Власти Гонконга стараются ускорить эволюцию криптовалютного сектора

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-09-12Terakhir diperbarui pada 2025-11-13

Гонконг усиливает интеграцию с мировыми крипторынками, разрешив лицензированным биржам делиться ордербуками с зарубежными партнерами. Решение Комиссии по ценным бумагам и фьючерсам (SFC) открывает доступ местным инвесторам к глобальной ликвидности и международным ценам. Регулятор признал, что закрытая система ограничивала развитие сектора, и теперь стремится создать прозрачную и гибкую инфраструктуру, способную конкурировать с другими финансовыми центрами. Новая политика стала результатом долгих консультаций с отраслью и нацелена на формирование устойчивой отрасли под надзором лицензированных платформ.

Параллельно Гонконг развивает систему лицензирования брокеров и кастодианов, чтобы охватить все ключевые звенья экосистемы. Власти считают, что четкие правила повышают доверие инвесторов и ускоряют приток международных участников. Однако чиновники признают: излишняя «регуляторная перфекция» может стать тормозом для инноваций, а излишне медленные процедуры лицензирования — лишить регион конкурентного преимущества. Поэтому SFC внедряет принципы гибкости, ориентируясь на быстро меняющиеся рыночные условия и запросы индустрии.

По словам представителей SFC, Гонконг готов внедрять инновации по модели «малые шаги — быстрые итерации». Власти планируют запуск ускорителя для тестирования реальных кейсов токенизации и внедрения деривативов на виртуальные активы. Главная цель — сохранить баланс между гибкостью и безопасностью, чтобы регион оставался одним из ведущих центров цифровых финансов в Азии.

На фоне дискуссий о будущем цифровых активов представители ОАЭ заявили о схожих приоритетах. Регулятор ADGM применяет традиционные финансовые принципы к крипторынку, делая ставку на стабильность и прозрачность. Обе юрисдикции движутся к стандартизации требований и международной совместимости. В центре внимания остаются токенизация, кросс-граничные потоки капитала и внедрение RegTech-решений для автоматизированного контроля.

Bacaan Terkait

Robert Kiyosaki Menceritakan Ramalan Mentornya tentang Kemunculan Bitcoin dan AI

Pengusaha dan penulis "Rich Dad Poor Dad" Robert Kiyosaki membagikan pengaruh mentor Richard Buckminster Fuller terhadap pandangan dunianya. Kiyosaki menghubungkan prediksi teknologi Fuller puluhan tahun lalu dengan kemunculan Bitcoin dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Ia mengutip Fuller yang disebutnya meramalkan perubahan besar seperti Bitcoin dan bangkitnya AI. Dalam tulisannya, Kiyosaki lebih menekankan ajaran Fuller tentang tujuan hidup. Ia mengutip perkataan Fuller bahwa manusia "milik alam semesta" dan menemukan tujuan sejati dengan "mendedikasikan hidup untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain." Kiyosaki mengaku butuh waktu untuk memahami pesan ini, yang akhirnya mendorongnya beralih dari karier di bisnis musik (bekerja untuk band seperti The Police dan Iron Maiden) menciptakan permainan finansial Cashflow dan menulis buku larisnya. Kiyosaki juga mengulangi keyakinannya pada aset kripto. Ia dikenal sebagai pendukung Bitcoin dan Ethereum, yang dilihatnya sebagai pelindung kekayaan dari masalah sistem keuangan tradisional. Dia mengaku membeli Bitcoin saat investor lain panik. Prediksinya termasuk potensi keruntuhan pasar besar pada 2026, yang bisa menjadi peluang bagi investor yang siap dengan aset seperti Bitcoin, Ethereum, emas, dan perak. Dia pernah memprediksi Bitcoin bisa mencapai $750.000 dan Ethereum $95.000 di masa depan.

cryptonews.ru3j yang lalu

Robert Kiyosaki Menceritakan Ramalan Mentornya tentang Kemunculan Bitcoin dan AI

cryptonews.ru3j yang lalu

CEO Etherealize Sebut Blockchain Tertutup Wall Street sebagai 'Perlombaan ke Bawah'

Pendiri dan CEO Etherealize, Vivek Raman, mengkritik minat Wall Street yang tumbuh terhadap blockchain tertutup atau *permissioned*. Dalam wawancara dengan CoinDesk, Raman menyatakan bahwa jaringan konsorsium semacam itu memecah likuiditas dan mengembalikan industri ke sistem terisolasi, yang justru ingin dihapus oleh teknologi blockchain. Gelombang baru proyek semacam ini disebutnya sebagai "perlombaan ke dasar". Menurut Raman, sirkuit tertutup tidak saling berinteraksi dan merusak dua keunggulan kunci teknologi blockchain: interoperabilitas sistem dan konsentrasi likuiditas. Etherealize mempromosikan Ethereum sebagai lapisan dasar terbuka untuk pelaku institusional. Raman bersikeras bahwa privasi dan pembatasan akses seharusnya dibangun di atas infrastruktur publik — pada tingkat aplikasi atau solusi Lapisan-2 — bukan dengan membuat banyak jaringan tertutup terpisah. Dia membandingkan Ethereum dengan HTTP sebagai fondasi, sedangkan lapisan tambahan dengan akses terbatas dan privasi seperti HTTPS. Contoh dari gelombang terbaru solusi "tertutup" ini adalah Canton Network dari Digital Asset, proyek Arc dari Circle, dan Tempo dari Stripe. Raman menyebut fenomena ini sebagai "rantai konsorsium 2.0," dan mengingatkan pada inisiatif antarbank R3 dan ekosistem perusahaan Hyperledger yang tidak berkembang, yang banyak dipromosikan sejak 2016. Raman menegaskan keyakinannya bahwa infrastruktur global dan terbuka (*permissionless*) diperlukan sebagai lapisan dasar. Dia juga mengingatkan bahwa pada Juni, dia menyatakan lembaga keuangan tradisional telah mulai mengadopsi solusi berbasis Ethereum ke dalam proses bisnis nyata.

cryptonews.ru3j yang lalu

CEO Etherealize Sebut Blockchain Tertutup Wall Street sebagai 'Perlombaan ke Bawah'

cryptonews.ru3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片