SBF Defends FTX: ‘We Had $8 Billion, Not Insolvency’

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-10-31Terakhir diperbarui pada 2025-10-31

Abstrak

Sam Bankman-Fried on Friday pushed back against the common view of FTX’s collapse, saying the exchange was not insolvent when...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Sam Bankman-Fried on Friday pushed back against the common view of FTX’s collapse, saying the exchange was not insolvent when it failed in November 2022.

According to a document posted on X on October 31, 2025, his team argues the company suffered a sudden liquidity run rather than a balance-sheet shortfall.

The filing claims there are roughly $14.6 billion in estate assets versus about $8 billion in customer claims.

Claims Of Solvency And Asset Totals

Bankman-Fried’s filing asserts that roughly $8 billion of customer liabilities never left the exchange’s estate. It says legal and advisory costs have been sizable — roughly $1 billion — but that large asset recoveries since 2022 mean creditors are in line for healthy payouts.

Reports have disclosed that 98% of creditors have already been repaid about 120% of their claims, and the filing projects final customer repayments could fall between 119% and 143%.

The document shifts blame in part to outside advisers and the emergency management team brought in after the collapse.

It names the law firm Sullivan & Cromwell and interim CEO John J. Ray III as having steered the bankruptcy process in ways that, the filing contends, made rescue or rapid resolution harder.

The tone is defensive, and the numbers are presented as evidence that the estate can cover claims.

Critics Challenge The Account

But not everyone accepts that account. Based on reports from on-chain investigators and others, critics say the figures don’t settle the key question: was FTX solvent at the moment customers tried to withdraw funds?

On-chain researcher ZachXBT and other analysts point out that the value of many recovered assets has risen since November 2022, and that using today’s prices to declare past solvency can mislead.

BTCUSD currently trading at $109,734. Chart: TradingView

The distinction between having assets that can eventually pay people and having liquid cash at the height of a run is at the center of the disagreement.

Investigators, court filings and prior testimony in criminal proceedings highlighted governance failures and risky ties with Alameda Research.

Those findings remain part of the public record and complicate any simple claim that the business was merely a victim of timing.

Legal observers also note that bankruptcy costs and litigation risk can meaningfully reduce what is ultimately available to customers.

What This Means For Customers And The Industry

For former customers, the most immediate question is how repayments are calculated. Reports have disclosed that some sums will be based on November 2022 valuations rather than current market prices.

That approach can leave users short if asset prices later climbed. Even if the estate yields payouts above 100% of claims, the timing and basis of those payments matter to actual recoveries.

If Bankman-Fried’s portrayal gains traction, it would reframe parts of the story from one of clear insolvency to a debate about timing, liquidity and post-collapse management.

Regulators and creditors are watching closely. The legal and financial aftermath of FTX’s failure is still unfolding, and competing narratives about responsibility and recovery will shape how similar collapses are handled in the future.

Featured image from Tom Williams/Getty Images, chart from TradingView

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Dari Mint hingga TapeOut: Panduan Pemula Pertama Kali ke TapeOut

**Judul: Dari Mint hingga Stream: Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Pemula di TapeOut** Artikel ini memberikan panduan langkah-demi-langkah bagi pemula untuk memulai di TapeOut, sebuah platform yang menggabungkan logika sirkuit dengan blockchain. Penulis menekankan pentingnya fokus pada **memahami fungsi** processor daripada langsung melihat harga. **Langkah Utama:** 1. **Persiapan:** Gunakan dompet terpisah berisi sedikit BNB untuk uji coba. 2. **Memilih Processor:** Pahami detil processor (nama, pembuat, suplai, dll) sebelum melakukan aksi. 3. **Mint Elemen:** Jika suplai masih ada, Anda dapat "Mint" elemen dasar (NAND atau LATCH) milik suatu processor dengan BNB. Lakukan dalam jumlah kecil, pelan, dan verifikasi dengan jelas. 4. **Pasar Order Book:** Jika suplai habis, Anda bisa beli/ jual elemen di pasar order book. Perhatikan **harga, volume, dan kondisi escrow** yang spesifik, bukan hanya harga terakhir yang tampil. 5. **Membuat Sirkuit:** Inti TapeOut ada di sini. Cobalah contoh sirkuit kecil di kanvas untuk memahami bagaimana elemen logika bekerja. 6. **Stream (Menyelesaikan Sirkuit):** Proses ini mengubah desain sirkuit menjadi "sirkuit on-chain" dengan mengkonsumsi elemen yang Anda miliki. Lakukan hanya pada contoh kecil dan pahami konsekuensinya. 7. **Memanggil Sirkuit:** Setelah di-stream, sirkuit dapat dipanggil dan dijalankan di blockchain, misalnya melalui BscScan, untuk memverifikasi fungsinya. 8. **Waspada:** Jangan salah pahami demo "BTC Miner on-chain" sebagai cara menghasilkan pendapatan. **Pesan Keamanan Kunci:** * Selalu tanyakan pada diri sendiri sebelum tanda tangan: Apakah saya di situs resmi? Apa yang saya tandatangani? Berapa jumlah yang dibayar? Apakah saya bisa menerima jika semuanya hilang? * Mulailah dengan risiko kecil, pahami setiap langkah, dan jangan hanya fokus pada perdagangan tanpa memahami produk dasarnya.

