Magic Eden defends launch of NFT royalty enforcement tool

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-09-15Terakhir diperbarui pada 2022-09-15

Abstrak

The launch of Magic Eden’s MetaShield was initially met with mixed reactions from the community.

Solana-based nonfungible token (NFT) marketplace Magic Eden has fended off some community backlash following the launch of MetaShield, its new enforcement tool aimed at deterring NFT buyers who bypass creator royalties. 
MetaShield, which was reportedly launched in partnership with NFT marketplace and aggregator Coral Cube saw mixed reactions from the NFT community following its launch on Sep. 12, who were split on whether NFT marketplaces should protect creator rights or cut royalty fees to make NFTs cheaper for collectors. 
The NFT royalty enforcement tool is designed to allow NFT creators to flag and blur NFTs that may have been sold that managed to bypass creator royalties.
In an eight-part Twitter post on Sept. 14, Magic Eden defended its new tool, noting that some of the “hardest working creators today” are getting “punished” by “custom” royalty marketplaces. 
The new tool came only a few weeks after NFT marketplace X2Y2 introduced a new feature that affords buyers with the discretion to decide whether they pay a royalty fee (and if so, how much) when buying an NFT.
Magic Eden cleared the air in its most recent thread, noting that it launched MetaShield in order to protect creators, rather than tpunish buyers. 
“Most people recognize that zero royalty marketplaces for all creators shouldn’t become the ecosystem norm,” argued Magic Eden.
“What we do is an experiment, collaborate, and ship. MetaShield might not be perfect, but it provides an option to creators in this debate.”
The NFT marketplace also confirmed that they will not be taking control of NFTs and that the royalty enforcement tool will not serve to punish buyers.
6/ Does Magic Eden care about freedom & choice? Yes.

Like collectors, creators should have freedom to defend their biz. Re: decentralization most NFTs are mutable & collectors have purchased them by their choice. We're not centralizing NFTs any more than the original technology.
— Magic Eden (@MagicEden) September 13, 2022
According to Magic Eden, MetaShield was built to allow for creators “to track Solana NFTs listed with custom royalties” and “take action where they see fit” to protect their brand.
According to the Magic Eden website, NFT creators are afforded “Editor” rights to shield the NFT, which allows them to modify the royalty, add a watermark or blur the image. Once debt has been paid, the Editor can revert the NFT back to its original state.
Community reaction
The launch of Magic Eden’s MetaShield was initially met with mixed reactions from the community.
One Twitter user claimed the addition of MetaShield further centralized the Magic Eden NFT marketplace, while another Twitter user said no one will mint NFTs if the creators use MetaShield.
There is no way you haven't seen the discussion regarding your own 2% fees on all volume, and then there is the blurring of the jpegs...

You're the problem not the royalties, bunch of centralised cucks. https://t.co/PyTNrN309v
— Grug (@WiseGrug) September 14, 2022
Another Twitter user said they were concerned that innocent buyers will be punished as they’ll have their newly purchased NFT shielded, stating:
"The biggest concern I have is that this punishes the buyer — someone who might not know they purchased incorrectly. After a certain period of time, the NFT will all of a sudden be 'shielded.' This will lead to an experience where they need to pay a lot more. 
However, many have also praised Magic Eden for “protecting” NFT creators.

Not every NFT marketplace has sided with Magic Eden. “sudoswap” decided not to adopt the royalty fee model to make its NFT platform more buyer-friendly by only subjecting them to standard 2-2.5% platform fees.
In addition to that, Langston Thomas from “nft now” said that even where smart contracts are set in place to pay royalties to creators, it’s ultimately up to the NFT marketplace to honor the royalty agreement.
This is because the NFT marketplace receives the royalty first via the transaction, and is not obligated to pass that royalty on.

