografis. Meski masih dalam tahap awal dan menghadapi tantangan kinerja, dukungan dari investor ventura dan eksplorasi oleh beberapa pemerintah menunjukkan minat yang tumbuh. Nilai utama DeAI bukanlah untuk segera mengungguli sistem terpusat, tetapi untuk menyediakan arsitektur alternatif yang menolak monopoli dan menyebarkan kekuasaan. Keberadaan pilihan itu sendiri sudah merupakan bentuk penyeimbang.

marsbit46m yang lalu

Negara Besar Memblokir Chip, Raksasa Membeli Pembangkit Nuklir: Mengapa Sekarang Waktunya Serius Mencermati DeAI

marsbit46m yang lalu

Ulasan Outpoll: Sebuah Platform Pasar Prediksi yang Dibangun untuk Trader Aktif

Outpoll adalah platform pasar prediksi yang dirancang khusus untuk trader aktif. Platform ini menyediakan pengalaman dan alat perdagangan tingkat lanjut yang sebelumnya kurang umum di sektor pasar prediksi. Outpoll beroperasi dengan logika standar pasar prediksi, di mana pengguna memperdagangkan kemungkinan suatu peristiwa terjadi, menggunakan USDC sebagai aset penyelesaian dan menerapkan sistem jaminan penuh. Biaya transaksi dikenakan sekitar 0,1% per perdagangan. Fitur utama Outpoll termasuk: * **Alat Perdagangan Canggih:** Mendukung order limit, order pasar, serta pengaturan take-profit dan stop-loss untuk posisi yang terbuka. * **API Publik Lengkap:** Menyediakan REST API dan WebSocket API untuk memungkinkan otomatisasi, pemantauan, dan integrasi dengan alat trader lainnya. * **Pasar yang Dipimpin Kreator:** Memungkinkan pakar komunitas dan pemimpin opini untuk membuat dan mengelola pasar di topik khusus, dengan pengawasan platform. * **Integrasi Berita dan Perdagangan:** Panel berita terintegrasi langsung dalam antarmuka perdagangan untuk akses informasi yang lancar. * **Aplikasi Seluler Asli:** Sudah tersedia aplikasi Android (di Google Play), dengan versi iOS direncanakan rilis tahun ini. Outpoll berfokus pada peningkatan infrastruktur perdagangan untuk pengguna yang lebih profesional melalui alat yang kuat, transparansi, dan jangkauan pasar yang luas melalui program kreatornya. Platform ini kini terbuka untuk pengguna global.

marsbit55m yang lalu

Ulasan Outpoll: Sebuah Platform Pasar Prediksi yang Dibangun untuk Trader Aktif

marsbit55m yang lalu

Bitwise: Crypto Berubah Menjadi Investasi Kontrarian, Tiga Logika untuk Memahami Pasar Saat Ini

Penulis Asli: Matt Hougan, CIO Bitwise Kompilasi Asli: Chopper, Foresight News Artikel ini menganalisis kondisi pasar kripto saat ini dari tiga dimensi utama: 1) **Aset Kripto Berubah Menjadi Pilihan Investasi Kontrarian.** Pasar kripto sedang lesu, dengan penurunan harga utama seperti Bitcoin dan Ethereum. Hal ini terjadi karena perhatian modal global kini terfokus pada sektor seperti AI, mengubah kripto dari investasi tren menjadi investasi kontrarian yang memerlukan kesabaran dan analisis fundamental. Dana kini beralih ke proyek dengan dasar fundamental yang kuat, seperti Hyperliquid. 2) **Pasar Menunggu Kepastian Regulasi, tapi RUU CLARITY Kemungkinan Besar Tidak Akan Disahkan.** Ketidakpastian regulasi, terutama terkait RUU CLARITY di AS, menghambat aliran modal institusional. Meskipun RUU ini bertujuan menciptakan kerangka hukum yang jelas, kemungkinan disahkannya tahun ini diragukan (sekitar 30-55%). Ketidakpastian ini membuat investor institusi lebih memilih aset seperti saham AI. Pasar kripto sulit pulih sebelum kejelasan regulasi tercapai. 3) **Modal Beralih ke Aset Fundamental Generasi Baru.** Berbeda dengan siklus bearish sebelumnya, dana tidak hanya lari ke Bitcoin. Beberapa aset dengan fundamental unik dan kapitalisasi pasar lebih kecil, seperti Hyperliquid, Zcash, dan XLM, justru menunjukkan kinerja positif yang kuat pada Mei 2026. Pergeseran ini mencerminkan logika investasi kontrarian dan menandakan bahwa pasar kemungkinan memasuki fase akhir siklus bearish. **Kesimpulan:** Tekanan jangka pendek diperkirakan berlanjut karena ketidakpastian regulasi dan dominasi narasi AI. Namun, periode ini justru menawarkan peluang investasi kontrarian. Kunci kesuksesan terletak pada kesabaran, disiplin, dan fokus untuk mengidentifikasi serta berinvestasi pada proyek-proyek bernilai dengan fundamental yang kuat untuk imbal hasil jangka panjang yang substansial.

marsbit1j yang lalu

Bitwise: Crypto Berubah Menjadi Investasi Kontrarian, Tiga Logika untuk Memahami Pasar Saat Ini

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片