marsbit6m yang lalu

Dari Mint hingga TapeOut: Panduan Pemula Pertama Kali ke TapeOut

marsbit6m yang lalu

Paus Bitcoin Akhiri Penjualan, Akumulasi Lebih dari $2,7 Miliar dalam 60 Hari

Paus Bitcoin (whale) telah kembali ke sisi pembeli, memberikan sinyal potensial bahwa pasar kripto yang lesu selama berbulan-bulan mungkin akan mencapai titik terendahnya. Menurut data on-chain dari CryptoQuant, **pemegang besar (large holders) secara bersih mengakumulasi sekitar 43.000 BTC dalam 60 hari terakhir**, setara dengan sekitar $2,75 miliar pada harga saat ini. Akumulasi dimulai saat harga Bitcoin mendekati $60.000, menandai pergeseran dari penjualan berkelanjutan yang berlangsung selama berbulan-bulan. Data dari Glassnode juga menunjukkan bahwa **investor menengah (memegang 100-1.000 BTC) dan investor sangat besar (lebih dari 10.000 BTC) juga meningkatkan kecepatan pembelian**. Meski harga Bitcoin turun sekitar 50% dari puncak Oktober lalu dan berada di sekitar $64.000, masuknya modal institusional di tengah penarikan besar-besaran investor ritel dilihat sebagai sinyal positif. Analis Sean Rose dari Glassnode mencatat bahwa tren akumulasi ini **"jelas mengarah pada dimulainya kembali pembelian di semua tingkat kepemilikan sejak akhir Juli"**. Namun, tantangan makro tetap ada. ETF bertema kripto terus mengalami aliran keluar dana, dan perusahaan seperti Strategy telah beralih dari pembeli bersih menjadi penjual. Pasar juga ditandai oleh **partisipasi yang tidak memadai, kurangnya kepercayaan, dan suasana perdagangan yang lesu**. Meskipun akumulasi oleh paus dianggap sebagai indikator kontrarian yang kuat, para analis seperti Dessislava Ianeva dari Nexo menyoroti bahwa **"akumulasi paus di lingkungan volatilitas rendah tidak menjamin dimulainya kembali pasar bullish yang luas dan komprehensif. Pemulihan pasar yang sesungguhnya pertama-tama memerlukan dukungan lingkungan makroekonomi."** Dengan demikian, apakah sinyal akumulasi lokal ini dapat mengubah tren secara keseluruhan masih perlu ditunggu.

华尔街日报53m yang lalu

Paus Bitcoin Akhiri Penjualan, Akumulasi Lebih dari $2,7 Miliar dalam 60 Hari

华尔街日报53m yang lalu

Analis Wall Street Perkirakan Harga Saham SpaceX Akan Turun ke $75

Seorang analis Wall Street dari Phillip Securities, Glenn Tum, mempertahankan rekomendasi "Jual" untuk saham SpaceX dengan target harga $75 dalam 12 bulan ke depan, yang berarti potensi penurunan 46.6% dari harga saat ini ($140.50). Prediksi pesimistis ini didasarkan pada beban modal perusahaan yang besar, ketergantungan pada pelanggan layanan AI, dan kontrak layanan cloud yang bersifat sementara. Meski demikian, laporan laba Q2 2026 SpaceX menunjukkan kinerja kuat: pendapatan total melonjak 92% menjadi $7.8 miliar. Pendapatan dari layanan komunikasi naik 66% menjadi $4.3 miliar, didorong oleh pelanggan Starlink yang berlipat ganda menjadi 12 juta. Pendapatan dari segmen AI bahkan meroket 247% menjadi $2.6 miliar. Pandangan Phillip Securities berseberangan dengan mayoritas analis Wall Street. Survei TipRanks menunjukkan rata-rata target harga analis adalah $232.35, yang mengisyaratkan kenaikan 64%. Target tertinggi bahkan mencapai $800, terendah $75. Setelah penerbitan laporan keuangan, saham SpaceX (SPCX) sempat melonjak lebih dari 17% tetapi kemudian terkoreksi lebih dari 4%, mengikis kapitalisasi pasar menjadi $1.9 triliun. Analis menyimpulkan bahwa masa depan saham SpaceX bergantung pada kemampuan perusahaan mengamankan kontrak jangka panjang dengan pelanggan AI dan Starlink. Keberhasilan akan mendukung prediksi optimis, sedangkan kegagalan bisa membuat kenaikan baru-baru ini hanya bersifat sementara.

cryptonews.ru55m yang lalu

Analis Wall Street Perkirakan Harga Saham SpaceX Akan Turun ke $75

cryptonews.ru55m yang lalu

Trading

Spot
活动图片