The Surprising Purpose Of The GENIUS Act: Far Beyond Crypto Regulation, Says Expert

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-11-25Terakhir diperbarui pada 2025-11-25

Abstrak

When President Donald Trump signed the GENIUS Act into law this past July, it marked a significant moment in the...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

When President Donald Trump signed the GENIUS Act into law this past July, it marked a significant moment in the US legislative landscape, often heralded as the first comprehensive crypto bill aimed at fostering the growth and adoption of digital assets. 

However, a recent analysis raises questions about the true purpose of this legislation, suggesting that it may be more about managing government debt than regulating crypto.

Crypto As New Mechanism For Government Debt Demand?

Market expert and crypto author Shanaka Anslem recently took to social media platform X (formerly Twitter) to share his insights, asserting that while many believed the GENIUS Act was primarily focused on regulating cryptocurrencies, emerging data reveals a different narrative. 

He noted, “EVERYONE THOUGHT THE GENIUS ACT WAS ABOUT CRYPTO REGULATION. THE DATA JUST PROVED IT WAS SOMETHING ELSE ENTIRELY.”

The initial buzz surrounding the bill faded after just 48 hours, overshadowed by discussions of tech regulation and stablecoin rules. However, new statistics paint a starkly different picture of the bill’s implications. 

Embedded within the 47 pages of the legislation was a critical requirement: every dollar of stablecoin must be backed 100% by US Treasury bills, eliminating any alternatives, such as cash in banks or corporate bonds.

At the time the GENIUS Act was enacted, the stablecoin market cap stood at approximately $200 billion. Today, that figure has risen to roughly $309 billion, which can now be legally mandated for purchasing US government debt over just four months. 

According to Treasury Secretary Bessent’s official projections, this trend could lead to $3 trillion in purchases by 2030. 

Anslem noted that the implications of this requirement are profound: the government no longer has to seek out buyers for its debt, as the law creates an automatic buyer each time someone purchases a digital dollar. This essentially means that for every stablecoin created, a corresponding Treasury bill must be bought.

Shift In Regulatory Control?

Research from the Bank for International Settlements reveals that every $3.5 billion in stablecoin growth results in a 0.025% reduction in the government’s borrowing costs. 

The expert noted that when the market reaches the projected $3 trillion, this could save taxpayers approximately $114 billion annually, translating to about $900 in lower debt costs for each US household.

Bessent confirmed these findings last week, stating that increased stablecoin issuance means the Treasury does not need to enlarge its bond auctions. In effect, the government has found a new way to finance its spending without relying on traditional buyers.

This shift has not gone unnoticed, even by institutions once skeptical of cryptocurrencies. JPMorgan, for instance, which spent the last decade dismissing crypto as a fraud, announced last month that it would now accept Bitcoin as collateral. 

The crux of this transformation lies in the allocation of regulatory control from the Federal Reserve (Fed) to the Office of the Comptroller of the Currency (OCC), which now reports directly to the Treasury Secretary. Anslem concluded his analysis, stating:

The Treasury now controls who can create digital dollars. And the law requires those digital dollars to fund government debt. This is not monetary policy. This is legislative engineering of debt demand. And it’s been operational since July.​​​​​​​​​​​​​​​​

Crypto
The daily chart shows the total crypto market cap valuation at $3 trillion. Source: TOTAL on TradingView.com

Featured image from DALL-E, chart from TradingView.com 

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Ronaldo is a seasoned crypto enthusiast with over four years of experience in the field. He is passionate about exploring the vast and dynamic world of decentralized finance (DeFi) and its practical applications for achieving economic sovereignty. Ronaldo is constantly seeking to expand his knowledge and expertise in the DeFi space, as he believes it holds tremendous potential for transforming the traditional financial landscape.

Bacaan Terkait

Lima Tahun Investasi Terhenti, Mengapa Ethereum Tiba-tiba Meninggalkan Poseidon?

Pada 13 Agustus, peneliti Ethereum Justin Drake mengumumkan keputusan Ethereum Foundation untuk meninggalkan algoritma hash ramah-SNARK, Poseidon, di lapisan L1 dan beralih ke fungsi hash tradisional seperti SHA2 atau BLAKE2. Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam peta jalan kriptografi pasca-kuantum setelah delapan tahun penelitian dan investasi puluhan juta dolar. Poseidon, yang diluncurkan pada 2019, sebelumnya dianggap ideal untuk aplikasi seperti zkRollup dan zkVM karena efisiensinya dalam sirkuit SNARK. Namun, ketika keamanan pasca-kuantum menjadi persyaratan mutlak, keterbatasan Poseidon mulai terlihat. Perkembangan terbaru dalam desain SNARK, khususnya penggunaan bidang biner (binary field), kini memungkinkan fungsi hash tradisional bekerja seefisien Poseidon dalam sistem bukti nol-pengetahuan, dengan verifikasi mencapai sekitar 1 juta panggilan hash per detik di laptop. Alasan utama pergantian ini adalah percepatan ancaman kuantum. Laporan "The Quantum Threat to Blockchains - 2026" memperingatkan bahwa komputer kuantum dapat membahayakan aset blockchain triliunan dolar pada awal 2030-an. Selain itu, kemajuan AI dalam analisis kriptografi telah melemahkan beberapa skema pasca-kuantum berbasis kisi (lattice) dan isogeni, mendorong Ethereum bertaruh pada skema berbasis hash yang dianggap lebih tahan. Ethereum merencanakan peluncuran leanVM produksi pada 2027, diikuti penyebaran di lapisan konsensus, data, dan eksekusi pada 2028. LeanVM adalah mesin virtual bukti nol-pengetahuan minimalis inti untuk agregasi tanda tangan pasca-kuantum. Sementara itu, blockchain lain seperti Solana telah memilih skema tanda tangan pasca-kuantum Falcon yang distandardisasi NIST, sedangkan Starknet berencana mengadopsi BLAKE2. Dengan beralih ke SHA2/BLAKE2, Ethereum memilih primitif kriptografi yang lebih matang dan teruji secara luas untuk era pasca-kuantum, mengutamakan keamanan jangka panjang daripada efisiensi khusus SNARK.

