How XRP Was Added To Multichain To Connect With EVM Blockchains

BitcoinistDipublikasikan tanggal 2022-03-23Terakhir diperbarui pada 2022-03-23

Abstrak

The cryptocurrency powering the XRP Ledger (XRPL), XRP, will be accessible via other blockchains. According to an official post, Multichain...

The cryptocurrency powering the XRP Ledger (XRPL), XRP, will be accessible via other blockchains. According to an official post, Multichain has added support for the XRPL to connect it with Ethereum Virtual Machine (EVM) and non-EVM compliant blockchains.
Formerly known as Anyswap, and later rebranded as Multichain, this cross-chain bridge allows different blockchains to connect and send transactions with each other. Users can leverage this solution to send an asset on a blockchain, such as XRP, to a second network.
Currently, Multichain supports around 40 networks and records $200 million in daily transaction volume, with a total, valued locked (TVL) standing at $6 billion. This makes Multichain one of the most used cross-chain solutions in the crypto space.
The addition of XRP to its solution aims at making the crypto ecosystem more interconnected. The team behind the project claims “blockchain should not be isolated from each other”.
By making the crypto ecosystem more connected, the team behind Multichain claims, it’ll become “healthier”. Zhaojun, Co-Founder of Multichain, said the following about the XRP integration and its potential to attract new users to the DeFi sector:
DeFi users will be able to access the XRPL ecosystem and leverage the power of XRP Ledger, which is known to be extremely fast, cheap and scalable for movement of value. Additionally, it will be a boost for XRP Ledger’s interoperability with the growing blockchain space. Together, we will make joint efforts to build a multi-chain ecosystem.
As part of its integration, XRP holders will be able to conduct a cross-chain transaction to and from other blockchains. Ethereum (ETH), Polygon (MATIC), Avalanche (AVAX), Fantom (FTX), Tether (USDT), USD Coin (USDC), and other digital assets will also be available for transfer to the XRP Ledger.
XRP Joins The Multi-Chain Ecosystem
According to the official post, payment solution company Ripple will support the implementation of XRP to this cross-chain solution. The post added:
(…) capabilities inherent to the XRP Ledger such as auto-bridging allow for assets transferred to the XRPL to access the DEX’s existing liquidity to create synthetic order books for assets. Pathfinding functionality also allows assets to find an efficient path for a trade.
Data from DeFiLlama indicates Multichain is the second bridge in terms of total value locked (TVL). Only Wrapped Bitcoin (wBTC), a solution that enables BTC transactions in the DeFi sector, stands on top with $12 billion in TVL.
Bridges are popular solutions for DeFi users. However, they are considered vulnerable in terms of security. Several of these solutions have been hit by the bad actors over the past year.
Multichain lost $3 million in bridge assets back in January. Fortunately, a white hacker managed to retrieve the funds.

At the time of writing, Ethereum trades at $3,012 with a 30% profit in the last 24-hours.

Ethereum ETH ETHUSD

ETH with bullish momentum on the daily chart. Source: ETHUSD Tradingview

Bacaan Terkait

Bitwise: Crypto Berubah Menjadi Investasi Kontrarian, Tiga Logika untuk Memahami Pasar Saat Ini

Penulis Asli: Matt Hougan, CIO Bitwise Kompilasi Asli: Chopper, Foresight News Artikel ini menganalisis kondisi pasar kripto saat ini dari tiga dimensi utama: 1) **Aset Kripto Berubah Menjadi Pilihan Investasi Kontrarian.** Pasar kripto sedang lesu, dengan penurunan harga utama seperti Bitcoin dan Ethereum. Hal ini terjadi karena perhatian modal global kini terfokus pada sektor seperti AI, mengubah kripto dari investasi tren menjadi investasi kontrarian yang memerlukan kesabaran dan analisis fundamental. Dana kini beralih ke proyek dengan dasar fundamental yang kuat, seperti Hyperliquid. 2) **Pasar Menunggu Kepastian Regulasi, tapi RUU CLARITY Kemungkinan Besar Tidak Akan Disahkan.** Ketidakpastian regulasi, terutama terkait RUU CLARITY di AS, menghambat aliran modal institusional. Meskipun RUU ini bertujuan menciptakan kerangka hukum yang jelas, kemungkinan disahkannya tahun ini diragukan (sekitar 30-55%). Ketidakpastian ini membuat investor institusi lebih memilih aset seperti saham AI. Pasar kripto sulit pulih sebelum kejelasan regulasi tercapai. 3) **Modal Beralih ke Aset Fundamental Generasi Baru.** Berbeda dengan siklus bearish sebelumnya, dana tidak hanya lari ke Bitcoin. Beberapa aset dengan fundamental unik dan kapitalisasi pasar lebih kecil, seperti Hyperliquid, Zcash, dan XLM, justru menunjukkan kinerja positif yang kuat pada Mei 2026. Pergeseran ini mencerminkan logika investasi kontrarian dan menandakan bahwa pasar kemungkinan memasuki fase akhir siklus bearish. **Kesimpulan:** Tekanan jangka pendek diperkirakan berlanjut karena ketidakpastian regulasi dan dominasi narasi AI. Namun, periode ini justru menawarkan peluang investasi kontrarian. Kunci kesuksesan terletak pada kesabaran, disiplin, dan fokus untuk mengidentifikasi serta berinvestasi pada proyek-proyek bernilai dengan fundamental yang kuat untuk imbal hasil jangka panjang yang substansial.

