Learn from FTX and stop investing in speculation

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-11-30Terakhir diperbarui pada 2022-11-30

Abstrak

Speculative investing led people to FTX. Now that we’ve seen the consequences, let’s hope they start looking for value-based propositions.

The FTX collapse marks more than just the failure of another crypto exchange. It signals the time has come for the industry to grow up and embrace value. The value schism is here.

FTX was the world’s second-largest crypto exchange. Now, it is a meme for the death rattle of absurd amounts of money being poured into refurbished centralized business models whitewashed in faux decentralization.

As legendary investor Warren Buffet famously said, “Only when the tide goes out do you discover who’s been swimming naked.” It seems there were more than a few nude bathers in this last cycle. But we’ve seen this before, right? Actually, not quite.

Bitcoin emerged at the start of the longest financial market bull run in history. The industry it spawned proliferated, literally, in the best of times. But all good things must end. Crypto is now facing the unhappy confluence of worsening macroeconomic conditions and regulators hungry for control.

Traditional markets, meanwhile, are seeing the return of cautious, value-based investment. The reason is simple: When rates were at rock bottom, money was free. Now it’s not. The dizzying ascents of the Ubers, Airbnbs and DoorDashes were possible because when cash was free, businesses generating it weren’t valued. But promises no longer cut it. Investors will demand evidence of value before fronting up their increasingly expensive capital.

With the demise of FTX, crypto markets too will, for the first time, be subject to value-driven investment. Tokenomics was never real — see FTX Token. And however much we ignore its lessons in boom times, economics decidedly is. There is supply, and there is demand. When in balance, markets function. If they are not, markets do not.

We know now centralization in crypto markets does not work. There are too many opportunities for profiteering charlatans to prey on those with a weak grasp of opaque technologies. The result? Shattered illusions of those who believed in the pot of gold at the end of the crypto rainbow.

But among the debris, there is a shimmering light of hope: the value schism.

What is the value schism?

Crypto is in the midst of, in industry parlance, a “hard fork.” Those remaining once the FTX dust settles can choose to hunt for value that can be harvested and delivered to users, or they can persist with naked bets dependent on finding a “greater fool.”

Some will stick with the latter path. Old habits die hard. But they will fall away as investors demand more. Meanwhile, we will see the rise of Web3 projects that drive real value by returning to basic commerce.

For those that succeed, rewards will be massive. For those offering merely the empty cheerleading of the past, the end will be swift.

Navigating a new paradigm

There are two guideposts to consider within the value schism. The first refers to cryptocurrency as a financial asset class; the second to blockchain as technological scaffolding.

The stumbling block to assessing crypto as a financial asset class is that there is simply no functioning model for valuing protocols — not unexpected in a nascent industry. In the earliest stages, no yardsticks existed to assess these networks. Retrofitted ones were built for mature markets.

Crypto has evolved since. We now have some grasp of different ways decentralized finance (DeFi) protocols are being used, allowing us to categorize networks.

Bitcoin, a proof-of-work chain, is highly distributed — slow but secure. We can see how many wallets hold Bitcoin as well as how those wallets interact with the chain. The value moving across the secondary transaction layer, the Lightning Network, can be calculated.

Ethereum is a proof-of-stake chain. While more centralized than Bitcoin, it is the beating heart of DeFi. With DeFi has come a tool to help assess value: total-value-locked calculations. Although they have their limits, the emergence of advanced financial gauges outside traditional institutions is of great interest. Clearly, traditional finance thinks so — hence the increased regulatory focus.

The point is that in 2016, trading Ether or Bitcoin felt similar. With increasing differentiation, we now have a range of data-driven gauges to assess these networks. Cryptocurrency is maturing into a real, measurable asset class.

The rise of functionals

Functionals are non-financial Web3 assets: products and services delivered via blockchain.

Take a zero-knowledge (ZK) proof. A homebuyer wants to show a real estate agent they have enough to cover their purchase without revealing the contents of their account. They can pay for this service to be executed through a ZK. In this case, they are paying solely for a privacy-preserving service, not speculating on an asset —not holding or trading.

