Value Held by Blockchain Oracles Slides 61% in 7 Months, Chainlink Dominates by 45%

newsbtcDipublikasikan tanggal 2022-10-11Terakhir diperbarui pada 2022-10-11

Abstrak

While the crypto economy has shed significant value, losing more than $2 trillion since the highs recorded at the end of 2021

Value Held by Blockchain Oracles Slides 61% in 7 Months, Chainlink Dominates by 45%

While the crypto economy has shed significant value, losing more than $2 trillion since the highs recorded at the end of 2021, a great deal of value was erased from smart contract platform tokens and decentralized finance (defi) protocols. One sector of the defi ecosystem that’s recorded heavy losses this year is the blockchain oracles space, as a great number of oracles secure a lot less value than they did seven months ago. While there are more than two dozen oracles today and there were only 17 at the beginning of the year, the total value secured by oracles has decreased by 61.74% since mid-February.

Today There’s a Lot More Blockchain Oracles but Less Value Secured by All of Them Since Mid-February

Blockchain oracles have seen significant growth since the inception of these protocols but in 2022, the protocols secure a lot less value than they did seven months ago. A blockchain oracle is essentially middleware that connects a blockchain network to external systems via smart contracts, and the medium provides data sources that are verifiable and shared in a decentralized fashion.

Value Held by Blockchain Oracles Slides 61% in 7 Months, Chainlink Dominates by 45%

Value secured by blockchain oracles in October 2022.

Data from defillama.com shows that Chainlink is the largest blockchain oracle in terms of total value secured by all oracles, and the Chainlink oracle secures 206 protocols. Chainlink commands roughly 45% of the $25.612 billion secured by 31 oracles today and the oracle is followed by projects such as Makerdao, Winklink, Pyth, and Band.

Value Held by Blockchain Oracles Slides 61% in 7 Months, Chainlink Dominates by 45%

Value secured by blockchain oracles in October 2022. Top-five oracles on October 10, 2022.

Maker commands $7.66 billion, while Winklink secures $4.42 billion and Pyth secures around $584.03 million. The fifth-largest oracle according to defillama.com metrics is Band, with around 1.55% of the total $25.61 billion secured, or around $396 million. While $25 billion is quite a bit of funds secured by decentralized blockchain oracles, it’s 61.74% less than the funds oracles secured on February 12, 2022.

Value Held by Blockchain Oracles Slides 61% in 7 Months, Chainlink Dominates by 45%

Value secured by blockchain oracles in February 2022.

At that time over seven months ago, Chainlink’s total value was larger than the total value secured by 31 oracles today. On February 12, Chainlink secured $42.44 billion and Makerdao secured $17.14 billion on that day. 17 oracles were monitored by defillama.com at the time and collectively they secured $66.946 billion in value.

Value Held by Blockchain Oracles Slides 61% in 7 Months, Chainlink Dominates by 45%

Value secured by blockchain oracles in February 2022. Top-five oracles on February 12, 2022.

Seven months ago the top five oracles were Chainlink, Makerdao, Band, TWAP, and Pyth. Moreover, while Chainlink secures 206 protocols today, back then it only secured 133 protocols. Four of today’s top five oracles have native tokens as well, and the token values are down a great deal since their all-time highs (ATH).

Chainlink (LINK) is down 85% since the ATH recorded on May 10, 2021, and makerdao (MAKER) is down 84% from its ATH on May 3, 2021. Winklink (WIN) has shed 96% since April 5, 2021, and band protocol (BAND) is down 94.7% since the coin’s ATH recorded over a year ago on April 15, 2021. Despite the loss in value, native tokens are more valuable than they were at inception.

LINK, for instance, is up 5,053.1% higher during the last five years against the U.S. dollar since November 29, 2017. BAND is up 496% since its inception, WIN is up 168.4% during the last two years, and MAKER has gained 449.1% in two years as well.

Moreover, the total value secured by oracles is a whole lot larger than it was three years ago. Blockchain oracle proponents believe the technology will be able to disrupt a number of industries as they grow, as legacy oracles today provide data that is questionable at best.

