Trade War Talks: US, China Signal Progress In Malaysia; Crypto Traders Take Notice

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-10-26Terakhir diperbarui pada 2025-10-27

Abstrak

The United States and China wrapped up talks in Kuala Lumpur that market players called a welcome step toward cooling...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The United States and China wrapped up talks in Kuala Lumpur that market players called a welcome step toward cooling trade war tensions.

According to Reuters, senior negotiators met on the sidelines of the ASEAN summit as they try to head off a deeper fight over export controls and tariffs.

Trade War Talks Yield Preliminary Framework

Based on reports, negotiators outlined a preliminary framework aimed at easing points of friction ahead of a planned summit between US President Donald Trump and Chinese President Xi Jinping.

The Financial Times reported that Treasury Secretary Scott Bessent described the understanding as a “very positive” framework covering export controls, shipping tariffs and agricultural trade.

A separate report said the discussions have tentatively removed the near-term threat of an all-out tariff move that had worried markets.

Officials reportedly reached agreements designed to avert the imposition of 100% tariffs that had been threatened, though final approvals still require domestic review.

Delegates from both countries met in Malaysia during the wider ASEAN meetings, giving negotiators a neutral venue and a built-in audience of regional leaders.

The talks were scheduled to coincide with the ASEAN summit and stressed they were meant to preserve the momentum toward the leaders’ meeting next week.

Total crypto market cap currently at $3.8 trillion. Chart: TradingView

Crypto Markets Respond Quickly

Markets reacted within hours. Based on CoinDesk reporting, Bitcoin briefly rose above $113,000 as traders bought risk assets on the positive headlines, but volatility followed and large leveraged positions were cleared — over $657 million worth, split roughly evenly between long and short bets.

Why It Matters For Risk Assets

When geopolitical risk eases, some investors move back into stocks and crypto. That shift can increase demand and push prices up, at least for a while.

But this is not a done deal. The framework is an early step. Agreement language must be turned into firm actions and then approved by leaders and regulators. Markets may cheer now, and then test the news again as details emerge.

Outlook And Remaining Questions

Reports have disclosed several open points: exact terms on export controls, the timing of any tariff rollbacks, and what enforcement will look like.

Even with positive signals, macro drivers like interest rates and inflation will still shape whether crypto sees a lasting recovery or just a short-lived bounce.

Featured image from Getty Images, chart from TradingView

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Trader Terkemuka Berbicara Setelah Kenaikan: 'Bitcoin Butuh Level Lain untuk Pertumbuhan Lebih Lanjut'

Setelah periode tenang yang panjang, pasar kripto menunjukkan tren naik yang kuat. Bitcoin (BTC) sempat naik di atas $69.000, naik sekitar 5.7% dalam 24 jam terakhir, sementara Ethereum (ETH) melampaui $2.100 dengan kenaikan hampir 8.8%. Kapitalisasi pasar total kripto juga tumbuh 4.7% menjadi sekitar $2.4 triliun. Pemulihan cepat ini menimbulkan spekulasi bahwa pasar bearish Bitcoin mungkin akan segera berakhir. Trader terkenal Killa, yang dikenal dengan prediksi akuratnya tentang penurunan harga Bitcoin, menyatakan bahwa BTC mulai pulih dari titik terendahnya. Dia memperingatkan bahwa investor bisa kehilangan rally berikutnya jika menunggu "dasar yang sempurna". Target jangka panjang Killa untuk Bitcoin tetap di atas $150.000, dan dia berpendapat siklus empat tahunan tradisional Bitcoin mungkin berubah di masa depan. Killa menekankan bahwa level kritis Bitcoin berada di sekitar rata-rata pergerakan 200-hari sebesar $69.500. Menurutnya, jika BTC mampu bertahan di atas level ini, hal itu bisa menjadi konfirmasi penting bahwa pasar telah kembali memasuki fase bull. Pernyataan dari lembaga seperti Bitwise juga mendukung optimisme pasar. Matt Hougan, CIO Bitwise, mencatat bahwa aset penghasil pendapatan di blockchain mulai dinilai kembali, dan beberapa protokol yang menghasilkan pendapatan riil mungkin melihat peningkatan valuasi pasar. Laporan Bitwise Europe pada Agustus menunjukkan tanda-tanda kembalinya permintaan institusional, didukung oleh arus masuk ke ETP, kepemilikan Bitcoin jangka panjang yang tinggi, dan stabilnya permintaan dari perusahaan yang menambahkan kripto ke neraca mereka. Hougan menambahkan bahwa Bitcoin semakin "kebal" terhadap berita negatif, dan pasar bearish saat ini mungkin akan segera berakhir. Dia juga memperkirakan bahwa aliran modal ratusan miliar dolar ke sektor kripto mungkin terjadi jika hanya 1-2% aset dari bank besar dialokasikan ke aset digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru23m yang lalu

Trader Terkemuka Berbicara Setelah Kenaikan: 'Bitcoin Butuh Level Lain untuk Pertumbuhan Lebih Lanjut'

cryptonews.ru23m yang lalu

Apa yang Dapat Diharapkan dari Harga Bitcoin Setelah Kenaikan Tajam Hari Ini? Masih Ada Satu Rintangan Lagi yang Harus Diatasi!

Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan tajam setelah Departemen Keuangan AS memperluas dukungan likuiditas untuk pasar obligasi jangka panjang, memicu salah satu likuidasi posisi short terbesar sejak Oktober 2020. Analis Michael Nadeau mencatat, lonjakan ini terjadi tak lama setelah pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai operasi pembelian obligasi jangka panjang mulai September. Langkah ini disebut sebagai bentuk "pelonggaran kuantitatif terbatas" kedua dalam beberapa pekan terakhir untuk meredakan tekanan pada obligasi jangka panjang. Nadeau menyatakan bahwa emas bereaksi lebih dulu terhadap perubahan makroekonomi ini, diikuti oleh Bitcoin. Namun, sebagian besar pergerakan harga Bitcoin didorong oleh likuidasi posisi short dan perubahan posisi pasar, bukan oleh permintaan spot baru yang berkelanjutan. Saat Bitcoin mendekati kisaran $68.000-$69.000, beberapa level teknis kritis menjadi fokus: $68.500 (biaya rata-rata untuk investor jangka pendek), $68.800 (rata-rata bergerak 21-minggu), dan $69.100 (rata-rata bergerak 200-hari). Pergerakan harga saat ini dianggap krusial untuk menentukan apakah tren naik akan berlanjut. Pertanyaan kunci, menurut Nadeau, adalah apakah akan muncul permintaan berkelanjutan yang mampu menopang tren kenaikan. Jika Bitcoin berhasil menembus dan mengubah level resistensi kritis antara $68.500 dan $69.100 menjadi level dukungan, hal ini dapat membuka jalan bagi rally bullish baru untuk BTC. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru1j yang lalu

Apa yang Dapat Diharapkan dari Harga Bitcoin Setelah Kenaikan Tajam Hari Ini? Masih Ada Satu Rintangan Lagi yang Harus Diatasi!

cryptonews.ru1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片