marsbit1j yang lalu

Lima Tahun Investasi Terhenti, Mengapa Ethereum Tiba-tiba Meninggalkan Poseidon?

marsbit1j yang lalu

Programmer di Seluruh Dunia Memberikan Uang Gratis ke Anthropic! Akhirnya Resmi Turun Tangan

Anthropic merilis blog resmi berisi enam tips untuk menghemat biaya token saat menggunakan Claude Code. Intinya, mereka menyarankan: 1) Bersihkan percakapan (/clear) setelah satu tugas selesai; 2) Tentukan model dan tingkat usaha (/effort) di awal, karena mengubahnya akan menghapus cache dan membuat sejarah percakapan dihitung ulang dengan harga penuh; 3) Gunakan @ untuk menyertakan file langsung, ketimbang mengetikkan path; 4) Tambahkan parameter "quiet" pada perintah yang output-nya panjang agar tidak memenuhi konteks; 5) Lakukan kompresi (/compact) saat cache masih hangat (sebelum istirahat) agar biayanya hanya 10%; 6) Gunakan subagent untuk tugas dengan output besar agar prosesnya terisolasi. Biaya token dipengaruhi oleh model (Opus, Sonnet, Haiku) dan jumlah token. Output token 5x lebih mahal daripada input token karena proses dekodenya yang serial. Kunci penghematan terbesar adalah **prompt caching**: jika prefix permintaan sama dengan sebelumnya, biaya baca cache hanya 0.1x harga normal. Namun, cache bisa gagal jika ada perubahan model, tingkat usaha, mode cepat, kompresi, waktu kedaluwarsa, atau membuka sesi lama. Sejarah percakapan juga bisa membengkak (O(n²)) karena file dan output perintah yang dibaca/dijalankan Claude terus menumpuk. Tips lain: gunakan /rewind untuk membatalkan percakapan yang melenceng tanpa menghapus cache sebelumnya. Mengelola token dengan cerdas kini menjadi keterampilan penting bagi developer di era AI untuk bekerja lebih efisien dengan anggaran yang sama.

marsbit3j yang lalu

Programmer di Seluruh Dunia Memberikan Uang Gratis ke Anthropic! Akhirnya Resmi Turun Tangan

marsbit3j yang lalu

Robert Kiyosaki Menceritakan Ramalan Mentornya tentang Kemunculan Bitcoin dan AI

Pengusaha dan penulis "Rich Dad Poor Dad" Robert Kiyosaki membagikan pengaruh mentor Richard Buckminster Fuller terhadap pandangan dunianya. Kiyosaki menghubungkan prediksi teknologi Fuller puluhan tahun lalu dengan kemunculan Bitcoin dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Ia mengutip Fuller yang disebutnya meramalkan perubahan besar seperti Bitcoin dan bangkitnya AI. Dalam tulisannya, Kiyosaki lebih menekankan ajaran Fuller tentang tujuan hidup. Ia mengutip perkataan Fuller bahwa manusia "milik alam semesta" dan menemukan tujuan sejati dengan "mendedikasikan hidup untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain." Kiyosaki mengaku butuh waktu untuk memahami pesan ini, yang akhirnya mendorongnya beralih dari karier di bisnis musik (bekerja untuk band seperti The Police dan Iron Maiden) menciptakan permainan finansial Cashflow dan menulis buku larisnya. Kiyosaki juga mengulangi keyakinannya pada aset kripto. Ia dikenal sebagai pendukung Bitcoin dan Ethereum, yang dilihatnya sebagai pelindung kekayaan dari masalah sistem keuangan tradisional. Dia mengaku membeli Bitcoin saat investor lain panik. Prediksinya termasuk potensi keruntuhan pasar besar pada 2026, yang bisa menjadi peluang bagi investor yang siap dengan aset seperti Bitcoin, Ethereum, emas, dan perak. Dia pernah memprediksi Bitcoin bisa mencapai $750.000 dan Ethereum $95.000 di masa depan.

cryptonews.ru7j yang lalu

Robert Kiyosaki Menceritakan Ramalan Mentornya tentang Kemunculan Bitcoin dan AI

cryptonews.ru7j yang lalu

Trading

Spot
活动图片