Ethereum down 60% from ATH! – THESE onchain signals raise new warning

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-03-09Terakhir diperbarui pada 2026-03-09

Abstrak

Ethereum is facing a severe bearish outlook, down nearly 60% from its August all-time high and struggling to reclaim the $2,000 level. Key on-chain signals raise further concerns: DEX trading volume has dropped sharply to around $1.02 billion, a level last seen before a previous 40% price crash. Monthly Active Users have also declined significantly from 15.3 million to 12.7 million, indicating reduced network participation. Additionally, fewer users are withdrawing ETH from exchanges to private wallets, while exchange reserves have increased by approximately 168,000 ETH. This suggests growing sell-side pressure and weak demand, potentially leading to further price declines if this supply enters the market.

Ethereum is facing one of the most bearish outlooks in the market as the altcoin struggles to reclaim the $2,000 level after falling below it on the 5th of February.

On a broader scale, the losses are even more severe.

Ethereum [ETH] has shed nearly 60% of its value since its all-time high in August, when the altcoin came close to crossing the $5,000 threshold. The decline may not be over yet, as recent on-chain and off-chain data point to growing warning signs across the market.

Volume hits a low

On-chain market activity often serves as a key barometer for assessing the utility of a blockchain and its underlying asset.

One important metric in this context is the on-chain trading volume across Decentralized Exchanges (DEXs). This metric tracks how frequently users transact on the network by measuring the cumulative value of buy and sell transactions executed within a given period.

In Ethereum’s case, trading activity has slowed considerably. DEX trading volume over the past 24 hours dropped to roughly $1.02 billion.

The last time volume fell below this level was on the 24th of January. At the time, Ethereum recorded a 24-hour decline of 6.16%, and just a few days later, on the 28th of January, the altcoin dropped nearly 40%, falling from $3,041 to $1,815.

When the price structure is already weak, a slowdown in on-chain activity could further weigh on Ethereum’s price trajectory.

Users are exiting the chain

The decline in trading volume may also reflect a broader drop in user participation across the network.

Data from Artemis showed that Monthly Active Users (MAU) have recorded one of their steepest recent declines as of press time.

Active Users have fallen from 15.3 million in February to roughly 12.7 million at press time.

With around 2.6 million users leaving the network within this period, the shift suggests that many participants have either sold their holdings or are leaving their assets idle without active trading.

However, given Ethereum’s sharp decline from its all-time high and the persistent market weakness since January, the likelihood that many of these users exited their positions remains high.

With fewer participants actively engaging with the network, the available supply in the market may rise relative to demand. This imbalance tends to weigh on price and can limit the chances of a sustained rally without a corresponding increase in buying pressure.

Is demand returning?

So far, the data suggest that demand has yet to recover.

Off-chain indicators tracking Ethereum activity on centralized exchanges—where most investors execute their ETH trades—continue to point to weak accumulation trends.

One key metric supporting this outlook is the Exchange Withdrawing Addresses indicator. This metric tracks the number of addresses moving their ETH from centralized exchanges into private wallets, a behavior typically associated with long-term holding.

At the time of analysis, this number had declined sharply, dropping from 53,382 addresses to just 15,081.

This shift suggests that nearly 40,000 investors who previously withdrew their ETH are now holding their assets on exchange wallets, a trend often associated with increased sell-side pressure.

Further analysis of Exchange Reserves, which track the amount of Ethereum held across centralized exchanges, shows that supply on trading platforms has increased during the same period.

Exchange reserves rose from 15.9 million ETH to roughly 16.1 million ETH, representing an addition of about 168,000 ETH to exchange balances.

At the aforementioned price action, this supply is valued at approximately $334 million.

If a large portion of this supply enters the market through sell orders, it could place additional pressure on Ethereum’s price and further dampen the altcoin’s near-term outlook.


Final Summary

  • Ethereum fell nearly 60% from its August all-time high, struggling to reclaim the $2,000 level after its February breakdown.
  • DEX trading volume dropped to about $1.02B and Monthly Active Users declined from 15.3M to 12.7M.

Pertanyaan Terkait

QWhat is the percentage decline in Ethereum's value from its all-time high in August?

AEthereum has shed nearly 60% of its value since its all-time high in August.

QWhat was the 24-hour DEX trading volume for Ethereum mentioned in the article?

AThe DEX trading volume over the past 24 hours dropped to roughly $1.02 billion.

QHow much did the number of Monthly Active Users (MAU) on Ethereum decrease from February to the time of the article?

AMonthly Active Users fell from 15.3 million in February to roughly 12.7 million, a decrease of about 2.6 million users.

QWhat does a sharp decline in the 'Exchange Withdrawing Addresses' indicator typically suggest about investor behavior?

AA sharp decline in this indicator suggests that fewer investors are moving their ETH to private wallets for long-term holding, and instead are keeping assets on exchanges, which is often associated with increased sell-side pressure.

QBy how much did the Ethereum supply on centralized exchanges (Exchange Reserves) increase, and what is its approximate value?

AExchange reserves rose by about 168,000 ETH, from 15.9 million to 16.1 million ETH. At the time, this additional supply was valued at approximately $334 million.

