Fed cuts rates by 25 bps, ends QT by December — Crypto eyes dovish turn

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-10-29Terakhir diperbarui pada 2025-10-29

Key Takeaways 

What did the Federal Reserve announce?

The Fed cut interest rates by 25 basis points to a target range of 3.75%–4.00%, marking its first reduction since 2023.

How could this affect crypto markets?

Lower rates and the end of QT could boost liquidity, which has historically been a tailwind for risk assets like Bitcoin.


The U.S. Federal Reserve cut interest rates by 25 basis points on Wednesday, setting a new target range of 3.75% to 4.00%. It’s the first rate reduction since 2023 and signals a clear pivot toward monetary easing.

In the same announcement, the Fed confirmed it will end quantitative tightening (QT) by 1 December, effectively halting its long-running balance sheet reduction program. 

This move marks a sharp shift from the central bank’s prior focus on curbing inflation through tighter liquidity.

According to the FOMC statement, policymakers acted in response to slowing inflation, softening labor conditions, and rising downside risks to employment. 

While officials noted that inflation remains above the 2% target, they stated that the “balance of risks” has now shifted in favor of supporting growth rather than restraining demand.

Markets react cautiously

The rate cut immediately drew attention from crypto traders, who often view Fed policy as a key driver of liquidity across digital assets. 

Bitcoin [BTC] held steady above $110,500 after the announcement, while Ethereum [ETH] hovered around $4,000. 

Market participants are now watching Fed Chair Jerome Powell’s press conference for further clues about whether this is the start of a longer easing cycle.

The Crypto Fear and Greed Index dropped to 39 (“Fear”), reflecting a more cautious market mood compared to last week’s neutral reading. 

Crypto market sentimentCrypto market sentiment

Source: CoinMarketCap

This suggests that investors remain wary despite the policy shift, waiting for stronger confirmation of a sustained dovish approach.

Powell tempers expectations for further cuts

During his post-meeting press conference, Fed Chair Jerome Powell stressed that Wednesday’s 25 bps rate cut is “not a preset course” toward continued easing. He said the move reflects a balanced approach as risks to employment rise and inflation stays “somewhat elevated.”

Powell also confirmed that the Fed will end quantitative tightening by 1 December after signs of tightening liquidity in money markets. 

Repo rates have climbed relative to policy benchmarks — a signal the Fed has drained enough reserves.

The remarks suggest the Fed aims to stabilize liquidity, not launch a full easing cycle, leaving traders cautious but optimistic about a dovish shift ahead.

Why it matters

A lower interest rate environment and the end of QT could inject fresh liquidity into global markets. 

Historically, such conditions have supported risk assets like Bitcoin, which tend to perform well when capital becomes cheaper and more abundant. 

A potential revival in ETF inflows and stablecoin demand is expected, as investors rebalance portfolios around a softer Fed stance.

However, the Fed’s reference to “elevated uncertainty” signals that volatility may persist. If Powell emphasizes caution during his remarks, markets could swing sharply before stabilizing.

For now, traders appear to be positioning for a gradual return to liquidity-driven growth—one that could reignite risk appetite across crypto if the Fed confirms this dovish shift in tone.

Share

Bacaan Terkait

OpenAI Meluncurkan Versi ChatGPT untuk Remaja

OpenAI telah meluncurkan versi ChatGPT terpisah untuk pengguna remaja di bawah 18 tahun. Produk ini dilengkapi dengan pengaturan keamanan yang diperkuat dan alat-alat edukasi, bertujuan mengurangi risiko bagi anak di bawah umur sekaligus mengatasi masalah kecurangan di sekolah. Fitur utama adalah "Mode Pembelajaran", yang memberikan petunjuk dan pertanyaan pemandu alih-alih jawaban jadi, mendorong remaja memahami topik sendiri. Sistem akan mengingatkan dan menawarkan beralih ke mode ini jika mendeteksi upaya menyontek. Orang tua dapat mengatur mode ini sebagai default dan memantau kemajuan belajar anak. Versi remaja ini secara default memiliki filter konten berbahaya dan tidak pantas. Orang tua mendapat alat kontrol termasuk notifikasi situasi berisiko, fungsi "jam tenang" untuk membatasi akses, dan pengelolaan pengaturan keamanan akun anak. OpenAI juga bermitra dengan CodeAI untuk membantu remaja memahami prinsip AI, menggunakannya dengan benar, dan bersikap kritis terhadap jawabannya. Peluncuran ini terjadi di tengah serangkaian gugatan hukum terkait kurangnya perlindungan bagi pengguna remaja di platform AI. ChatGPT, dengan 900 juta pengguna mingguan, sebelumnya belum memiliki mekanisme perlindungan khusus untuk remaja. Pertanyaan terbuka adalah seberapa efektif batasan baru ini, mengingat remaja sering kali kreatif dalam menghindari kontrol orang tua. Strategi OpenAI mengandalkan kombinasi penghalang teknis dan keterlibatan orang tua dalam pengawasan penggunaan AI oleh anak-anak.

cryptonews.ru1j yang lalu

OpenAI Meluncurkan Versi ChatGPT untuk Remaja

cryptonews.ru1j yang lalu

Analisis 13F 7 Dana Terbesar: Apa yang Dipikirkan Buffett, Duan Yongping, Li Lu, dan Dan Bin?

Analisis 13F Q2 2026: Strategi 7 Dana Top (Buffett, Duan Yongping, Li Lu, Dan Bin) Laporan 13F untuk kuartal kedua 2026 mengungkapkan pergerakan dana institusional besar. Warren Buffett (via Berkshire Hathaway) dan penerusnya, Greg Abel, melakukan pembelian bersih besar-besaran, dengan sorotan pada peningkatan signifikan di Alphabet (Google), mencerminkan pergeseran ke arah teknologi. Duquesne Family Office (Stanley Druckenmiller) melakukan rotasi dalam portofolio AI-nya, menjual beberapa saham semikonduktor untuk menambah eksposur ke TSMC, Amazon, dan kembali membeli saham China Baidu. Dua investor legendaris China, Duan Yongping (H&H International) dan Li Lu (Himalaya Capital), menunjukkan kesamaan: mengurangi sebagian saham teknologi yang telah naik tajam (seperti Nvidia) dan meningkatkan alokasi ke saham internet China, terutama Pinduoduo (PDD). Li Lu bahkan secara drastis membersihkan beberapa posisi di sektor keuangan dan energi. Cathie Wood (ARK Invest) agresif membeli SpaceX (SPCX) setelah IPO dan memperluas eksposur ke AI, energi nuklir, dan ilmu hayati. Sementara itu, Dan Bin (Oriental Harbor) melakukan perubahan radikal, hampir seluruh portofolionya dialihkan ke perangkat keras dan semikonduktor pendukung AI seperti Intel, Micron, dan AMD, sambil menjual saham seperti Apple dan Tesla. Konsensus utama: AI tetap menjadi tema sentral. Namun, terjadi pergeseran alokasi modal di sepanjang rantai nilainya, dari penjual "sekop" (perangkat keras/semikonduktor) menuju infrastruktur cloud dan potensi komersialisasi. Laporan ini memberikan gambaran tentang bagaimana investor top menilai tahap selanjutnya dari siklus AI.

Odaily星球日报1j yang lalu

Analisis 13F 7 Dana Terbesar: Apa yang Dipikirkan Buffett, Duan Yongping, Li Lu, dan Dan Bin?

Odaily星球日报1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片