Many such data-handling projects are emerging, offering services such as identity tooling, cloud storage, and search and indexing. Their decentralized infrastructure means they are priced very competitively relative to centralized counterparts.

The collapse of FTX is not unique, nor is it over. Contagion is working its way through the system, complicated by downward pressures exerted by macroeconomic forces. But when all is said and done, FTX will become a growth ring in the cryptocurrency narrative — evidence a fire passed through, leaving hardened systems that will drive value.

The value schism will force blockchain ecosystems to choose one of two paths: Continue to use hype cycles to generate speculative profits, or build models that surface real user value.

Just as personal computers migrated from hobbyists’ garages to the desks and pockets of the world, blockchain-based systems are growing up at last.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Dana Kembali, Ethlabs Maju: Ethereum Menghadapi Restrukturisasi Terbesar dalam Sejarah

Pada 23 Juni, ekosistem Ethereum mengalami dua perkembangan penting. Ethlabs, organisasi nirlaba independen baru yang didirikan oleh mantan peneliti Ethereum Foundation, diluncurkan dengan dukungan dana utama dari pemegang ETH besar seperti Bitmine dan SharpLink. Fokus awal Ethlabs adalah memenuhi kebutuhan adopsi institusional, seperti kecepatan penyelesaian lebih cepat, penerbitan aset asli, dan perluasan kapasitas jaringan utama. Secara bersamaan, Ethereum Foundation mengumumkan restrukturisasi besar-besaran, mengurangi 54 karyawan (sekitar 20% dari total) dan memposisikan ulang dirinya sebagai penjaga dan pengatur protokol yang lebih ringan, bukan sebagai pengembang inti utama. Perubahan ini menandakan pergeseran tata kelola: yayasan mengambil langkah mundur, sementara organisasi seperti Ethlabs mengambil peran eksekusi yang lebih besar untuk menjawab kritik mengenai kecepatan dan adopsi pasar. Ethlabs, didukung banyak tokoh berpengaruh ekosistem (kecuali Vitalik Buterin), bertujuan menjadi lapisan eksekusi yang lebih terindustrialisasi, mengatasi kecemasan Ethereum tentang adopsi institusional dan skalabilitas. Sementara Ethereum Foundation berfokus menjaga "kebenaran" dan netralitas protokol, Ethlabs diharapkan membuktikan "keefektifan" Ethereum dalam menarik modal dan aplikasi dunia nyata. Langkah ini dipandang sebagai koreksi tata kelola penting untuk membuat Ethereum lebih tanggap terhadap pasar, meski berpotensi menimbulkan ketegangan baru antara kepentingan institusional dan semangat asli crypto.

链捕手1j yang lalu

Dana Kembali, Ethlabs Maju: Ethereum Menghadapi Restrukturisasi Terbesar dalam Sejarah

链捕手1j yang lalu

Paruh Kedua Kebijakan Kripto AS: UU CLARITY Perjuangkan 60 Suara, Komite "Satu Orang" CFTC Jadi Variabel Terbesar

