Solana RWA holders jump 440% YoY – Can it bridge gap to Ethereum’s XAUT?

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-04-06Terakhir diperbarui pada 2026-04-06

Abstrak

Solana's RWA ecosystem is experiencing explosive growth, with a 440% year-over-year surge in holders, totaling 218,000. This positions Solana as a major hub for tokenized real-world assets, which now have a total on-chain market cap of $24 billion. While Tether Gold (XAUT) on Ethereum leads the RWA market at $3.3 billion, Solana is gaining momentum through its strong focus on tokenized U.S. Treasuries. These assets, which make up over 50% of the RWA market, could generate revenue to strengthen Solana's digital asset treasuries (DATs) and support long-term network growth. The IMF has warned that the rapid growth of on-chain RWAs could disrupt traditional finance. Solana's expansion in this sector suggests it could become a viable alternative to Ethereum for institutional capital seeking tokenized assets.

When the International Monetary Fund (IMF) sounds the alarm, it signals that the threat is real.

Recently, the IMF has been pointing out how fast the Real World Asset (RWA) market is growing on-chain, warning that TradFi players could fall behind if this keeps up.

The logic is simple: More real-world capital is moving onto blockchain, which could change how central banks manage money and financial stability.

Notably, the numbers back it up.

The on-chain market cap of total RWAs has just hit a new all-time high of $24 billion, with Tether Gold [XAUT] leading the pack at $3.3 billion. What’s really interesting is how the market reacted immediately, with much of the momentum flowing toward Solana [SOL] as more investors look to take advantage of its growing RWA ecosystem.

Source: Token Terminal

The real story? Solana’s RWA holder count.

As the chart showed, the number of RWA holders on Solana was up 440% year-over-year, totaling 218,000 across tokenized stocks, funds, and commodities.

This surge signals more than hype.

Instead, it’s a clear sign that Solana is becoming a go-to network for tokenized real-world assets.

Against this backdrop, the IMF’s raising alarms starts to make sense.

XAUT’s lead in the RWA space is particularly noteworthy. Its growth comes at a time of heightened geopolitical tensions, which usually push capital into traditional safe havens.

But instead of sticking to the old playbook, investors are flowing into a tokenized version of gold, showing how RWAs are changing the way capital moves.

That said, this also complicates the narrative around Solana as the go-to network for RWAs.

XAUT currently trades only on Ethereum [ETH], raising the question: Can Solana capture this momentum indirectly, or does it need its own tokenized gold options to really cement its position in the RWA space?

Solana’s long road to dominating tokenized real-world assets

At the aggregate level, the RWA market is over 50% made up of U.S. Treasury assets.

Solana is clearly positioning itself to capture a slice of this momentum.

According to RWA.xyz, after stablecoins, Solana’s most concentrated RWAs are U.S. Treasuries, essentially tokenized versions of government debt that allow investors to hold U.S. debt on-chain and earn routine interest.

This is significant for a few reasons. Solana treasury companies are showing weak price action. Every small pump gets retraced, signaling that market confidence in treasuries hasn’t caught up with on-chain growth yet.

Take the largest SOL DAT, Forward Industries (NASDAQ: FWDI), for instance. It’s still over 80% below its pre-October crash levels.

Source: TradingView (FWDI/USD)

Against this backdrop, Solana’s RWA flows act as a key catalyst.

On a macro level, tokenized U.S. Treasuries could generate revenue for Digital Asset Treasuries (DATs), which can then be used to stockpile more SOL.

With Solana already holding a strong position in tokenized bonds, this is a tangible strategy that can strengthen treasuries and support long-term network growth.

Looking at the bigger picture (RWA market growth, Solana’s rising RWA holder count, and strong capital flows into U.S. Treasuries), Solana could emerge as a viable alternative to Ethereum’s XAUT play.

If the network continues to expand its RWA ecosystem, it has the potential to establish itself as a leading hub for tokenized assets, attracting substantial institutional capital in the process.


Final Summary

  • Solana is emerging as a major hub for on-chain RWAs, with a 440% YoY increase in holders.
  • Strong flows into tokenized U.S. Treasuries could make Solana a viable alternative to Ethereum’s XAUT, offering a pathway to strengthen DATs.

Pertanyaan Terkait

QWhat is the year-over-year growth in the number of RWA holders on the Solana network, and what does this surge signify?

AThe number of RWA holders on Solana grew by 440% year-over-year, totaling 218,000. This surge is more than just hype; it's a clear sign that Solana is becoming a go-to network for tokenized real-world assets.

QWhich token is the on-chain RWA market cap leader, and on which blockchain does it currently trade?

ATether Gold (XAUT) is the on-chain RWA market cap leader with $3.3 billion. It currently trades only on the Ethereum blockchain.

QAccording to the article, what is the primary component (over 50%) of the aggregate RWA market?

AU.S. Treasury assets make up over 50% of the aggregate RWA market.

QWhat potential strategy is mentioned for Solana's Digital Asset Treasuries (DATs) to strengthen themselves and support long-term network growth?

ATokenized U.S. Treasuries could generate revenue for Digital Asset Treasuries (DATs), which can then be used to stockpile more SOL, thereby strengthening the treasuries and supporting long-term network growth.

QWhat key concern does the International Monetary Fund (IMF) raise regarding the article's subject matter?

AThe IMF warns that the fast-growing Real World Asset (RWA) market on-chain could cause traditional finance (TradFi) players to fall behind, potentially changing how central banks manage money and financial stability.