Bacaan Terkait

Debut Wash: Ketua FED yang Paling Paham Crypto Sepanjang Sejarah Akan Datangkan Kejutan atau Teror Bagi Pasar?

**Penampilan Perdana Kevin Warsh: Ketua Fed Paling Paham Crypto, Akan Bawa Kejutan atau Kekhawatiran?** Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, bersiap untuk konferensi pers kebijakan moneter pertamanya di tengah situasi sulit: inflasi yang bangkit kembali, tekanan pasar untuk menaikkan suku bunga, dan desakan Presiden Trump untuk menurunkan suku bunga. Yang unik, Warsh adalah ketua Fed pertama yang secara terbuka memiliki portofolio investasi tidak langsung yang signifikan di aset kripto dan perusahaan Web3, mencakup berbagai sektor seperti blockchain, DeFi, dan infrastruktur pembayaran. Pemahaman pribadinya tentang teknologi ini berbeda dengan pendahulunya. Analisis kebijakannya berfokus pada dua hal: **sikap hawkish melawan inflasi** yang mungkin berarti lingkungan suku bunga ketat, dan **sikap ramah terhadap aset digital** yang bisa membawa perubahan regulasi dari "pencegahan" menjadi "integrasi dan inovasi". Dampak pada pasar kripto dapat dilihat dari: **pergeseran ekspektasi regulasi** yang lebih mendukung, **penetapan ulang premi risiko** bergantung pada komunikasi kebijakan yang jelas dari Warsh, serta **aliran modal global** yang mungkin mengalir lebih deras ke aset kripto karena legitimasi yang meningkat. Dua skenario utama untuk penampilan perdananya: 1. **Kejutan:** Gabungan sikap kebijakan moneter yang relatif lunak (dovish) dan sinyal ramah kripto dapat memulihkan sentimen pasar. 2. **Kekhawatiran:** Sinyal hawkish yang lebih keras dari perkiraan, seperti isyarat kenaikan suku bunga, dapat memicu tekanan jual di aset berisiko, termasuk kripto. Meski secara etika Warsh telah menjual semua kepemilikannya terkait kripto, pemahaman mendalamnya tentang blockchain diharapkan dapat membentuk kerangka regulasi yang lebih koheren dan mendukung, menjadi infrastruktur penting bagi arus utama aset kripto dalam jangka panjang.

marsbit10j yang lalu

Debut Wash: Ketua FED yang Paling Paham Crypto Sepanjang Sejarah Akan Datangkan Kejutan atau Teror Bagi Pasar?

marsbit10j yang lalu

AGI Bukan Akhir, Makalah Baru DeepMind: Menuju ASI, Kemajuan AI yang Sesungguhnya Baru Dimulai

Jika Kecerdasan Buatan Umum (AGI) tercapai, apakah itu titik akhir? Tim Google DeepMind dalam laporan terbarunya berpendapat bahwa AGI **bukanlah akhir perjalanan**. AI diprediksi akan terus berkembang melampaui kemampuan tim ahli manusia terbaik, menuju Superintelligence (ASI). Laporan ini membedakan tiga konsep: AGI (kecerdasan setara manusia rata-rata), ASI (melampaui manusia di hampir semua bidang), dan UAI (batas teoretis maksimal). Transisi dari AGI ke ASI dapat melalui empat jalur potensial: 1. **Ekspansi Lanjutan**: Meningkatkan skala komputasi, model, dan data. 2. **Inovasi Algoritma**: Penyempurnaan paradigma yang ada atau pergeseran paradigma baru. 3. **Peningkatan Diri Secara Rekursif**: AI yang lebih kuat membantu mengembangkan generasi AI berikutnya yang lebih kuat. 4. **Koordinasi Multi-Agen**: Kecerdasan kolektif dari banyak sistem AGI yang berkolaborasi. Namun, terdapat enam kemacetan potensial: dinding data, tekanan sumber daya ekonomi & alam, batasan paradigma jaringan saraf saat ini, meningkatnya kesulitan penelitian, hambatan abstraksi, serta tantangan regulasi dan penerimaan sosial. Laporan ini juga menyoroti bahwa jika AI melampaui manusia, sistem evaluasi (benchmark) yang ada menjadi tidak relevan. Diperlukan kerangka pengukuran baru, seperti tugas kolaborasi/kompetisi multi-agen, pengujian yang dihasilkan otomatis, atau indikator tidak langsung seperti produktivitas ekonomi. ASI bukanlah sistem ajaib yang mahatahu; perkembangannya tetap dibatasi oleh hukum fisika, kompleksitas komputasi, data, sumber daya, dan umpan balik dunia nyata. Arah dan kecepatan kemajuan AI masih penuh ketidakpastian, sehingga memerlukan penelitian, prediksi, dan mekanisme evaluasi yang terus diperbarui.

marsbit12j yang lalu

AGI Bukan Akhir, Makalah Baru DeepMind: Menuju ASI, Kemajuan AI yang Sesungguhnya Baru Dimulai

marsbit12j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli ATH

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Aethir (ATH) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Aethir (ATH) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Aethir (ATH) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Aethir (ATH) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Aethir (ATH)Lakukan trading Aethir (ATH) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

539 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.11Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli ATH

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga ATH (ATH) disajikan di bawah ini.

活动图片