Penulis: Cleve Mesidor, Direktur Eksekutif National Blockchain Foundation di Washington DC Industri kripto di AS tengah menantikan momen pentingnya dengan kemajuan RUU CLARITY di Senat, yang membutuhkan 60 suara untuk disahkan. Untuk mencapainya, Partai Republik mungkin perlu berkompromi dengan Gedung Putih dan menarik beberapa senator yang masih ragu-ragu. Waktu yang tersisa sangat terbatas, hanya sekitar 40 hari kerja legislatif. Selain prospek RUU CLARITY, beberapa proposal perpajakan kripto yang dipisahkan dari RUU PARITY baru berpeluang disahkan tahun ini dengan menumpang pada undang-undang yang lebih besar. Undang-Undang Kepastian Regulasi Blockchain juga berusaha memasukkan perlindungan bagi pengembang ke dalam hukum. Situasi di Commodity Futures Trading Commission (CFTC) memprihatinkan karena kekurangan empat komisioner, menambah ketidakpastian. Perdebatan mengenai yurisdiksi atas pasar prediksi—apakah jatuh ke negara bagian, CFTC, Securities and Exchange Commission (SEC), atau Mahkamah Agung—juga masih berlangsung. Industri akan kehilangan dua pendukung kunci: Komisioner SEC Hester M. Peirce dan Senator Cynthia Lummis, yang keduanya memainkan peran sentral dalam kebijakan kripto. Para ahli berpendapat: - **Sara K. Weed**: Peluang RUU CLARITY lolos tahun ini kecil karena kendala waktu dan pemilu, sehingga SEC dan CFTC harus lebih aktif memberikan kepastian. - **Sulolit 'Raj' Mukherjee**: Reformasi pajak kripto yang berarti kemungkinan akan disahkan dengan menempel pada paket undang-undang yang lebih besar, bukan sebagai RUU mandiri. - **Rashan Colbert**: CFTC sedang berupaya membangun kerangka regulasi yang lebih kokoh untuk pasar prediksi yang tengah berkembang, meski perdebatan klasifikasinya sebagai infrastruktur keuangan atau perjudian masih berlanjut. Babak kedua pertarungan kebijakan kripto telah dimulai. Meski waktu sempit, peluang masih ada, tetapi diperlukan komunikasi dan dorongan pragmatis lintas partai untuk mencapai hasil substansial pada 2026.

marsbit4j yang lalu

Paruh Kedua Kebijakan Kripto AS: UU CLARITY Perjuangkan 60 Suara, Komite "Satu Orang" CFTC Jadi Variabel Terbesar

marsbit4j yang lalu

Artikel Baru Dan Koe: Melarikan Diri dari Nasib Pekerja Kantoran, Bagaimana Bertahan di Tengah Gelombang Penggantian AI?

**Rangkuman Artikel: Lolos dari Nasib Karyawan dan Bertahan di Era Penggantian AI** Banyak yang khawatir pekerjaan mereka akan sepenuhnya digantikan oleh AI, tetapi ancaman sebenarnya bukanlah teknologi, melainkan ketergantungan pada orang lain untuk masa depan dan kesejahteraan kita. Artikel ini membahas cara keluar dari "perbudakan gaji" (hidup hanya untuk bekerja pada hal yang tidak bermakna) dan menemukan cara kerja yang lebih bermakna. Kunci untuk bertahan dan berkembang di era AI adalah **memulai usaha sendiri**. Untuk melakukan ini, Anda perlu menguasai lima elemen inti kesuksesan: 1. **Agen (Agency):** Kemampuan untuk bertindak tanpa menunggu perintah. 2. **Selera (Taste):** Intuisi untuk membedakan yang baik dan bernilai. 3. **Persuasif:** Kemampuan meyakinkan orang lain. 4. **Ketekunan (Persistence):** Memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses. 5. **Iterasi (Iteration):** Kemampuan untuk terus memperbaiki berdasarkan umpan balik. Lima elemen ini mengerucut pada dua keterampilan utama: **memecahkan masalah dan akumulasi pengalaman** untuk mengetahui apa yang harus dilakukan. **Langkah praktis untuk memulai:** 1. **Ubah Lingkungan Anda:** Untuk mengubah identitas dan kebiasaan, ubah total lingkungan dan rangsangan di sekitar Anda—mulai dari konten yang dikonsumsi hingga rutinitas harian. 2. **Pilih Media Konten sebagai Wahana Utama:** Dibandingkan coding, keterampilan membuat konten (tulisan, video, podcast) lebih berharga karena nilainya subjektif dan membutuhkan selera yang tidak bisa sepenuhnya digantikan AI. Ini adalah "jagoan" masa depan. 3. **Temukan "Panggilan Hidup" Anda, Bukan Hanya Membangun Merek Pribadi:** Jawab pertanyaan-pertanyaan mendalam untuk menggali bahan baku unik Anda: * Topik apa yang paling Anda kuasai atau ingin pelajari tanpa dibayar? * Masalah apa yang mudah Anda selesaikan tetapi orang lain kesulitan? * Pendapat "anti-konsensus" apa yang Anda pegang teguh di bidang Anda? 4. **Langkah Aksi: Terbitkan Gagasan Pertama Anda.** Gabungkan jawaban dari pencarian panggilan hidup Anda menjadi satu potong konten dan PUBLIKASIKAN. Umpan balik nyata dari dunia adalah guru terbaik untuk belajar, beriterasi, dan mengembangkan keterampilan persuasif serta selera Anda. Mulailah dengan meluangkan 15 menit untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan inti dan mempublikasikan satu ide. Proses inilah yang akan membebaskan Anda dari ketergantungan finansial pada orang lain.