Bacaan Terkait

Dari Kode ke Kognisi: Panduan Panjang Evolusi Otak Robot

**Dari Kode ke Kognisi: Evolusi Otak Robot** Era robot sebelumnya bergantung pada kode yang dirancang dengan hati-hati untuk persepsi, perencanaan, dan kontrol (seperti PID), membatasi kemampuan generalisasi. Kemajuan datang dengan pembelajaran mendalam untuk persepsi visual dan pembelajaran penguatan untuk kontrol motorik, tetapi kebijakan tetap sempit. Titik balik terjadi dengan munculnya Model Bahasa Besar (LLM). LLM bertindak sebagai perencana tingkat tinggi, menerjemahkan instruksi bahasa alami menjadi urutan keterampilan atomik untuk dieksekusi oleh sistem robot tradisional (seperti ROS2). Ini adalah lompatan besar, tetapi LLM hanya penjadwal cerdas, bukan penggerak langsung. Lompatan berikutnya adalah Model Visi-Bahasa-Aksi (VLA). Model ini menggabungkan persepsi visual dan instruksi bahasa langsung ke dalam satu jaringan neural untuk menghasilkan perintah gerakan, menyatukan penalaran dan tindakan. Ini memungkinkan generalisasi yang lebih baik. Arsitektur populer (seperti di Figure AI, NVIDIA GR00T) menggunakan sistem "otak ganda": Model S2 yang besar dan lambat (7-9Hz) untuk penalaran tingkat tinggi, dan model S1 yang kecil dan cepat (200Hz) untuk menghasilkan gerakan halus. Lapisan S0 (1kHz) menangani keseimbangan dan koordinasi refleksif. Komputasi untuk kontrol keselamatan yang kritis dijalankan secara lokal di papan (mis., pada NVIDIA Jetson) karena masalah latensi dan keandalan jaringan. Cloud digunakan untuk antarmuka percakapan dan pembelajaran kumpulan data. Model sumber terbuka (seperti OpenVLA, NVIDIA GR00T, π0) sangat penting, memungkinkan startup mengadaptasi model dasar dengan data robot mereka sendiri, mempercepat inovasi. Namun, VLA masih memiliki keterbatasan: pemulihan kesalahan, efisiensi sampel, generalisasi lintas platform, perencanaan jangka panjang, dan pemahaman fisika yang mendalam. Di sinilah **Model Dunia** menjadi kunci. Model Dunia adalah jaringan neural yang memprediksi keadaan dunia masa depan berdasarkan keadaan saat ini dan tindakan yang diusulkan (misalnya, menghasilkan video yang disimulasikan). Ini memungkinkan robot untuk "berpikir sebelum bertindak", mensimulasikan berbagai skenario, mengevaluasi hasil, dan memilih tindakan terbaik sebelum eksekusi. Pendekatan ini meningkatkan pemulihan, generalisasi, perencanaan, keamanan, dan memungkinkan pembangkitan data sintetis skala besar. Arsitektur utama termasuk difusi video tingkat piksel (Cosmos/Sora), JEPA (LeCun), dan model dunia tindakan laten (Genie). Masa depan robot humanoid mungkin menggabungkan VLA dengan Model Dunia untuk perencanaan berbasis simulasi. Data (terutama melalui operasi jarak jauh) tetap menjadi penghalang utama. Sementara narasi "momen ChatGPT" untuk robot agak menyesatkan (saat ini lebih mirip era GPT-2), kemajuan menuju robot yang mampu beradaptasi secara umum sangat cepat. Evolusi dari kode buatan ke model dunia yang dipelajari secara perlahan memindahkan kecerdasan dari pikiran insinyur ke dalam sistem yang mampu memahami dan membayangkan dunia.

marsbit25m yang lalu

Dari Kode ke Kognisi: Panduan Panjang Evolusi Otak Robot

marsbit25m yang lalu

Gelembung AI Sedang Pecah

Judul asli: Gelembung AI Sedang Pecah Pasar saat ini mengalami volatilitas tinggi, dengan banyak yang menyatakan adanya "gelembung AI". Pendiri Bridgewater, Ray Dalio, mengakui adanya gelembung di pasar AI, sementara CEO NVIDIA, Jensen Huang, menekankan peluang besar dan ledakan permintaan daya komputasi. Keduanya benar. Memang ada gelembung di industri AI, tetapi ini adalah fenomena umum pada awal kemunculan teknologi disruptif, seperti gelembung dot-com tahun 2000. Meski menyebabkan kerugian besar saat itu, infrastruktur yang dibangun (seperti kabel serat optik) justru menjadi fondasi bagi raksasa teknologi seperti Netflix dan Zoom, serta era cloud. Ini mengikuti Hukum Amara: kita cenderung melebih-lebihkan dampak jangka pendek teknologi baru namun meremehkan dampak jangka panjangnya. Pada tahun 2026, investasi infrastruktur AI oleh raksasa cloud mencapai $690 miliar, jauh melampaui pendapatan gabungan perusahaan AI murni. Namun, logika di baliknya berbeda. Biaya inferensi AI (contoh: per juta token) telah turun lebih dari 99.7% sejak 2023. Penurunan biaya drastis ini, sesuai "Paradoks Jevons", justru mendorong peningkatan permintaan dan pengeluaran yang masif. Perusahaan sekarang menggunakan agen AI untuk menjalankan ribuan tugas seperti menulis kode atau menganalisis dokumen, membuka permintaan baru yang sebelumnya tidak ekonomis. Industri dari SaaS, biofarmasi, hingga manufaktur canggih sekarang mengadopsi "AI+". Pertanyaannya bukan lagi "apakah akan menggunakan AI", tetapi "bagaimana mengimplementasikannya secara optimal". Gelembung AI memang mulai pecah, terutama di tingkat perusahaan rintisan yang hanya mengandalkan konsep tanpa diferensiasi nyata. Ini adalah proses pemurnian pasar. Pergeseran mendasar sedang terjadi: 1. Nilai bergeser dari pengeluaran modal (CapEx) untuk infrastruktur ke pengeluaran operasional (OpEx) untuk aplikasi yang menyelesaikan masalah di industri spesifik. 2. Valuasi tinggi di infrastruktur dapat diserap seiring waktu oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat, didukung oleh efisiensi nyata yang dibawa AI ke berbagai sektor. Sejarah teknologi ditandai oleh "penghancuran kreatif". Meski investasi besar dalam infrastruktur akan menyebabkan koreksi pasar dan menghilangkan perusahaan yang tidak berkelanjutan, hasil akhirnya adalah infrastruktur komputasi yang murah dan kuat serta algoritma yang teroptimasi. Seperti internet yang kini mendasari semua industri, kita sedang menuju era di mana semua industri akan ditransformasi dan diberdayakan oleh AI. Di balik kegaduhan gelembung, tenaga produktif dasar terus berkembang tanpa henti.

marsbit39m yang lalu

Gelembung AI Sedang Pecah

marsbit39m yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli BAND

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Band Protocol (BAND) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Band Protocol (BAND) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Band Protocol (BAND) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Band Protocol (BAND) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Band Protocol (BAND)Lakukan trading Band Protocol (BAND) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

109 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.12Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli BAND

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga BAND (BAND) disajikan di bawah ini.

活动图片