TON Rebrands Native Token As Gram, Reviving Original White Paper Name

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-06-03Terakhir diperbarui pada 2026-06-03

Abstrak

The native token of the Toncoin (TON) network is being rebranded to 'Gram,' reviving its original name from the project's first white paper. This change, announced by Telegram co-founder and CEO Pavel Durov, is the fourth step in his "Make TON Great Again" (MTONGA) initiative. The transition period is expected to take about three weeks, and a new logo has been previewed. The rebrand follows Telegram's official return to the ecosystem in May as its largest validator, after a six-year absence that began with a 2020 legal dispute with the SEC. Durov stated that the move "returns to our roots" and paves the way for future developments, with three more steps remaining in the MTONGA roadmap. At the time of the announcement, Gram was trading around $2.02.

Toncoin’s native token has rebranded to ‘Gram’ as part of the latest step in Pavel Durov’s “Make TON Great Again” roadmap.

Toncoin’s Native Token Is Now Called Gram

In a new post on Telegram, Pavel Durov has shared details related to a rebranding of the native token of the Toncoin network. The asset is set to see a name change to Gram, with the transition period expected to take about three weeks.

Durov is the co-founder and CEO of Telegram, and one of the biggest backers of TON. In the blockchain’s early days, its full form even stood for the Telegram Open Network, with the Telegram team handling its development. Telegram’s official involvement with the token, however, ended back in 2020 following a legal dispute with the US Securities and Exchange Commission (SEC).

After Telegram pulled out, the ecosystem rebranded itself to The Open Network and development was handed off to independent contributors. While the messaging giant ended its involvement in the project, it didn’t break all ties. In 2023, Telegram integrated a wallet based on the blockchain to its official app.

Durov himself also remained a supporter of the project. This year, the Telegram CEO kickstarted the “Make TON Great Again” (MTONGA) initiative, which is going to have a total of seven steps. The first two steps of the roadmap went into action in April and provided upgrades to the network’s transaction speed and fees.

The third step, announced in early May, saw Telegram officially re-enter the picture after a six-year absence, replacing the TON Foundation as the driving force behind the ecosystem. The messaging company also became the network’s largest validator.

“Telegram becoming TON’s largest validator strengthens decentralization,” said Durov in an X post a day after announcing the move. “It lets other major players join the validator pool without centralizing the network — with Telegram as the counterbalance.”

Now, the Telegram co-founder has unveiled the rebrand to the name Gram as the fourth checkpoint in the MTONGA plan. This change, which only applies to the blockchain’s native token, will bring back the asset’s original name from its first white paper. The new website for the token provides a teaser of a fresh logo for the cryptocurrency.

The new logo and name for the cryptocurrency | Source: Gram.org

“We’re returning to our roots — and starting a new chapter,” noted the Telegram co-founder. “This rebranding will pave the way for what comes next.” There are three more steps left in the MTONGA roadmap, but it only remains to be seen what they will bring to the network.

Gram Price

At the time of writing, Gram is trading around $2.02, up over 5% in the last seven days.

The trend in the price of the coin over the last five days | Source: TONUSDT on TradingView

Pertanyaan Terkait

QWhat is the new name of Toncoin's native token and why was it chosen?

AThe new name is 'Gram'. It was chosen to revive the asset's original name from its first white paper, marking a return to the project's roots.

QWho announced the rebranding of the native token and what initiative is it part of?

APavel Durov, co-founder and CEO of Telegram, announced the rebranding. It is the fourth checkpoint in his 'Make TON Great Again' (MTONGA) roadmap initiative.

QWhat was the full form of 'TON' originally, and what is its status with Telegram now?

AOriginally, TON stood for the 'Telegram Open Network'. Telegram officially re-entered the TON ecosystem in early May 2024, after a six-year absence, replacing the TON Foundation as the driving force and becoming its largest validator.

QWhat was the reason for Telegram's initial withdrawal from the TON project in 2020?

ATelegram withdrew from the TON project in 2020 following a legal dispute with the US Securities and Exchange Commission (SEC).

QAccording to the article, what was the approximate price and weekly performance of Gram at the time of writing?

AAt the time of writing, Gram was trading around $2.02, up over 5% in the last seven days.