marsbit23m yang lalu

Bitwise: Crypto Berubah Menjadi Investasi Kontrarian, Tiga Logika untuk Memahami Pasar Saat Ini

marsbit23m yang lalu

Setelah Ini, ChatGPT Mungkin Akan Hilang

OpenAI secara resmi mengumumkan akan menggabungkan Codex ke dalam ChatGPT dalam beberapa minggu ke depan, menandai langkah pertama menuju aplikasi super yang menggabungkan percakapan dan eksekusi. Meski masih memakai nama ChatGPT, esensinya berubah dari alat chat menjadi platform agen yang bertindak. Penggabungan ini didorong oleh kesuksesan Codex yang mencapai 500 juta pengguna aktif mingguan, dengan 20% di antaranya bukan programmer. Codex juga menyumbang 40% pendapatan OpenAI. OpenAI memperkenalkan tiga pembaruan utama: plugin Agen untuk enam peran profesional, fitur Annotations untuk modifikasi langsung, dan Sites untuk mengubah hasil kerja menjadi aplikasi web. Langkah ini merupakan respons terhadap pesaing utama, Anthropic Claude Code, yang memimpin dalam kualitas kode, tetapi Codex unggul dalam aksesibilitas dan efisiensi biaya dengan model GPT-5.5 yang menghemat token. OpenAI berfokus pada peralihan dari era "chat" ke era "agen", di mana ChatGPT berfungsi sebagai basis pengguna, sementara Codex menjadi mesin pertumbuhan. Di masa depan, integrasi dengan browser Atlas diharapkan dapat menciptakan aplikasi super tunggal untuk semua tugas. Di China, perusahaan-perusahaan besar juga berlomba mengembangkan platform agen serupa untuk merebut pintu masuk utama di era AI ini. Intinya, ChatGPT akan tetap menjadi merek, tetapi fungsinya berkembang menjadi platform agen yang lebih otomatis dan eksekutif.

marsbit32m yang lalu

Setelah Ini, ChatGPT Mungkin Akan Hilang

marsbit32m yang lalu

CLARITY Act Jadi Pusat Benturan Politik Terbaru: Sen. Lummis Menangkis CEO JPMorgan

Senator pro-kripto Cynthia Lummis dan CEO JPMorgan Jamie Dimon terlibat dalam perdebatan terbaru menyangkut RUU CLARITY Act yang sedang berproses di Senat. Lummis menanggapi langsung kritik Dimon terhadap RUU tersebut dan CEO Coinbase Brian Armstrong, dengan menyatakan bahwa pernyataan Dimon "sama sekali salah" karena dinilai belum membaca teks rancangan undang-undangnya. Dimon, yang dikenal skeptis terhadap aset kripto, berpendapat bahwa RUU CLARITY dan stablecoin kripto tidak menyediakan pengamanan yang memadai terkait Anti Pencucian Uang (AML) dan Bank Secrecy Act (BSA). Ia berargumen bahwa jika firma kripto menjalankan fungsi seperti bank, maka mereka harus tunduk pada standar yang sama dengan lembaga keuangan tradisional. Lummis membantah framing tersebut. Ia menekankan bahwa RUU CLARITY justru dibangun berdasarkan persyaratan AML dan BSA yang sudah berlaku untuk perbankan, dengan lebih dari 1.600 referensi pada ketentuan tersebut dalam naskah RUU. Selain menanggapi kritik, Lummis juga mengungkapkan langkah selanjutnya untuk paket undang-undang kripto. Ia menyatakan bahwa Senat sedang bekerja menggabungkan berbagai komponen, termasuk ketentuan terkait SEC dari CLARITY Act dengan elemen pasar komoditas dari Komite Pertanian Senat. Revisi juga direncanakan untuk RUU stablecoin pertama (GENIUS Act) dan ketentuan etika, untuk kemudian disajikan sebagai satu RUU yang utuh ke sidang paripurna. Lummis mengaku berkoordinasi dengan beberapa senator lain dalam upaya perakitannya.

bitcoinist1j yang lalu

CLARITY Act Jadi Pusat Benturan Politik Terbaru: Sen. Lummis Menangkis CEO JPMorgan

bitcoinist1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片