Bacaan Terkait

Pemburu Jadi Mangsa, MEV Bot yang Paling Cuan Diretas

Penyerang MEV Bot yang Terkenal, Jaredfromsubway.eth, Kehilangan Lebih dari $7,5 Juta dalam Serangan 'Perangkap Madu'. Alamat MEV Bot Ethereum yang terkenal dan sangat aktif, Jaredfromsubway.eth, mengalami serangan rantai yang sangat bertarget pada hari Sabtu, yang mengakibatkan kerugian lebih dari $7,5 juta. Menurut investigasi Blockaid, serangan ini bukanlah serangan phishing tradisional atau eksploitasi kerentanan kontrak pintar, melainkan serangan 'perangkap madu MEV balik' (counter-MEV honeypot attack) yang dirancang khusus untuk mengeksploitasi logika perilaku MEV Bot. Penyerang telah menyebarkan 66 kontrak token palsu dan kumpulan likuiditas palsu selama beberapa minggu sebelumnya. Aset-aset ini disamarkan sebagai aset stabil utama seperti WETH, USDC, dan USDT, dan membangun jalur perdagangan arbitrase yang tampak nyata. Rantai serangan berkembang: kumpulan likuiditas palsu menciptakan sinyal 'kesenjangan harga yang dapat diarbitrase'; bot MEV secara otomatis mengidentifikasi peluang dan mengeksekusi perdagangan; bot memberikan otorisasi ke kontrak bantu yang dikendalikan penyerang selama proses perdagangan; otorisasi ini tidak dicabut tepat waktu, menciptakan paparan izin yang terus-menerus; akhirnya, penyerang memanggil logika 'pintu belakang' yang telah dipasang sebelumnya dalam satu transaksi, secara langsung mentransfer aset ETH, USDC, dan USDT yang dipegang oleh alamat MEV bot tersebut. Jaredfromsubway.eth adalah salah satu bot MEV paling aktif dan menguntungkan di jaringan Ethereum, yang terkenal karena menjalankan serangan 'sandwich' secara sistematis untuk menangkap keuntungan dari pergerakan harga. Cointelegraph Research menunjukkan bahwa sekitar 70% dari sekitar 60.000 hingga 90.000 serangan sandwich bulanan di Ethereum antara November 2024 dan Oktober 2025 terkait dengan strateginya. Diperkirakan bot ini telah menghasilkan puluhan juta dolar AS. Peristiwa ini menjadi peringatan keras tentang meningkatnya ancaman keamanan di ekosistem crypto. Bahkan pemain tingkat atas seperti Jaredfromsubway.eth, yang biasanya berada di sisi 'predator', kini menjadi target dari serangan canggih yang mengeksploitasi logika operasional otomatis mereka sendiri. Selain itu, setelah peretasan, sebuah akun X tidak dikenal dengan 94.000 pengikut mengubah namanya menjadi Jaredfromsubway.eth dan secara palsu mengklaim akan menawarkan hadiah $1 juta untuk pengembalian dana, memicu peringatan dari pengembang agar pengguna tetap waspada terhadap kemungkinan penipuan.

marsbit1j yang lalu

Pemburu Jadi Mangsa, MEV Bot yang Paling Cuan Diretas

marsbit1j yang lalu

Pemburu Dikepung, MEV Bot yang Paling Bisa Hasilkan Uang Diretas

Alamat bot MEV terkenal di Ethereum, Jaredfromsubway.eth, baru-baru ini menjadi korban serangan yang sangat tersasar dan kehilangan lebih dari $7.5 juta. Serangan ini bukanlah phising atau eksploitasi kerentanan kontrak pintar biasa, melainkan serangan "counter-MEV honeypot" yang dirancang khusus untuk mengeksploitasi logika operasional bot MEV. Penyerang dengan sabar menyiapkan puluhan kontrak token dan pool likuiditas palsu selama beberapa minggu, yang menyamar sebagai aset seperti WETH, USDC, dan USDT. Mereka membuat sinyal arbitrase yang tampak menguntungkan. Saat bot Jaredfromsubway.eth mendeteksi dan mencoba mengeksekusi peluang arbitrase ini, bot tersebut secara tidak sengaja memberikan izin (approval) ke kontrak bantu milik penyerang. Izin ini kemudian dieksploitasi dalam satu transaksi untuk menguras aset ETH, USDC, dan USDT dari dompet bot. Jaredfromsubway.eth sendiri adalah salah satu bot MEV paling aktif dan menguntungkan di Ethereum, yang terkenal terutama karena sering melakukan "serangan sandwich" untuk mengambil keuntungan dari selisih harga. Peristiwa ini menunjukkan bahwa bahkan pemain yang biasanya berperan sebagai "predator" di ekosistem crypto pun rentan terhadap ancaman keamanan yang semakin canggih. Setelah serangan, muncul akun palsu di X yang mengaku sebagai Jaredfromsubway.eth dan menawarkan pengembalian dana, yang telah diperingatkan oleh pengembang sebagai potensi penipuan.

