Galaxy: криптоказначейские компании вошли в «дарвиновскую фазу» на фоне падения рынка

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-12-27Terakhir diperbarui pada 2025-12-27

  • Премии к NAV сменились скидками, что ломает прежнюю бизнес-модель DAT.
  • Падение биткоина и сокращение кредитного плеча усилили риски для эмитентов.
  • Galaxy выделяет три возможных сценария: стагнация, консолидация или частичное восстановление.

Аналитики Galaxy Research предупредили, что казначейские компании на базе биткоина (DAT) вступают в «дарвиновскую фазу». Падение премий, разворот кредитного цикла и переход акций в минус меняют условия, на которых строилась их модель роста.

Эксперты отмечают, что рынок достиг предела. Ценные бумаги цифровых казначейских компаний начали торговаться ниже стоимости чистых активов. Это разрушает механизм, который ранее позволял увеличивать выпуск акций, наращивать позиции в криптовалюте и усиливать рост за счет финансового плеча.

Разворот начался после снижения биткоина с пиков в $126 000 до уровней около $80 000, заявили в Galaxy. Ужесточение условий на фьючерсах, резкое сокращение риска и ухудшение ликвидности усилили давление на структуру DAT.

По словам аналитиков, то же кредитное плечо, которое увеличивало доходность в фазе роста, теперь работает в противоположную сторону.

Акции казначейских компаний перешли к торговле со скидкой, хотя сам биткоин снизился примерно на 30%. Компании Metaplanet и Nakamoto, ранее фиксировавшие крупные нереализованные прибыли, оказались в минусе из-за средней цены покупки выше $107 000.

Некоторые эмитенты испытали экстремальные просадки. Например, котировки Nakamoto упали на более чем на 98% от исторического максимума.

Galaxy отмечает, что расширение за счет новых выпусков сейчас невозможно. По мнению экспертов, это формирует три возможных траектории развития событий.

Базовый сценарий — длительный период низких премий и стагнации показателя «биткоин-на-акцию», при котором бумаги DAT несут больший риск снижения, чем сам актив. Второй вариант — консолидация, при которой компании с высокой долговой нагрузкой или крупными выпусками вблизи пиков могут столкнуться с давлением кредиторов, поглощениями или реструктуризацией.

Третий сценарий предполагает ограниченное восстановление стоимости. Однако это касается только для тех эмитентов, которые сохранили ликвидность и не прибегали к чрезмерной эмиссии в период роста.

Galaxy подчеркивает, что дальнейшая динамика будет зависеть от поведения биткоина и способности компаний адаптироваться к новой структуре рынка.

Напомним, по данным аналитиков CryptoQuant, компания Strategy готовится к медвежьему рынку.

Bacaan Terkait

Dari Kontrak Hingga Pembayaran Kripto: Sber Tunjukkan Skema Pembayaran Legal dengan Orang Asing

Sberbank berencana meluncurkan layanan pembayaran internasional dalam mata uang digital untuk bisnis melalui aplikasi SberBusiness paling lambat akhir 2026. Layanan ini akan memungkinkan perusahaan Rusia melakukan pembayaran kepada mitra asing menggunakan cryptocurrency sesuai dengan skema yang diatur oleh hukum baru "Tentang Mata Uang Digital dan Hak Digital" (UU No. 282-FZ), yang mulai berlaku 1 September 2026. Skema hukumnya adalah sebagai berikut: perusahaan menandatangani kontrak dengan mitra asing, kemudian menghubungi perantara berlisensi, mentransfer rubel kepada mereka, dan perantara membeli serta mengirimkan cryptocurrency ke penerima, sekaligus menyiapkan pelaporan untuk otoritas pengawas. Tujuan layanan ini adalah menyediakan saluran alternatif untuk transaksi perdagangan luar negeri, terutama di mana pembayaran bank tradisional terhambat oleh pembatasan sanksi. Sberbank bertujuan untuk mengintegrasikan pembayaran cryptocurrency ke dalam proses bisnis yang mapan agar klien tidak perlu memahami aspek teknisnya. Namun, ada risiko terkait sanksi. Pada musim panas 2026, Inggris telah memasukkan sejumlah bursa crypto terkait Rusia ke dalam daftar sanksi. Oleh karena itu, perantara berlisensi dalam rantai pembayaran ini sendiri dapat menjadi target sanksi sekunder, yang dapat memengaruhi keandalan skema keseluruhan. Kelangsungan layanan ini akan bergantung pada dinamika politik dan ketahanannya terhadap tekanan regulator di masa depan.

cryptonews.ru2j yang lalu

Dari Kontrak Hingga Pembayaran Kripto: Sber Tunjukkan Skema Pembayaran Legal dengan Orang Asing

cryptonews.ru2j yang lalu

Ekonom Terkenal Mengkritik Tajam Kebijakan Fed Terbaru: 'Mereka Bergerak ke Arah yang Salah'

