Tigon Mobile P2E game Bless Global pre-registration Begins: Expanding the P2E ecosystem

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-08-17Terakhir diperbarui pada 2022-08-17

Abstrak

Tigon Mobile, a subsidiary of Longtu Korea, recently revealed Bless Global, the world’s first triple-A GameFi massively multiplayer online role-playing game (MMORPG) that combines the Bless IP with play-to-earn (P2E) mechanisms.

August 16, 2022 — Tigon Mobile, a subsidiary of Longtu Korea, recently revealed Bless Global, the world’s first triple-A GameFi massively multiplayer online role-playing game (MMORPG) that combines the Bless IP with play-to-earn (P2E) mechanisms. Bless Global’s pre-registration event begins on Aug. 16, 2022. To participate in the event, players can visit the pre-registration page.

A previous Longtu Korea’s GameFi project, Yulgang Global, has been well-received by over 5 million users since its release. In terms of development scale and economic model, Bless Global, the company’s most recent title, far outpaces Yulgang Global. As a result, the game is expected to attract a larger audience.

PocketBuff, a collaboration effort between Tigon Mobile and Game Space, will be the platform to support Bless Global’s nonfungible token transactions in order to provide a seamless Web3 experience to game users.

Since its release, the original PC game Bless, a medieval fantasy MMORPG developed by Neowiz, has received unanimous media praise for its stunning visual presentation. Bless Unleashed, a 2021 remake of the original Bless by Neowiz that was powered by Unreal Engine 4, became another global hit on major platforms.

The original Bless has also gained popularity in Asia. Longtu Game, Longtu Korea’s parent company, is the developer and publisher of a recently released mobile game based on the Bless IP. Since its release on Sept. 23, 2021, the game has ranked twelfth in the App Store’s top-grossing games.

Bless Global, which has been optimized for mobile devices, also inherits the lore and story of the original Bless on PC. Through the use of grand stories and console-level graphics, this medieval fantasy game perfectly depicts a living magical world. The game features responsive battle feedback and an unrestricted mobile combat experience, providing all players with an immersive and epic adventure. Aside from battles, players can mine in-game resources and trade them with other players on the platform via the game’s P2E system.

According to a Tigon Mobile spokesperson, Bless Global will be released on multiple platforms, including mobile and PC, to ensure user accessibility and enjoyment. Tigon Mobile says they are committed to expanding the platform’s ecosystem and further integrating the game’s features into the platform in terms of the P2E system.

Pre-registration for Bless Global is now open. To learn more about the game, go to the official website.

About Tigon Mobile

Tigon Mobile is a subsidiary of Longtu Korea, a Web3 P2E initiative aimed at revolutionizing the gaming sector and leading a new paradigm in the upcoming metaverse by introducing in-game tokens with intrinsic value outside the game.

Bacaan Terkait

Korea Selatan Bergerak Mengatur Transfer Crypto Lintas Batas di Bawah Kerangka Kerja Baru

Pemerintah Korea Selatan berencana memasukkan perusahaan fintech ke dalam kerangka kerja perizinan baru untuk transfer aset virtual lintas batas, yang dijadwalkan berlaku pada Desember. Peraturan ini mewajibkan perusahaan yang melakukan transfer lintas batas menggunakan aset kripto untuk mendaftar di Kementerian Ekonomi dan Keuangan serta melaporkan transaksinya melalui sistem pelaporan devisa. Kerangka regulasi ini dibuat untuk membawa transfer lintas batas berbasis kripto ke dalam pengawasan formal, menyusul temuan bahwa banyak transfer aset digital beroperasi di luar sistem pengawasan devisa dan berpotensi digunakan untuk pencucian uang serta kejahatan. Aturan VASP (Virtual Asset Service Provider) yang ada saat ini terutama membatasi akses ke bursa kripto seperti Upbit dan Bithumb. Namun, regulator berencana memperluas cakupan entitas yang memenuhi syarat untuk mencakup pelaku non-tradisional, seperti perusahaan fintech, jika mereka dapat melakukan transfer tersebut secara efisien. Otoritas masih menganalisis proses perizinan dan kepatuhan bagi calon pelamar. Kementerian dan Bank of Korea terus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan industri untuk menyelesaikan aturan implementasi sebelum peluncuran di Desember. Perkembangan ini sejalan dengan upaya Korea Selatan memperkuat pengawasan aset digital, termasuk aturan baru untuk sekuritisasi token yang dijadwalkan terbit pada Juli.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Korea Selatan Bergerak Mengatur Transfer Crypto Lintas Batas di Bawah Kerangka Kerja Baru

TheNewsCrypto1j yang lalu

「Saham Konsep Nvidia」Wawancara dengan Co-Founder CoreWeave: Permintaan AI Terus Meningkat Setiap Hari

Wawancara dengan para eksekutif CoreWeave, penyedia cloud khusus AI, menggarisbawahi bahwa permintaan akan komputasi AI terus meningkat dan berkembang setiap hari, mendorong perubahan besar dalam infrastruktur. Fokus tidak lagi hanya pada ketersediaan GPU, tetapi meluas ke tantangan kompleks seperti daya untuk pusat data, CPU, penyimpanan, dan pasokan komponen. CoreWeave, yang melayani klien utama seperti OpenAI dan Microsoft, melihat pergeseran struktural dalam beban kerja AI. Dengan munculnya AI agen dan model penalaran, pentingnya CPU dan penyimpanan semakin meningkat. Perusahaan merancang ulang pusat datanya untuk mengakomodasi lebih banyak CPU (seperti Vera CPU dari Nvidia) dan penyimpanan di samping server GPU generasi mendatang (seperti Vera Rubin). Para eksekutif menekankan bahwa model bisnis mereka sepenuhnya didorong oleh kontrak dan permintaan pelanggan. Mereka bersaing berdasarkan rekam jejak eksekusi yang terbukti, kemampuan teknikal, dan kemampuan menyediakan kinerja serta efisiensi biaya per token terbaik. Saat ini, hambatan utama bukanlah GPU, melainkan ketersediaan "powered shells" (bangunan pusat data yang siap daya) dan komponen di dalamnya. Mereka juga menjelaskan bahwa biaya komponen seperti HBM (memori bandwidth tinggi) diteruskan kepada pelanggan melalui kontrak yang sudah ditetapkan sebelumnya, sehingga melindungi margin CoreWeave. Untuk generasi hardware baru seperti server Vera Rubin, pola deployment diperkirakan akan meningkat signifikan sekitar tahun 2027, mengikuti pola pendahulunya, platform Blackwell.

marsbit2j yang lalu

「Saham Konsep Nvidia」Wawancara dengan Co-Founder CoreWeave: Permintaan AI Terus Meningkat Setiap Hari

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片