XRP Price Is Trapped Under A Bearish Structure, What Happens If It Doesn’t Break $2.5

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-10-20Terakhir diperbarui pada 2025-10-20

Abstrak

The XRP price looks to be on the verge of another breakdown that could send it spiraling to new multi-month...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The XRP price looks to be on the verge of another breakdown that could send it spiraling to new multi-month lows. This comes after a failure to hold the support at $2.5 and the subsequent decline that has put it on a rather bearish path. If this bearishness continues, then it is more likely that the XRP price will end up retesting the $2.1 level soon, and a total failure would lead to a crash that could rival that of 2020, triggered by the SEC lawsuit.

Bears Have Trapped The XRP Price

In an analysis, crypto analyst Lingrid revealed that the XRP price is now under a lot of bearish pressure. The first sign of this is that the altcoin’s price has continued to decline within a well-defined downward channel, and this comes after the price was rejected near the resistance trendline below $2.44.

A direct result of this is that the XRP price is still seeing lower highs and lower lows, which is indicative that the sellers are still very much in control of the price. At this juncture, the analyst explains that the XRP price is currently still trapped under bearish pressure due to this.

From here, there are now a lot of things that could happen for the price. The first of these is that it continues to decline, eventually moving as low as $2.1. This would be where the next major support is for the price, and in this case, the price would have to maintain $2.1 and bounce if there is to be a recovery.

On the flip side, if bulls want to invalidate the bearish thesis, then they would have to get the price above $2.5. If the XRP price is able to break through this major resistance with momentum, then there could be a turn in the tide for the digital asset.

XRP Price
Source: TradingView.com

Factors To Watch Out For

Lingrid also highlights a number of factors that could set the XRP price up for another run. The first of these has to do with the Bitcoin price, which categorically controls the broader crypto market. If the Bitcoin price were to move, then it could take the XRP price with it and invalidate the bears.

Next on the list is for the XRP price to break above $2.45. In this case, the breakout would set it on the path toward $2.8, marking an over 10% increase from the breakout point. This also plays into the analysis of bulls maintaining support before a decline to $2.1.

Last but not least is the fact that there would be some unexpected news in the market. This could have to do with regulatory issues or liquidity events that end up throwing the short-term technical flows off balance, while the market figures out the next direction.

XRP price chart from TradingView.com
Price continues to grind upwards | Source: XRPUSDT on TradingView.com
Featured image from Dall.E, chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Paus Menerbitkan Ensiklik Pertama tentang AI: 40 Ribu Kata dengan 10 Pandangan Inti, Kecemasan AI Dijelaskan Secara Tuntas

Pada 15 Mei 2026, Paus Leo XIV menerbitkan ensiklik berjudul *Magnifica Humanitas*, yang pertama dalam sejarah Gereja Katolik yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI). Dokumen setebal 40.000 kata ini membahas dampak AI yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan sistem pengambilan keputusan, memengaruhi berbagai bidang seperti pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan informasi. Ensiklik menyoroti sepuluh poin utama: (1) AI bukan musuh, tetapi telah tertanam dalam proses keputusan; (2) Kekuasaan teknologi kini banyak dipegang oleh perusahaan swasta; (3) Bahkan pengembang pun tidak sepenuhnya memahami cara kerja AI; (4) AI tidak boleh disamakan dengan kecerdasan atau subjek moral manusia; (5) Keputusan AI di bidang sensitif seperti pekerjaan dan hukum memerlukan transparansi dan pengawasan; (6) Sumber daya AI harus melayani kepentingan bersama, bukan hanya segelintir orang; (7) AI memperbesar penyebaran informasi palsu; (8) Pendidikan AI harus melatih pemikiran kritis, bukan hanya penggunaan alat; (9) AI mengubah tenaga kerja, tetapi pekerjaan juga tentang pengembangan diri; (10) Keputusan hidup dan mati yang tidak dapat diubah tidak boleh diserahkan kepada AI. Intinya, ensiklik menekankan bahwa teknologi tidak netral. Nilai dan kepentingan mereka yang mengembangkan dan mengendalikan AI membentuk bagaimana teknologi ini memengaruhi masyarakat. Tantangan terbesar AI bukanlah teknis, tetapi antropologis: AI dapat meniru hubungan, kreativitas, dan penilaian manusia, tetapi tidak dapat memikul tanggung jawab, kehendak, atau konsekuensi yang sebenarnya. Dokumen ini mengajak refleksi untuk mendefinisikan kembali makna menjadi manusia di era di mana mesin semakin mampu meniru hal-hal yang dianggap unik bagi manusia.

marsbit2m yang lalu

Paus Menerbitkan Ensiklik Pertama tentang AI: 40 Ribu Kata dengan 10 Pandangan Inti, Kecemasan AI Dijelaskan Secara Tuntas

marsbit2m yang lalu

Serenity, 'Pemimpin Komunitas' Ritel vs Leopold, Dewa Saham Baru: Bagaimana Dua Pemburu Top Ini Menggali Kekayaan dari 'Batas Fisik' AI?