marsbit5j yang lalu

Artikel Baru Dan Koe: Melarikan Diri dari Nasib Pekerja Kantoran, Bagaimana Bertahan di Tengah Gelombang Penggantian AI?

marsbit5j yang lalu

Interpretasi Riset: Morgan Stanley Memperjelas SanDisk (SNDK), Kebenaran Kekuatan Penetapan Harga di Pusat Data Cloud dan Dividen Inferensi AI

**Ringkasan Laporan: Morgan Stanley Menganalisis SNDK, Kekuatan Penetapan Harga di Pusat Data Awan & Realitas Manfaat AI Inference** Morgan Stanley (MS) pada 22 Juni meningkatkan target harga SNDK dari $1100 menjadi $1750, dengan rating "Overweight". Alasan utamanya: permintaan untuk **AI inference** mengubah aturan pasar NAND. Pelanggan pusat data awan (cloud) yang membayar premium untuk penyimpanan **KV Cache** dan konteks AI menjadi kurang sensitif terhadap harga, memberikan SNDK **kekuatan penetapan harga**. SNDK mengunci profitabilitas masa depan melalui **NBM (New Business Model)**, kontrak jangka panjang (3-5 tahun) yang telah mencakup lebih dari sepertiga volume bit FY27. Kontrak ini memiliki harga tetap atau struktur floor/ceiling, dan bahkan pada harga terendah (floor) dapat mempertahankan margin kotor sekitar **80%**. MS memproyeksikan margin kotor SNDK akan melonjak dari 30.3% (FY25) menjadi 86.7% (FY27e). Dengan pasokan NAND yang diperkirakan tetap ketat hingga setidaknya pertengahan 2027, SNDK berfokus pada pertumbuhan melalui peningkatan kepadatan (density), bukan ekspansi kapasitas besar-besaran. Pertumbuhan pendapatan yang diproyeksikan (6.6x dari FY25 ke FY27) berasal dari segmen cloud ber-margin tinggi. **Katalis:** Adopsi eSSD di pusat data yang melampaui ekspektasi, pertumbuhan AI di edge, dan teknologi baru seperti HBM. **Risiko:** Pertumbuhan industri melambat, kompetisi meningkat (termasuk dari produsen China seperti YMTC), dan kehilangan pangsa pasar di segmen pusat data. Logika utama MS: **1)** Perubahan struktural permintaan AI inference, **2)** Perlindungan margin oleh kontrak NBM, dan **3)** Pasokan NAND yang ketat. Target harga $1750 didasarkan pada 28x PER FY27e.

marsbit5j yang lalu

Interpretasi Riset: Morgan Stanley Memperjelas SanDisk (SNDK), Kebenaran Kekuatan Penetapan Harga di Pusat Data Cloud dan Dividen Inferensi AI

marsbit5j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli FTT

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian FTX Token (FTT) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli FTX Token (FTT) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan FTX Token (FTT) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan FTX Token (FTT) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading FTX Token (FTT)Lakukan trading FTX Token (FTT) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

143 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.12Diperbarui pada 2025.03.21

Cara Membeli FTT

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga FTT (FTT) disajikan di bawah ini.

活动图片