Ekonom James E. Torn mengkritik kebijakan moneter ketat Federal Reserve (The Fed), dengan argumen bahwa kenaikan suku bunga mungkin tidak cukup untuk mengatasi akar penyebab tekanan inflasi saat ini. Menurut Torn, inflasi tinggi saat ini tidak hanya didorong oleh permintaan konsumen yang kuat, tetapi juga oleh faktor-faktor seperti biaya energi, kekurangan perumahan, dan gangguan rantai pasokan. Ia memperingatkan bahwa menaikkan suku bunga lebih lanjut justru dapat melemahkan kapasitas produktif ekonomi. Torn menyoroti penurunan data kuartalan pekerjaan penuh waktu sebagai tanda transformasi struktural, bukan semata-mata ekonomi yang "terlalu panas". Ia juga mencatat tekanan di sektor perumahan akibat kebijakan moneter ketat. Ia berpendapat pertumbuhan ekonomi AS baru-baru ini lebih disebabkan oleh dampak kebijakan penawaran dan siklus investasi jangka panjang (seperti di AI dan infrastruktur), bukan oleh kredit berlebihan. Menaikkan suku bunga lebih lanjut dapat menghambat pendanaan untuk investasi produktif ini. Torn menambahkan, guncangan penawaran (seperti harga minyak atau tarif) biasanya menyebabkan kenaikan harga satu kali, bukan proses inflasi yang terus-menerus. Pertanyaan utama bagi The Fed adalah apakah pengetatan moneter lebih lanjut bijaksana saat pekerjaan penuh waktu menurun dan sektor perumahan tertekan. Ia menyimpulkan bahwa kenaikan suku bunga baru mungkin bukan "pengendalian inflasi yang hati-hati", melainkan penekanan permintaan yang keliru karena menilai ekonomi yang mengalami kendala penawaran sebagai ekonomi yang terlalu panas.

cryptonews.ru4j yang lalu

Ekonom Terkenal Mengkritik Tajam Kebijakan Fed Terbaru: 'Mereka Bergerak ke Arah yang Salah'

cryptonews.ru4j yang lalu

Jangan Percaya, Periksa: Tautan Berbahaya dengan AI Membuka Realitas Mengerikan bagi Pekerja Industri Kripto

Kecerdasan Buatan (AI) generatif semakin maju, dan pekerja di industri aset digital serta ledger terdistribusi sering menggunakannya. Namun, kelompok ini juga menjadi target empuk bagi penjahat siber. Baru-baru ini, salah satu pendiri Refi Hub, Numa Lunah, mengaku "diretas" melalui tautan berbahaya yang dikirimkan oleh asisten AI Claude. Tautan tersebut tampak sah dan mengarah ke aplikasi transkripsi, tetapi ternyata adalah situs palsu yang berisi perangkat lunak berbahaya. Perangkat lunak itu langsung berjalan dan mencoba mencuri semua datanya. Meski Numa berhasil membersihkan laptopnya dan menginstal ulang sistem tanpa kebocoran informasi sensitif, ia menemukan file SKILL.md yang terinfeksi dalam cadangan data. File itu, yang terlihat seperti panduan penulisannya sendiri, berisi instruksi untuk secara diam-diam mengunduh ulang malware dan mencuri kredensialnya setiap kali AI memuat file tersebut. Kasus ini bukan yang pertama di mana model bahasa besar (LLM) memberikan respons berbahaya. Para ahli telah memperingatkan bahwa serangan kriptojacking telah berkembang dari peracunan SEO menjadi peracunan jawaban LLM. Serangan semacam ini berasal dari model AI seperti Gemini, Claude, Copilot, dan ChatGPT, termasuk tautan unduhan yang dikendalikan penyerang, penginstal palsu, serta kode sumber dan keterampilan agen yang terinfeksi. Bagi pekerja kripto, risikonya lebih besar karena mereka sering menyimpan data rahasia yang tidak dapat dicabut, seperti frase seed, file kunci, kunci API bursa, dan kredensial panel kontrol bursa terpusat (CEX). Intinya, kerentanan paling berbahaya mungkin adalah kepercayaan dan kemalasan manusia. Budaya keamanan perlu diubah dari sekadar mempercayai alat AI menjadi skeptisisme menyeluruh terhadap otomatisasi itu sendiri. Setiap saran dari AI harus diperlakukan sebagai potensi ancaman. Numa diselamatkan karena ia memeriksa setiap file pengaturan dan konfigurasi sebelum mengizinkan AI menyentuhnya. Sayangnya, kebanyakan pengguna AI modern cenderung tidak memverifikasi kembali informasi dari AI dan terlalu mempercayainya.

cryptonews.ru4j yang lalu

Jangan Percaya, Periksa: Tautan Berbahaya dengan AI Membuka Realitas Mengerikan bagi Pekerja Industri Kripto

cryptonews.ru4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片