Bacaan Terkait

Pemburu Jadi Mangsa, MEV Bot yang Paling Cuan Diretas

Penyerang MEV Bot yang Terkenal, Jaredfromsubway.eth, Kehilangan Lebih dari $7,5 Juta dalam Serangan 'Perangkap Madu'. Alamat MEV Bot Ethereum yang terkenal dan sangat aktif, Jaredfromsubway.eth, mengalami serangan rantai yang sangat bertarget pada hari Sabtu, yang mengakibatkan kerugian lebih dari $7,5 juta. Menurut investigasi Blockaid, serangan ini bukanlah serangan phishing tradisional atau eksploitasi kerentanan kontrak pintar, melainkan serangan 'perangkap madu MEV balik' (counter-MEV honeypot attack) yang dirancang khusus untuk mengeksploitasi logika perilaku MEV Bot. Penyerang telah menyebarkan 66 kontrak token palsu dan kumpulan likuiditas palsu selama beberapa minggu sebelumnya. Aset-aset ini disamarkan sebagai aset stabil utama seperti WETH, USDC, dan USDT, dan membangun jalur perdagangan arbitrase yang tampak nyata. Rantai serangan berkembang: kumpulan likuiditas palsu menciptakan sinyal 'kesenjangan harga yang dapat diarbitrase'; bot MEV secara otomatis mengidentifikasi peluang dan mengeksekusi perdagangan; bot memberikan otorisasi ke kontrak bantu yang dikendalikan penyerang selama proses perdagangan; otorisasi ini tidak dicabut tepat waktu, menciptakan paparan izin yang terus-menerus; akhirnya, penyerang memanggil logika 'pintu belakang' yang telah dipasang sebelumnya dalam satu transaksi, secara langsung mentransfer aset ETH, USDC, dan USDT yang dipegang oleh alamat MEV bot tersebut. Jaredfromsubway.eth adalah salah satu bot MEV paling aktif dan menguntungkan di jaringan Ethereum, yang terkenal karena menjalankan serangan 'sandwich' secara sistematis untuk menangkap keuntungan dari pergerakan harga. Cointelegraph Research menunjukkan bahwa sekitar 70% dari sekitar 60.000 hingga 90.000 serangan sandwich bulanan di Ethereum antara November 2024 dan Oktober 2025 terkait dengan strateginya. Diperkirakan bot ini telah menghasilkan puluhan juta dolar AS. Peristiwa ini menjadi peringatan keras tentang meningkatnya ancaman keamanan di ekosistem crypto. Bahkan pemain tingkat atas seperti Jaredfromsubway.eth, yang biasanya berada di sisi 'predator', kini menjadi target dari serangan canggih yang mengeksploitasi logika operasional otomatis mereka sendiri. Selain itu, setelah peretasan, sebuah akun X tidak dikenal dengan 94.000 pengikut mengubah namanya menjadi Jaredfromsubway.eth dan secara palsu mengklaim akan menawarkan hadiah $1 juta untuk pengembalian dana, memicu peringatan dari pengembang agar pengguna tetap waspada terhadap kemungkinan penipuan.

marsbit30m yang lalu

Pemburu Jadi Mangsa, MEV Bot yang Paling Cuan Diretas

marsbit30m yang lalu

Pemburu Dikepung, MEV Bot yang Paling Bisa Hasilkan Uang Diretas

Alamat bot MEV terkenal di Ethereum, Jaredfromsubway.eth, baru-baru ini menjadi korban serangan yang sangat tersasar dan kehilangan lebih dari $7.5 juta. Serangan ini bukanlah phising atau eksploitasi kerentanan kontrak pintar biasa, melainkan serangan "counter-MEV honeypot" yang dirancang khusus untuk mengeksploitasi logika operasional bot MEV. Penyerang dengan sabar menyiapkan puluhan kontrak token dan pool likuiditas palsu selama beberapa minggu, yang menyamar sebagai aset seperti WETH, USDC, dan USDT. Mereka membuat sinyal arbitrase yang tampak menguntungkan. Saat bot Jaredfromsubway.eth mendeteksi dan mencoba mengeksekusi peluang arbitrase ini, bot tersebut secara tidak sengaja memberikan izin (approval) ke kontrak bantu milik penyerang. Izin ini kemudian dieksploitasi dalam satu transaksi untuk menguras aset ETH, USDC, dan USDT dari dompet bot. Jaredfromsubway.eth sendiri adalah salah satu bot MEV paling aktif dan menguntungkan di Ethereum, yang terkenal terutama karena sering melakukan "serangan sandwich" untuk mengambil keuntungan dari selisih harga. Peristiwa ini menunjukkan bahwa bahkan pemain yang biasanya berperan sebagai "predator" di ekosistem crypto pun rentan terhadap ancaman keamanan yang semakin canggih. Setelah serangan, muncul akun palsu di X yang mengaku sebagai Jaredfromsubway.eth dan menawarkan pengembalian dana, yang telah diperingatkan oleh pengembang sebagai potensi penipuan.