Odaily星球日报1j yang lalu

Pemburu Dikepung, MEV Bot yang Paling Bisa Hasilkan Uang Diretas

Odaily星球日报1j yang lalu

Kondisi Pembayaran di Amerika Latin Tak Sesuai dengan yang Anda Bayangkan

**Ringkasan: Kondisi Pembayaran di Amerika Latin Berbeda dari Bayangan Anda** Penulis menghabiskan hampir sebulan di Amerika Latin, melakukan riset lapangan selama 500 jam dan berbicara dengan lebih dari 100 pengguna lokal serta regulator. Temuannya mengejutkan dan berbeda dari narasi umum. 1. **Kartu Kripto**: Volume transaksi sebenarnya berasal dari profesional bergaji tinggi yang menerima gaji dalam dolar AS atau stablecoin (seperti USDT), lalu mengonversinya ke mata uang lokal via Pix (Brazil), bukan dari transaksi ritel kecil seperti membeli kopi. 2. **Dominasi QR Code**: Pembayaran QR sedang menguasai pasar pembayaran negara berkembang. Di Brasil, Pix memproses >60 miliar transaksi/bulan. Peta global menunjukkan negara berpenduduk padat (China, India, Brasil, dll) didominasi QR, sementara negara kaya (AS, Eropa Barat) masih bertahan dengan kartu. 3. **Peluang Besar**: Interoperabilitas internasional antar sistem pembayaran instan lokal (seperti Pix, UPI, CoDi) masih terpecah-pecah. Ini adalah peluang besar yang belum terbangun. 4. **Persaingan Bergeser**: Persaingan bukan lagi sekadar akuisisi pengguna, tetapi memperebutkan infrastruktur penyelesaian (settlement). Perusahaan pembayaran terkemuka mulai mengakuisisi bank untuk efisiensi biaya dan kepatuhan. 5. **Amerika Latin Bukan Satu Pasar**: Setiap negara (Brasil, Argentina, Meksiko, dll) memiliki dinamika mata uang, regulasi, dan pola ekonomi informal yang sangat berbeda. Memperlakukan mereka sebagai satu kesatuan adalah kesalahan. 6. **Neobank Beralih ke Valas**: Bisnis stablecoin untuk transfer lintas batas semakin kompetitif dengan margin yang menyusut cepat, mendorong perusahaan untuk menjadikannya produk pintu masuk ke layanan lain. 7. **Ekspansi Lintas Batas adalah Kunci**: Startup pembayaran generasi berikutnya perlu memiliki identitas merek dan teknologi yang dapat diskalakan secara internasional sejak hari pertama, bukan hanya fokus mendalam di satu koridor. 8. **Brasil & Meksiko Sudah Jenuh**: Koridor yang kurang diperhatikan seperti "Lima Negara yang Terlupakan" (Republik Dominika, Guatemala, Honduras, Nikaragua, El Salvador) justru menerima arus remitansi besar dengan kompetisi yang jauh lebih rendah. 9. **Segmentasi Pasar yang Tepat**: Misalnya di Brasil, setidaknya ada 5 segmen pengguna dengan aliran dana dan kebutuhan berbeda (turis, ekspatriat, digital nomad, pengguna dompet digital muda, pengguna kripto asli). Strategi pemasaran harus disesuaikan. 10. **Regulasi Lebih Maju**: Bertentangan dengan persepsi, regulator Amerika Latin (Brasil, Meksiko, Kolombia, dll) seringkali lebih progresif dan jelas dalam mengatur aset kripto dan pembayaran digital dibandingkan AS. Kerangka regulasi seringkali sudah ada. Penutup: Peluang sebenarnya bukan hanya pada saluran konversi mata uang/stablecoin, tetapi pada layanan nilai tambah yang dibangun di atasnya.

链捕手1j yang lalu

Kondisi Pembayaran di Amerika Latin Tak Sesuai dengan yang Anda Bayangkan

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片