Стейблкоины могут заменить государственные валюты — МВФ

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-02-04Terakhir diperbarui pada 2025-12-05

Международный валютный фонд (МВФ) опубликовал отчет о стейблкоинах, выразив опасения, что привязанные к фиатным валютам токены могут заменить обычные деньги в странах со слабой кредитно-денежной системой и помешать центральным банкам контролировать поток капитала.

МВФ предупредил, что из-за растущей популярности долларовых стейблкоинов и простоты их использования в международных денежных переводах, многие предприятия могут отказаться от местных валют в пользу стейблкоинов. Эти риски особенно повышаются в странах с высокой инфляцией и низким уровнем доверия населения к внутренней денежной политике.

По данным МВФ, рынок стейблкоинов стремительно растет. С 2023 года рыночная капитализация крупнейших стейблкоинов USDT и USDC утроилась, в совокупности достигнув около $260 млрд, тогда как объемы торгов этими стейблкоинами в 2024 году выросли до $23 трлн. Сейчас по использованию стейблкоинов лидирует Азия, хотя в Африке, на Ближнем Востоке и в Латинской Америке тоже высоки риски замещения валют стейблкоинами, отметили исследователи МВФ.

В отчете говорится, что при наличии нормативно-правовой базы для стейблкоинов, они могут составить серьезную конкуренцию традиционным банкам и привлечь еще больше пользователей, снизив стоимость платежей. Вместе с тем, стейблкоины несут в себе большие финансовые риски — если стоимость резервных активов для стейблкоинов снизится, эмитенты будут вынуждены распродавать свои резервы, что вызовет сильные волнения на рынке. МВФ заключил, что влияние стейблкоинов на мировую финансовую систему будет в значительной степени зависеть от согласованных действий регуляторов разных стран.

Ранее директор МВФ Кристалина Георгиева (Kristalina Georgieva) призвала центральные банки как можно скорее протестировать и запустить собственные цифровые валюты (CBDC), чтобы защититься от рисков стейблкоинов и частных криптовалют.

Bacaan Terkait

Transaksi Palsu, Situs Kloning, 1105 Video: Polymarket Menjadi Sasaran CFTC

Menurut laporan Bloomberg dan CNBC, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) sedang menyelidiki platform pasar prediksi Polymarket. Investigasi menyoroti dugaan praktik pemasaran menipu, termasuk video transaksi palsu, situs web kloning, dan promosi berbayar yang tidak diungkapkan. *The Wall Street Journal* mengungkap platform itu mempekerjakan pembuat konten, kebanyakan mahasiswa, untuk memposting 1.105 video yang menunjukkan perdagangan dan kemenangan simulasi, dengan total tayangan melebihi 140 juta. Video-video ini direkam di situs tiruan seperti "poiymarket.com". Kepala Pemasaran Polymarket, Matthew Modabber, juga diselidiki karena diduga menggunakan akun PayPal pribadi untuk mentransfer lebih dari $2,5 juta kepada lebih dari 800 orang, termasuk sekitar $350.000 kepada pembuat konten dan influencer politik yang tidak mengungkapkan hubungan bayaran tersebut. Kelompok konsumen NACA telah menggugat Polymarket atas praktik pemasaran yang menargetkan mahasiswa. Penyelidikan ini menjadi tantangan bagi CFTC, karena ketuanya, Michael Selig, adalah pendukung pasar prediksi. CFTC bahkan sedang menuntut beberapa negara bagian yang berusaha mengatur pasar ini sebagai perjudian. Polymarket sendiri baru kembali beroperasi di AS pada September 2025 setelah penyelesaian dengan CFTC pada 2022. Krisis ini diperparah dengan serangan peretasan pada 25 Juni yang mencuri sekitar $3,1 juta dari pengguna.

Foresight News52m yang lalu

Transaksi Palsu, Situs Kloning, 1105 Video: Polymarket Menjadi Sasaran CFTC

Foresight News52m yang lalu

Versi Nyata "Black Mirror" Pumpfun Go: 40 Yuan Jilat Toilet, Logo Tato di Dahi Seharga 14 Ribu Dolar

Platform Pumpfun Go, bagian dari ekosistem Pump.fun, memungkinkan pengguna mengirim dan menerima tugas anonim dengan imbalan kripto. Sejak diluncurkan Juni, platform ini telah memicu kontroversi karena berisi tugas-tugas ekstrem dan merendahkan martabat, seperti menjilat lantai toilet dengan bayaran sekitar Rp 400 ribu, memakan serangga hidup, atau menato logo di dahi dengan bayaran hingga $14.000. Tugas-tugas ini sering kali terkait promosi meme koin dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang putus asa secara finansial, dengan alasan "kami butuh uang". Meski platform melarang kekerasan dan diskriminasi, tugas yang bersifat menghina dan berisiko tetap marak. Fenomena ini mengingatkan pada film "Nerve" dan episode "Black Mirror", yang menggambarkan eksploitasi melalui tantangan daring. Pumpfun Go menuai kritik dari publik, termasuk politisi seperti Gubernur New York Kathy Hochul, yang mengecamnya sebagai "mimpi buruk dystopian". Namun, pendukung berargumen platform memberi peluang ekonomi bagi yang membutuhkan. Pump.fun sendiri belum merespons secara substansial, hanya membuka lowongan Chief Legal Officer. Intinya, Pumpfun Go mencerminkan ketimpangan sosial di mana kesenangan orang kaya dibayar dengan martabat orang miskin. Ini memicu pertanyaan etis tentang batasan eksploitasi di era digital dan harapan akan masa depan di mana kemajuan teknologi bisa menjamin kehidupan layak bagi semua, tanpa perlu mengorbankan harga diri.

Odaily星球日报58m yang lalu

Versi Nyata "Black Mirror" Pumpfun Go: 40 Yuan Jilat Toilet, Logo Tato di Dahi Seharga 14 Ribu Dolar

Odaily星球日报58m yang lalu

Trading

Spot
活动图片