Jamaican central bank to airdrop Jam-Dex CBDC to early adopters

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-03-11Terakhir diperbarui pada 2022-03-11

Abstrak

The first 100,000 Jamaican citizens to use the country’s new central bank digital currency (CBDC) known as Jam-Dex, will be given a free $16 payment in the hopes of promoting widespread adoption. 

The first 100,000 Jamaican citizens to use the country’s new central bank digital currency (CBDC) known as Jam-Dex, will be given a free $16 payment in the hopes of promoting widespread adoption. 
Jamaican prime minister Andrew Holness first announced the news in a Facebook post on Thursday. The post received a mixed response as some Facebook users praised Holness for “embracing a digital future”, while others expressed concern about the motivations of the Jamaican government, accusing Holness of trying to “bribe” citizens into the federal banking system.
According to the Jamaica Observer, approximately 17% of the Jamaican population is currently unbanked. While social media users postulate about government motives, the Observer points out that remaining unbanked is both costly and time-consuming for poorer Jamaicans. It is hoped that this new payment incentive, among others, will encourage low and middle-income citizens to join the national banking system.
The announcement comes as the Bank of Jamaica (BoJ) officially completed its 8-month long pilot program for Jam-Dex on Dec. 31 last year, and is expected to complete a national rollout as soon as next month. The BoJ further outlined that all Jamaicans with pre-existing bank accounts will be automatically eligible for Jam-Dex digital wallets.
Jamaican Finance Minister Nigel Clarke said in a speech to the country’s House of Representatives on March 9 that Jam-Dex must achieve widespread adoption by citizens and their businesses in order to be successful.
According to the report provided by the BoJ on Feb. 17, the new digital currency will be called Jamaica Digital Exchange or Jam-Dex for short, and comes with its own logo and the following tagline, “no cash, no problem”. The BoJ expects the currency to be launched as soon as next month.
The name “Jam-Dex”, was met with a great deal of criticism for both technical and aesthetic reasons. While the Jam-Dex is potentially making reference to the fact that currencies are “exchanged”, and that it is both “digital” and “Jamaican”, the terminology has created a good deal of confusion for many.
Users on Twitter were quick to point out the obvious misnomer in the currency’s namesake, as Jam-Dex is simply a digital currency whereas “DEX” in crypto parlance refers to a decentralized exchange, a place where cryptocurrencies are bought and sold.

Despite China being one of the first countries to announce the development of its CBDC, the “digital yuan”, countries in the Caribbean have quickly become leaders in the adoption and proliferation of CBDCs — with Eastern Caribbean Central Bank (ECCB) having now rolled out its own CBDC, DCash to eight different member countries.
The adoption of DCash however has been mired after a crash on Jan. 14 saw the central bank-backed digital currency go offline for nearly 2 months. It wasn’t until Mar. 9 that the ECCB announced that DCash was once again fully functional, stating the reason for the crash was an “expiring certificate” on the Hyperledger Fabric that hosts the DCash ledger.
Numerous other countries around the world are beginning to experiment with the implementation of CBDCs, with the Philippines announcing plans to launch Project CBDCPh as recently as Mar. 8. Iran, Kenya, and the European Union are also among the most recent countries to begin looking at introducing some form of CBDC.

Bacaan Terkait

Bitwise: Crypto Berubah Menjadi Investasi Kontrarian, Tiga Logika untuk Memahami Pasar Saat Ini

Penulis Asli: Matt Hougan, CIO Bitwise Kompilasi Asli: Chopper, Foresight News Artikel ini menganalisis kondisi pasar kripto saat ini dari tiga dimensi utama: 1) **Aset Kripto Berubah Menjadi Pilihan Investasi Kontrarian.** Pasar kripto sedang lesu, dengan penurunan harga utama seperti Bitcoin dan Ethereum. Hal ini terjadi karena perhatian modal global kini terfokus pada sektor seperti AI, mengubah kripto dari investasi tren menjadi investasi kontrarian yang memerlukan kesabaran dan analisis fundamental. Dana kini beralih ke proyek dengan dasar fundamental yang kuat, seperti Hyperliquid. 2) **Pasar Menunggu Kepastian Regulasi, tapi RUU CLARITY Kemungkinan Besar Tidak Akan Disahkan.** Ketidakpastian regulasi, terutama terkait RUU CLARITY di AS, menghambat aliran modal institusional. Meskipun RUU ini bertujuan menciptakan kerangka hukum yang jelas, kemungkinan disahkannya tahun ini diragukan (sekitar 30-55%). Ketidakpastian ini membuat investor institusi lebih memilih aset seperti saham AI. Pasar kripto sulit pulih sebelum kejelasan regulasi tercapai. 3) **Modal Beralih ke Aset Fundamental Generasi Baru.** Berbeda dengan siklus bearish sebelumnya, dana tidak hanya lari ke Bitcoin. Beberapa aset dengan fundamental unik dan kapitalisasi pasar lebih kecil, seperti Hyperliquid, Zcash, dan XLM, justru menunjukkan kinerja positif yang kuat pada Mei 2026. Pergeseran ini mencerminkan logika investasi kontrarian dan menandakan bahwa pasar kemungkinan memasuki fase akhir siklus bearish. **Kesimpulan:** Tekanan jangka pendek diperkirakan berlanjut karena ketidakpastian regulasi dan dominasi narasi AI. Namun, periode ini justru menawarkan peluang investasi kontrarian. Kunci kesuksesan terletak pada kesabaran, disiplin, dan fokus untuk mengidentifikasi serta berinvestasi pada proyek-proyek bernilai dengan fundamental yang kuat untuk imbal hasil jangka panjang yang substansial.