Penulis: Jae, PANews Setelah logika investasi sederhana seperti membeli Nvidia kehilangan daya tariknya, uang cerdas kini beralih ke fondasi fisik di balik operasi AI. Dua figur dengan gaya berbeda menjadi sorotan: **Serenity**, trader anonim dengan avatar anime di platform X yang mengklaim pernah menolak tawaran kerja dari Nvidia dan menerbitkan makalah di Nature, serta **Leopold Aschenbrenner**, mantan peneliti OpenAI berusia 24 tahun yang kini mengelola dana lindung nilai senilai miliaran dolar. **Strategi Serenity: Teori "Daun Shiso" dan Pencarian "Titik Sumbatan"** Serenity, dengan akun @aleabitoreddit, terkenal berkat analisis mendalamnya tentang rantai pasokan AI level terendah. Ia menggunakan analogi "Daun Shiso" – komponen kecil yang tak tergantikan dalam hidangan mewah – untuk mengidentifikasi perusahaan mikro dengan monopoli teknologi di titik kritis tertentu, seperti bahan substrat untuk modul optik. Metodenya melibatkan studi mendalam makalah ilmiah, pemetaan rantai pasokan, dan pengujian dengan AI. Fokusnya adalah pada teknologi CPO dan material tingkat molekuler, menghasilkan rekomendasi saham seperti AXTI (naik 6x) dan perusahaan bahan kimia Jepang NCI. **Strategi Leopold: Arbitrase Infrastruktur dan Batasan Fisik** Leopold, melalui dana Situational Awareness LP, menerapkan strategi **arbitrase infrastruktur**. Ia yakin hambatan utama menuju AGI adalah sumber daya fisik seperti listrik, lahan, dan pusat data, bukan hanya chip. Portofolionya sangat terkonsentrasi: **posisi panjang besar** pada penyedia penyimpanan (SanDisk) dan cloud komputasi (CoreWeave), serta **posisi pendek masif** (melalui opsi put) terhadap raksasa semikonduktor seperti Nvidia, TSMC, dan ASML. Ia berargumen valuasi chip telah melampaui kecepatan pembangunan infrastruktur pendukungnya. Ia juga berinvestasi besar pada perusahaan penambangan Bitcoin, yang dilihatnya sebagai alternatif pusat daya komputasi AI yang terdiskonto. **Inti Bersama dan Tantangan** Kedua strategi berbagi inti yang sama: **meninggalkan lapisan perangkat lunak dan berfokus pada perangkat keras yang dibatasi oleh hukum fisik**. Baik material langka Serenity maupun infrastruktur Leopold memegang kekuatan untuk menarik "pajak" di era AI. Namun, keduanya menghadapi risiko: - **Serenity**: Risiko **likuiditas** pada saham mikro. Rekomendasinya dapat mendorong harga, tetapi koreksi bisa tajam. Latar belakang dan rekam jejaknya yang tidak terverifikasi juga menambah risiko bagi pengikut. - **Leopold**: Risiko **ketidaksesuaian waktu** antara logika fundamental dan pasar. Valuasi tinggi chip bisa bertahan lebih lama dari perkiraan, menyebabkan kerugian besar pada posisi opsi put-nya. Keduanya menandai pergeseran logika investasi AI, dari semikonduktor itu sendiri menuju **material, peralatan, daya, dan lahan** yang mendasarinya. Titik kritis dengan kelangkaan dan hambatan teknologi tinggi di rantai pasokan fisik AI mungkin akan menarik perhatian pasar lebih besar ke depan.

marsbit9j yang lalu

Serenity, 'Pemimpin Komunitas' Ritel vs Leopold, Dewa Saham Baru: Bagaimana Dua Pemburu Top Ini Menggali Kekayaan dari 'Batas Fisik' AI?

marsbit9j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片