Walmart Embraces XRP? OnePay Payment Service Ushers In A New Beginning

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-10-21Terakhir diperbarui pada 2025-10-21

Abstrak

A post shared by Chad Steingraber on X claims that Walmart’s financial technology arm, OnePay, is preparing to add RLUSD...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

A post shared by Chad Steingraber on X claims that Walmart’s financial technology arm, OnePay, is preparing to add RLUSD payments on the XRP Ledger, through a partnership with ZeroHash, a licensed digital asset company based in Chicago that provides crypto infrastructure for payment platforms. The plan connects Walmart’s growing payment system with the XRP Ledger, where stablecoin Ripple USD (RLUSD) is now supported. The partnership points to Walmart’s growing link with Ripple as part of its future in digital finance and could help OnePay bring blockchain payments into everyday use. 

Walmart’s OnePay Expands Into Crypto With ZeroHash Partnership

According to the details shared by Chad Steingraber on X, OnePay, the fintech company majority-owned by Walmart, will soon add cryptocurrency trading and custody to its mobile app. Through this setup, OnePay users will be able to manage their digital assets securely inside the app, just as they do with regular banking tools.

OnePay, founded by Walmart and Ribbit Capital in 2021, already offers a range of financial tools, including savings accounts, credit and debit cards, buy-now-pay-later options, and mobile plans. OnePay has been gradually expanding its digital services to create what it calls an “everything app” for personal finance. Adding crypto capabilities now places OnePay closer to that goal and may connect Walmart customers to XRP-based payments in the near future.

By partnering with ZeroHash, OnePay is stepping into a wider financial network that includes direct links to the XRP ecosystem. It could help Walmart reach millions of users who want a simple way to use digital assets. 

ZeroHash Integrates Ripple USD (RLUSD) On XRP Ledger

Documents shared with Steingraber’s post on X show that ZeroHash has launched support for Ripple USD (RLUSD) on the XRP Ledger. The release, dated February 3, 2025, confirms that users can buy, sell, deposit, and withdraw RLUSD, including for users in New York. The same update lists RLUSD as a stablecoin available on both the XRP and Ethereum networks, though the focus is clearly on XRP for OnePay’s system.

Ripple USD (RLUSD) works as a stable digital dollar built on the XRP Ledger. It is suitable for regular financial use as it supports fast and low-cost payments and maintains a steady value. ZeroHash LLC and ZeroHash Liquidity Services LLC are licensed by the New York State Department of Financial Services to offer virtual currency services, allowing them to provide crypto transactions and custody for platforms like OnePay safely.

With OnePay powered by ZeroHash and RLUSD supported on XRP, the connection between Walmart and the Ripple ecosystem is now clear. The information shared by Chad Steingraber shows that Walmart is entering a new phase in digital finance, one where major retail companies begin applying blockchain technology to real payment systems. 

 

XRP price chart from Tradingview.com (RLUSD)
Price struggles to hold support | Source: XRPUSDT on Tradingview.com
Featured image created with Dall.E, chart from Tradingview.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

I'm Sandra White, a writer at Bitcoinist, and I provide the latest updates on the world of cryptocurrencies. I believe crypto a gateway to a new order and I have made it my life's mission to help educate as much people as possible. When I'm not at work, I love listening to music, learning new things, and dream of traveling around the world.

Bacaan Terkait

Pesta Triliunan Penjual Memori, Laba Pembeli Memori Tergilas

**Ringkasan: Pesta Triliunan Penjual Memori, Laba Pembeli Terpangkas** Pada 26 Mei, dua peristiwa kontras terjadi: laba bersih disesuaikan Xiaomi anjlok 43,1%, sementara saham Micron melonjak 19% dan valuasinya menembus US$1 triliun. Micron mendapat revaluasi besar dari analis seperti UBS dan JP Morgan, yang berargumen bahwa perjanjian jangka panjang (LTA) dengan raksasa cloud untuk suplai chip AI (seperti HBM dan DDR5) dapat menghilangkan siklus volatilitas industri memori. Mereka memperkirakan valuasi bergeser dari saham siklus menjadi seperti utilitas. Namun, peningkatan tajam harga memori ini menyakiti pembeli seperti Xiaomi. Biaya memori untuk satu ponsel naik sekitar 1.500 yuan, memaksa Xiaomi mengurangi model entry-level. Pasar memori kini terpecah: lapisan AI (HBM, server) sangat ketat dengan kontrak jangka panjang; lapisan ponsel/ponsel pintar menghadapi kenaikan harga paksa karena kapasitas dialihkan ke AI; sementara lapisan ritel PC (DDR5, SSD) justru turun karena penjualan persediaan. Meski narasi "siklus super" kuat, artikel mempertanyakan ketahanan LTA jika permintaan AI melambat. Ekspansi kapasitas besar-besaran oleh Micron dan lainnya berisiko menciptakan kelebihan suplai di masa depan. Keuntungan Micron saat ini didorong terutama oleh kenaikan harga, bukan volume, menjadikannya rentan jika siklus berbalik. Artikel mengingatkan bahwa menggunakan laba puncak siklus untuk valuasi bisa menjadi jebakan klasik.