Odaily星球日报37m yang lalu

Pemburu Dikepung, MEV Bot yang Paling Bisa Hasilkan Uang Diretas

Odaily星球日报37m yang lalu

Kondisi Pembayaran di Amerika Latin Tak Sesuai dengan yang Anda Bayangkan

**Ringkasan: Kondisi Pembayaran di Amerika Latin Berbeda dari Bayangan Anda** Penulis menghabiskan hampir sebulan di Amerika Latin, melakukan riset lapangan selama 500 jam dan berbicara dengan lebih dari 100 pengguna lokal serta regulator. Temuannya mengejutkan dan berbeda dari narasi umum. 1. **Kartu Kripto**: Volume transaksi sebenarnya berasal dari profesional bergaji tinggi yang menerima gaji dalam dolar AS atau stablecoin (seperti USDT), lalu mengonversinya ke mata uang lokal via Pix (Brazil), bukan dari transaksi ritel kecil seperti membeli kopi. 2. **Dominasi QR Code**: Pembayaran QR sedang menguasai pasar pembayaran negara berkembang. Di Brasil, Pix memproses >60 miliar transaksi/bulan. Peta global menunjukkan negara berpenduduk padat (China, India, Brasil, dll) didominasi QR, sementara negara kaya (AS, Eropa Barat) masih bertahan dengan kartu. 3. **Peluang Besar**: Interoperabilitas internasional antar sistem pembayaran instan lokal (seperti Pix, UPI, CoDi) masih terpecah-pecah. Ini adalah peluang besar yang belum terbangun. 4. **Persaingan Bergeser**: Persaingan bukan lagi sekadar akuisisi pengguna, tetapi memperebutkan infrastruktur penyelesaian (settlement). Perusahaan pembayaran terkemuka mulai mengakuisisi bank untuk efisiensi biaya dan kepatuhan. 5. **Amerika Latin Bukan Satu Pasar**: Setiap negara (Brasil, Argentina, Meksiko, dll) memiliki dinamika mata uang, regulasi, dan pola ekonomi informal yang sangat berbeda. Memperlakukan mereka sebagai satu kesatuan adalah kesalahan. 6. **Neobank Beralih ke Valas**: Bisnis stablecoin untuk transfer lintas batas semakin kompetitif dengan margin yang menyusut cepat, mendorong perusahaan untuk menjadikannya produk pintu masuk ke layanan lain. 7. **Ekspansi Lintas Batas adalah Kunci**: Startup pembayaran generasi berikutnya perlu memiliki identitas merek dan teknologi yang dapat diskalakan secara internasional sejak hari pertama, bukan hanya fokus mendalam di satu koridor. 8. **Brasil & Meksiko Sudah Jenuh**: Koridor yang kurang diperhatikan seperti "Lima Negara yang Terlupakan" (Republik Dominika, Guatemala, Honduras, Nikaragua, El Salvador) justru menerima arus remitansi besar dengan kompetisi yang jauh lebih rendah. 9. **Segmentasi Pasar yang Tepat**: Misalnya di Brasil, setidaknya ada 5 segmen pengguna dengan aliran dana dan kebutuhan berbeda (turis, ekspatriat, digital nomad, pengguna dompet digital muda, pengguna kripto asli). Strategi pemasaran harus disesuaikan. 10. **Regulasi Lebih Maju**: Bertentangan dengan persepsi, regulator Amerika Latin (Brasil, Meksiko, Kolombia, dll) seringkali lebih progresif dan jelas dalam mengatur aset kripto dan pembayaran digital dibandingkan AS. Kerangka regulasi seringkali sudah ada. Penutup: Peluang sebenarnya bukan hanya pada saluran konversi mata uang/stablecoin, tetapi pada layanan nilai tambah yang dibangun di atasnya.

链捕手49m yang lalu

Kondisi Pembayaran di Amerika Latin Tak Sesuai dengan yang Anda Bayangkan

链捕手49m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片