Bacaan Terkait

Debut Wash: Ketua FED yang Paling Paham Crypto Sepanjang Sejarah Akan Datangkan Kejutan atau Teror Bagi Pasar?

**Penampilan Perdana Kevin Warsh: Ketua Fed Paling Paham Crypto, Akan Bawa Kejutan atau Kekhawatiran?** Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, bersiap untuk konferensi pers kebijakan moneter pertamanya di tengah situasi sulit: inflasi yang bangkit kembali, tekanan pasar untuk menaikkan suku bunga, dan desakan Presiden Trump untuk menurunkan suku bunga. Yang unik, Warsh adalah ketua Fed pertama yang secara terbuka memiliki portofolio investasi tidak langsung yang signifikan di aset kripto dan perusahaan Web3, mencakup berbagai sektor seperti blockchain, DeFi, dan infrastruktur pembayaran. Pemahaman pribadinya tentang teknologi ini berbeda dengan pendahulunya. Analisis kebijakannya berfokus pada dua hal: **sikap hawkish melawan inflasi** yang mungkin berarti lingkungan suku bunga ketat, dan **sikap ramah terhadap aset digital** yang bisa membawa perubahan regulasi dari "pencegahan" menjadi "integrasi dan inovasi". Dampak pada pasar kripto dapat dilihat dari: **pergeseran ekspektasi regulasi** yang lebih mendukung, **penetapan ulang premi risiko** bergantung pada komunikasi kebijakan yang jelas dari Warsh, serta **aliran modal global** yang mungkin mengalir lebih deras ke aset kripto karena legitimasi yang meningkat. Dua skenario utama untuk penampilan perdananya: 1. **Kejutan:** Gabungan sikap kebijakan moneter yang relatif lunak (dovish) dan sinyal ramah kripto dapat memulihkan sentimen pasar. 2. **Kekhawatiran:** Sinyal hawkish yang lebih keras dari perkiraan, seperti isyarat kenaikan suku bunga, dapat memicu tekanan jual di aset berisiko, termasuk kripto. Meski secara etika Warsh telah menjual semua kepemilikannya terkait kripto, pemahaman mendalamnya tentang blockchain diharapkan dapat membentuk kerangka regulasi yang lebih koheren dan mendukung, menjadi infrastruktur penting bagi arus utama aset kripto dalam jangka panjang.

marsbit3j yang lalu

Debut Wash: Ketua FED yang Paling Paham Crypto Sepanjang Sejarah Akan Datangkan Kejutan atau Teror Bagi Pasar?

marsbit3j yang lalu

AGI Bukan Akhir, Makalah Baru DeepMind: Menuju ASI, Kemajuan AI yang Sesungguhnya Baru Dimulai

Jika Kecerdasan Buatan Umum (AGI) tercapai, apakah itu titik akhir? Tim Google DeepMind dalam laporan terbarunya berpendapat bahwa AGI **bukanlah akhir perjalanan**. AI diprediksi akan terus berkembang melampaui kemampuan tim ahli manusia terbaik, menuju Superintelligence (ASI). Laporan ini membedakan tiga konsep: AGI (kecerdasan setara manusia rata-rata), ASI (melampaui manusia di hampir semua bidang), dan UAI (batas teoretis maksimal). Transisi dari AGI ke ASI dapat melalui empat jalur potensial: 1. **Ekspansi Lanjutan**: Meningkatkan skala komputasi, model, dan data. 2. **Inovasi Algoritma**: Penyempurnaan paradigma yang ada atau pergeseran paradigma baru. 3. **Peningkatan Diri Secara Rekursif**: AI yang lebih kuat membantu mengembangkan generasi AI berikutnya yang lebih kuat. 4. **Koordinasi Multi-Agen**: Kecerdasan kolektif dari banyak sistem AGI yang berkolaborasi. Namun, terdapat enam kemacetan potensial: dinding data, tekanan sumber daya ekonomi & alam, batasan paradigma jaringan saraf saat ini, meningkatnya kesulitan penelitian, hambatan abstraksi, serta tantangan regulasi dan penerimaan sosial. Laporan ini juga menyoroti bahwa jika AI melampaui manusia, sistem evaluasi (benchmark) yang ada menjadi tidak relevan. Diperlukan kerangka pengukuran baru, seperti tugas kolaborasi/kompetisi multi-agen, pengujian yang dihasilkan otomatis, atau indikator tidak langsung seperti produktivitas ekonomi. ASI bukanlah sistem ajaib yang mahatahu; perkembangannya tetap dibatasi oleh hukum fisika, kompleksitas komputasi, data, sumber daya, dan umpan balik dunia nyata. Arah dan kecepatan kemajuan AI masih penuh ketidakpastian, sehingga memerlukan penelitian, prediksi, dan mekanisme evaluasi yang terus diperbarui.

marsbit5j yang lalu

AGI Bukan Akhir, Makalah Baru DeepMind: Menuju ASI, Kemajuan AI yang Sesungguhnya Baru Dimulai

marsbit5j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli XAUT

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Tether Gold (XAUT) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Tether Gold (XAUT) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Tether Gold (XAUT) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Tether Gold (XAUT) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Tether Gold (XAUT)Lakukan trading Tether Gold (XAUT) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

1.1k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.13Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli XAUT

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga XAUT (XAUT) disajikan di bawah ini.

活动图片