marsbit23m yang lalu

Bitwise: Crypto Berubah Menjadi Investasi Kontrarian, Tiga Logika untuk Memahami Pasar Saat Ini

marsbit23m yang lalu

Setelah Ini, ChatGPT Mungkin Akan Hilang

OpenAI secara resmi mengumumkan akan menggabungkan Codex ke dalam ChatGPT dalam beberapa minggu ke depan, menandai langkah pertama menuju aplikasi super yang menggabungkan percakapan dan eksekusi. Meski masih memakai nama ChatGPT, esensinya berubah dari alat chat menjadi platform agen yang bertindak. Penggabungan ini didorong oleh kesuksesan Codex yang mencapai 500 juta pengguna aktif mingguan, dengan 20% di antaranya bukan programmer. Codex juga menyumbang 40% pendapatan OpenAI. OpenAI memperkenalkan tiga pembaruan utama: plugin Agen untuk enam peran profesional, fitur Annotations untuk modifikasi langsung, dan Sites untuk mengubah hasil kerja menjadi aplikasi web. Langkah ini merupakan respons terhadap pesaing utama, Anthropic Claude Code, yang memimpin dalam kualitas kode, tetapi Codex unggul dalam aksesibilitas dan efisiensi biaya dengan model GPT-5.5 yang menghemat token. OpenAI berfokus pada peralihan dari era "chat" ke era "agen", di mana ChatGPT berfungsi sebagai basis pengguna, sementara Codex menjadi mesin pertumbuhan. Di masa depan, integrasi dengan browser Atlas diharapkan dapat menciptakan aplikasi super tunggal untuk semua tugas. Di China, perusahaan-perusahaan besar juga berlomba mengembangkan platform agen serupa untuk merebut pintu masuk utama di era AI ini. Intinya, ChatGPT akan tetap menjadi merek, tetapi fungsinya berkembang menjadi platform agen yang lebih otomatis dan eksekutif.

marsbit32m yang lalu

Setelah Ini, ChatGPT Mungkin Akan Hilang

marsbit32m yang lalu

CLARITY Act Jadi Pusat Benturan Politik Terbaru: Sen. Lummis Menangkis CEO JPMorgan

Senator pro-kripto Cynthia Lummis dan CEO JPMorgan Jamie Dimon terlibat dalam perdebatan terbaru menyangkut RUU CLARITY Act yang sedang berproses di Senat. Lummis menanggapi langsung kritik Dimon terhadap RUU tersebut dan CEO Coinbase Brian Armstrong, dengan menyatakan bahwa pernyataan Dimon "sama sekali salah" karena dinilai belum membaca teks rancangan undang-undangnya. Dimon, yang dikenal skeptis terhadap aset kripto, berpendapat bahwa RUU CLARITY dan stablecoin kripto tidak menyediakan pengamanan yang memadai terkait Anti Pencucian Uang (AML) dan Bank Secrecy Act (BSA). Ia berargumen bahwa jika firma kripto menjalankan fungsi seperti bank, maka mereka harus tunduk pada standar yang sama dengan lembaga keuangan tradisional. Lummis membantah framing tersebut. Ia menekankan bahwa RUU CLARITY justru dibangun berdasarkan persyaratan AML dan BSA yang sudah berlaku untuk perbankan, dengan lebih dari 1.600 referensi pada ketentuan tersebut dalam naskah RUU. Selain menanggapi kritik, Lummis juga mengungkapkan langkah selanjutnya untuk paket undang-undang kripto. Ia menyatakan bahwa Senat sedang bekerja menggabungkan berbagai komponen, termasuk ketentuan terkait SEC dari CLARITY Act dengan elemen pasar komoditas dari Komite Pertanian Senat. Revisi juga direncanakan untuk RUU stablecoin pertama (GENIUS Act) dan ketentuan etika, untuk kemudian disajikan sebagai satu RUU yang utuh ke sidang paripurna. Lummis mengaku berkoordinasi dengan beberapa senator lain dalam upaya perakitannya.

bitcoinist1j yang lalu

CLARITY Act Jadi Pusat Benturan Politik Terbaru: Sen. Lummis Menangkis CEO JPMorgan

bitcoinist1j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli SNT

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Status Network Token (SNT) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Status Network Token (SNT) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Status Network Token (SNT) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Status Network Token (SNT) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Status Network Token (SNT)Lakukan trading Status Network Token (SNT) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

82 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.12Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli SNT

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga SNT (SNT) disajikan di bawah ini.

活动图片