marsbit36m yang lalu

Pesta Triliunan Penjual Memori, Laba Pembeli Memori Tergilas

marsbit36m yang lalu

Para Dewa Saham Generasi Ini yang Berkecimpung di Pasar AS Sudah Tidak Lagi Melihat Laporan Keuangan

Para dewa saham baru di AS tahun 2026 tidak lagi melihat laporan keuangan. Mereka fokus pada "penargetan rantai pasokan" dan saham mikrokapitalisasi yang diabaikan oleh analis Wall Street. Figur seperti Leopold Aschenbrenner, yang mengubah $200 juta menjadi $14 miliar, dan Serenity dari forum Reddit WallStreetBets (WSB), menjadi simbol tren ini. Serenity, misalnya, berhasil memprediksi kenaikan saham AXTI dari $15 menjadi mendekati $150 dengan menganalisis posisi monopoli perusahaannya di bahan substrat fosfor indium untuk industri AI. Budaya ini berkembang dari WSB ke platform seperti X (Twitter) dan Substack. Akun-akun seperti KawzInvests, PhotonCap, dan u/imacompnerd (yang sukses dengan saham DOCN DigitalOcean) mewakili generasi baru investor. Mereka tidak menganalisis laporan keuangan klasik, tetapi mendalami siklus sertifikasi pelanggan, detail rute teknologi, dan titik kritis dalam rantai pasokan industri yang sedang berkembang pesat, terutama AI. Mereka mencari perusahaan kecil yang kurang diliput, namun memegang peran kunci di hulu industri besar. Saham mikrokap ini menarik bagi trader retail karena likuiditasnya yang rendah membuat sulit bagi lembaga keuangan besar untuk masuk, menciptakan peluang "alfa". Namun, pendekatan ini juga mirip dengan ekonomi perhatian (attention economy), di mana narasi kuat dapat mendorong harga sebelum fundamental terbukti, dan berisiko mengalami kerumunan saat keluar. Intinya, tren ini mencerminkan pergeseran dari investasi nilai ala Buffett menuju analisis tematik dan industri yang mendalam, didorong oleh komunitas online dan disiplin baru dalam menemukan aset yang kurang diperhatikan di tengah demam AI.

marsbit39m yang lalu

Para Dewa Saham Generasi Ini yang Berkecimpung di Pasar AS Sudah Tidak Lagi Melihat Laporan Keuangan

marsbit39m yang lalu

Pesta Triliunan Penjual Memori, Laba Pembeli Memori Terpotong Separuh

**Ringkasan: Pesta Triliunan Penjual Memori, Laba Pembeli Memori Anjlok** Pada 26 Mei, dua peristiwa kontras terjadi. Xiaomi merilis laporan keuangan Q1 2026 dengan laba turun drastis. Presidennya, Lu Weibing, menyalahkan kenaikan harga memori hampir 4x yang menambah biaya sekitar 1500 RMB per ponsel. Di sisi lain, Micron Technology melonjak 19%, valuasinya tembus $1 triliun, didorong laporan analis bullish dari berbagai bank seperti UBS dan Citi. Narasi utama di balik kenaikan Micron adalah **AI** dan munculnya **Perjanjian Jangka Panjang (LTA)**. Vendor cloud besar seperti Microsoft dan Google dikabarkan menandatangani kontrak 3-5 tahun untuk mengunci pasokan HBM dan DDR5, lengkap dengan uang muka. Ini diklaim dapat mengurangi siklus boom-and-bust tradisional industri memori, dan mengubah valuasi perusahaan dari saham siklus menjadi mirip utilitas infrastruktur. Namun, pasar memori saat ini sangat terfragmentasi: 1. **Memori AI (HBM, DDR5 server)**: Kelangkaan ekstrem, harga meroket, LTA berlaku. 2. **Memori ponsel**: Juga naik tajam, memeras margin produsen seperti Xiaomi yang terpaksa menyerap biaya. 3. **Memori PC ritel**: Justru mengalami koreksi harga karena penjualan inventaris. Kesenjangan ini mencerminkan prioritas produsen memori: mengalihkan kapasitas ke segmen AI yang lebih menguntungkan. Pertumbuhan pendapatan Micron saat ini lebih didorong kenaikan harga (ASP) daripada volume penjualan. Pertanyaan kritis: **Apakah LTA benar-benar dapat menghilangkan siklus?** Optimisme bergantung pada permintaan AI yang terus meledak. Jika pertumbuhan belanja modal AI melambat, dan kapasitas baru dari ekspansi agresif Micron & pesaing mulai beroperasi, keseimbangan pasokan-permintaan bisa berbalik dengan cepat. Sejarah pasar komoditas menunjukkan kontrak jangka panjang paling rentan justru saat paling dibutuhkan. Saat seluruh Wall Street berseru "kali ini berbeda," ada baiknya mengingat pelajaran dari gelembung masa lalu, seperti Cisco di era dot-com. Pesta mungkin masih berlanjut, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan.

链捕手45m yang lalu

Pesta Triliunan Penjual Memori, Laba Pembeli Memori Terpotong Separuh

链捕手45m yang lalu

Pembodohan GPT-5.5 Terbongkar, Dokumen Resmi OpenAI Akui

**Intisari: GPT-5.5 Ketahuan 'Bodoh Tiba-tiba', Dokumen OpenAI Akui Penggantian Model Diam-diam** Pengguna melaporkan ChatGPT dengan mode "GPT-5.5 Extended Thinking" tiba-tiba menjadi lebih lamban dan kurang akurat setelah digunakan beberapa jam, meski label model di antarmuka tetap sama. Kecurigaan bahwa model yang lebih canggih diam-diam diganti dengan versi yang lebih sederhana (seperti 'mini') dikonfirmasi oleh dokumen bantuan resmi OpenAI. Dokumen tersebut menyatakan bahwa untuk pengguna ChatGPT Plus, setelah 160 permintaan dalam 3 jam, sistem akan *secara diam-diam* beralih ke model mini hingga kuota reset. Tidak ada pemberitahuan atau perubahan label. Pengguna Pro juga melaporkan mode 'Heavy Thinking' mereka mengalami degradasi atau pembatasan kapasitas saat beban server tinggi, juga tanpa peringatan. Bukti lain muncul dari pengujian pengembang: ketika ditanya tanggal cutoff data pelatihan, model yang seharusnya GPT-5.5 Thinking menjawab dengan tanggal yang cocok untuk versi Instant, mengindikasikan pergantian. Insiden serupa dengan trace command juga pernah terjadi pada GPT-5.3 Codex awal tahun ini, di mana model yang diminta tidak sesuai dengan yang dilayani. Keluhan tentang penurunan kualitas (atau "lobotomisasi") telah menyertai setiap rilis besar OpenAI sejak GPT-5. Meski status laporan sering ditandai "terselesaikan", keluhan baru terus bermunculan. Analis menduga praktik ini didorong oleh tekanan biaya komputasi. Ironisnya, sementara pengguna GPT-5.5 berjuang dengan pengalaman yang tidak konsisten, GPT-5.6 sudah terlihat dalam log internal dan diprediksi rilis pada Juni.

marsbit1j yang lalu

Pembodohan GPT-5.5 Terbongkar, Dokumen Resmi OpenAI Akui

marsbit1j yang lalu

Perusahaan DAT yang Dimasukkan ke Indeks Russell, Tidak Bisa Menyelamatkan Ethereum

Penulis: Eric, Foresight News FTSE Russell telah merilis daftar awal untuk Indeks Russell 3000 2026, mencakup beberapa saham terkait kripto seperti CoreWeave (CRWV), Iren Limited (IREN), Galaxy Digital Holdings (GLXY), serta perusahaan DAT (Digital Asset Treasury) Ethereum BitMine (BMNR), Sharplink (SBET), dan perusahaan DAT SOL Forward Industries (FWDI). Jika tidak ada perubahan hingga 29 Juni, dana pasif miliaran dolar yang melacak indeks Russell akan mengalokasikan aset ke saham-saham ini, terlepas dari sikap pribadi manajer investasi terhadap kripto. Ini berita baik bagi investor saham kripto, tetapi belum tentu untuk aset kripto itu sendiri. Penambahan ke indeks Russell biasanya mendorong kenaikan harga saham jangka pendek karena pembelian wajib oleh dana pasif. Bagi perusahaan DAT, kenaikan harga saham dapat memudahkan penerbitan saham baru untuk membeli lebih banyak aset kripto. Namun, aliran dana ini mungkin tidak langsung mendukung harga ETH. David Hoffman, pendiri Bankless, baru-baru ini menjual seluruh kepemilikannya di ETH, bukan karena pesimis terhadap jaringan Ethereum, tetapi karena mempertanyakan narasi "ETH sebagai mata uang". Ia berpendapat bahwa Ethereum adalah infrastruktur publik yang memberikan ruang blokir aman dengan biaya rendah, sehingga kesuksesan jaringan tidak sepenuhnya tercermin pada harga ETH. Nilai banyak ditangkap oleh lapisan aplikasi dan L2, sementara ETH hanya mendapat porsi kecil. Meski BitMine telah membeli 3,6–3,7 juta ETH dalam 9 bulan terakhir, harga ETH turun hampir 60% dari rekor tertingginya. Integrasi keuangan tradisional dan aset digital melalui indeks Russell adalah tonggak penting, tetapi bagi DAT, masuknya dana tidak serta-merta menguntungkan aset kripto dasar. Narasi nilai token perlu diperbarui di luar logika pendapatan jaringan dan buyback.

marsbit1j yang lalu

Perusahaan DAT yang Dimasukkan ke Indeks Russell, Tidak Bisa Menyelamatkan Ethereum

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片